Di Paksa Menikahi Tuan Muda

Di Paksa Menikahi Tuan Muda
46


__ADS_3

"Assalamualaikum....


Seperti biasa nya aja, sebelum baca jangan lupa vote nya, dan sesudah baca jangan lupa like, dan komen nya oky.


Maaf untuk saat ini autor selalau, up nya pendek-pendek banget. Autor nya gak punya ide yang mau di tuang kan.🙏🙏


Oky terimakasih......


Wassalamualaikum.Wr.Wb."


🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🐰🕊🐰


Varo dan Reyhan sudah membeli buket bunga, yang akan mereka tempat kan di makam orang tercinta nya.


Varo betul-betul sayang, ia tak tahu dari mana datang nya, rasa kebapa an. Padahal ia belum menikah, yah mungkin ini bisa di jadi kan pelajaran, untuk ia di saat menikah besok.


"Apa saja yang ingin kau, sampai kan pada ponakan mu?" tanya Reyhan pada Varo.


"Bayak, aku ingin berbicara banyak. Pasti dia akan senang jika aku datang, dan aku juga yakin ia tak akan pernah menolak ayah angkat ini datang."


"Cieee....ayah..., sejak kapan jadi ayah?" tanya ku meledek, aku hanya ingin suasana menjadi tidak di selimuti oleh kesedihan.


"Sejak gue ngurus putri cantik ku, dia benar-benar cantik. Tidak beda jauh dari ayah yang merawat nya...sangat tampan."


"Peda sekali, ponakan mu itu cantik, lah kamu jelek seperti itu."


"Tak apa, aku hanya menang putih saja. Sedang kan dia menang cantik, dan putih juga."

__ADS_1


"Hmm....., kau memang putih, kau juga tampan. Aku juga yakin pasti banyak wanita yang menggejar mu, dan aku doa kan semoga kamu dapat istri, yang cantik dan sayang."


"Semoga saja."


Mereka terus saja menggobrol, sampai mereka tiba di makan. Makan ini sudah cukup lama Varo tak kemari lagi, terakhir ia kemakam ponakan nya, tiga bulan yang lalu.


"Kapan terakhir kali, kamu kesini?"


"Tiga bulan yang lalu, aku selalu mendoa kan nya, supaya dia senang di sanah."


"Hmm.... oky langsung aja, di mana makam nya?"


"Ayo ikut gue, nanti gue tunjuk in."


Varo dan Reyhan berjalan menuju, pemakaman ponakan Varo. Yang masih bersih tanpa ada rumput, karna ini sudah Varo sewa tukang bersih-bersih makam, ponakan nya.


"Ini? kenapa bersih sekali, bukan nya kamu datang kesinih tiga bulan yang lalau?"


"Hahha....., gue suruh tukang bersih-bersih makam buat bersihin makam anak gue."


"Pantes, aku sempat binggung," emang aneh kan jika kita tidak tauh mungkin, akan keleyengan.


"Sudah ku duga, yaudah ayo. Gue mau berdoa dulu."


"Hmm.... yaudah ayo."


Varo dan Reyhan berdoa, menggirim kan doa. Yah hanya doa saja, Varo tak tahu harus apa lagi selain berdoa.

__ADS_1


"Sudah, sekarang kita kemakam ayah mu!!"


"Hmm... baik lah."


Reyhan berjalan terlebih dahulu, karna ia yang tahu di mana letak makam ayah nya.Varo hanya menggikuti, dari belakang.


"Kemari lah!! ini makam ayah ku, letak nya tak jauh dari makam anak mu."


"Hmmm...., ayah mu meningal sudah lama sekali."


"Iya, dia menggalami kecelaka an. Sayang sekali nyawa nya tak dapat di selamat kan."


"Sabar yah, mungkin ini sudah jadi jalan nya. Jika ayah mu ada, mungkin kau tak akan menjadi pria yang hebat seperti sekarang ini."


"Hmm... mungkin, aku akan jadi pria yang lemah. Ini juga membawa manfaat."


"Yaudah ayo kita langsung kirim kan doa saja, sebelum hujan turun. Seperti nya akan hujan."


"Baik lah."


Reyhan dan Varo, sudah mulai berdoa. Tanpa membutuh kan waktu lama, ketika mereka berdoa hujan turun mengguyur, pemakaman.


"Ayo kita pulang, ini hujan nya sangat deras. Jika kita terlalu lama, kita bisa sakit."


"Baik lah... ayo."


Varo dan Reyhan berlari ke arah mobil nya. Mereka juga sudah basah kuyup, yah jelas lah basah orang pas lagi berdoa aja hujan nya udah turun.

__ADS_1


__ADS_2