Di Paksa Menikahi Tuan Muda

Di Paksa Menikahi Tuan Muda
18


__ADS_3

"Jika dia hanya bersimpati pada mu, seharus nya dia tidak menagis simu."


"Cukup! silah kan kalian lanjutkan pertengkaran kalian setelah aku pergi dari sinih dan jangan pernah berharap aku akan bersimpati pada kalian berdua."


Sarah tidak habis pikir dengan Reyhan yang sangat keras kepala, padahal ia sudah menjelaskan tapi kenapa dengan, semua ini. Dia hanya memikirkan diri nya sendiri, tanpa memikirkan orang lain.


Sebelum Sarah pergi menjauh dari rumah Aldo, Reyhan langsung mengangkat tubuh Sarah kedalam mobil nya, Sarah sudah berusaha meronta-ronta, di gendongan Reyhan dia tidak mau ikut dengan manusia biadab ini. "Ah, lepaskan aku! lepas!." Sarah bereriak agar ia di lepaskan. Namun percuma saja ia berteriak tapi tidak bisa menghasil kan apa-apa.


"Kau itu tidak pantas, di perlakukan seperti ratu, lebih baik kau menjadi budak ku, hahahhahhahah....."


'Memang kejam tidak pernah, memikirkan perasaan orang lain hanya memikirkan diri sendiri' Ucap Sarah membatin.


Mungkin bagi sebagian orang, berkata Sarah sangat beruntung mendapatkan prian yang tanpan dan kaya raya. Tapi tidak dengan Sarah. Ia sangat terpuruk menikah dengan Reyhan , sama sekali tidak mendapatkan kebahagian, bahkan secuil pun tidak.


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 15 menit Reyhan telah sampai di rumah nya jangan lupa ia juga membawa Sarah kembali kerumah nya.


Tidak butuh waktu lama Reyhan mengendong Sarah menuju kamar mereka. Entah apa yang akan terjadi dengan Sarah nanti, yang terpenting ia harus berdoa agar tidak di apa-apa kan oleh Reyhan.


"Bagaimana baby apa kau merindukan kamar mu?." Tanyanya sambil menyeringai licik, sudah di pastikan Reyhan sedang merencanakan seauatu.


"Apa mau mu ?" tanya nya ketakutan, ia sangat takut dengan mata emerlang Reyhan itu.

__ADS_1


"Tenang baby , kenapa kau begitu ketakutan di saat suami mu sendiri yang, ada di dekat mu?"


"Aku, tidak takut."


"Oh ya."


"Aku sama sekali tidak menyangka bakal bertemu dengan orang seperti mu tuan."


"Jangan berusaha menantang ku, Sarah!"


"Aku tidak takut dengan mu, tuan."


" Dasar ******, kau itu ****** masih saja berani, melawan suami mu sendiri hah???" Teriak nya marah, rahang nya sudah mengeras dan mata emerlang nya sudah memerah, wajah nya pun juga sudah memerah padam.


"Aku mohon Reyhan jangan sakiti aku, aku mohon! hiks... hikss.."


"A-ku akan melakukan apa pun, tapi tolong jangan sakiti aku, aku mohon, hikss... hikss..." Ucap nya tak tahan dengan rasa perih di bagian paha nya yang di sayat-sayat oleh Reyhan. Karna tak kuat dengan rasa perih yang menjalar di tubuh nya, Sarah tidak sadar kan diri ia pingsan, merasakan rasa perih di paha nya yang di sayat oleh Reyhan suami nya sendiri, bahkan Reyahn bukan nya kasian dengan Sarah ia malah tertawa banga dengan ulah nya yang membuat Sarah tidak sadar kan diri. "Hahahhah...... kau sangat indah baby dengan karya ku yang menempel di tubuh mu, kau harus merasakan lagi setelah kau sadar aku akan membuat karya ku yang lebih bagus dari itu baby, jangan khawatir pasti kau sangat mengingin kan karyaku kan? hahhaha......." Sarah masih belum sadar kan diri ia masih pingsan dan dengan tega nya Reyhan tidak membawanya ke rumah sakit, bahkan memangil dokterpun tidak. Memang kejam iblis seperti dia tidak boleh hidup, bahkan mempunyai wanita sebaik Sarah.


Reyhan keluar dari kamar nya, dan membanting pintu nya dengan keras, Reyhan menuruni anak tangga menuju lantai dasar. Jangan lupa ia juga memangil pelayan nya untuk mengurus Sarah di dalam kamar nya dan membersihkan kekacauan yang di buat nya. Reyhan pergi dari rumah nya menemui para ****** nya di club malam, sudah menjadi kebiasa nya saat dulu ia belum menikah sampai sekarang , karna ia sudah membuat perjanjian dengan Sarah, bahwa ia tidak akan menyentuh Sarah sampai sarah siap.


Reyhan tidak memikirkan bagaimana keadaan Sarah saat ini, Reyhan hanya memikirkan, kebahagian nya sendiri.

__ADS_1


🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊


"Yatuhan nona." Dina sangat kaget dengan keadaan nona nya yang bersimpah darah dibagian pahan nya yang mengalir, Mengapa semua ini terjadi dengan nya, mengapa tuhan tidak melindungi nya, aku sangat kasian melihat Sarah seperti ini.Dina tidak kuat menahan tangis nya, air mata nya meluncur ketika melihat tubuh Sarah yang di ikat di kursi dan bersimpah darah.


"Yatuhan apa yang harus aku lakukan , nona Sarah sangat pucat, dia pasti telah kehabisan banyak darah. Aku tidak tega melihat nya, ia sangat baik dan sekarang ia tidak sadar kan diri, tuhan aku mohon selamatkan lah nona ini tuhan, hikss.... hikss...." Dina hanya bisa menangis dan merawat Sarah. Dina melepaskan ikatan di tubuh Sarah, dan langsung membawa tubuh tak berdaya itu ke ranjang, dan menganti pakaian Sarah, lalu mengobati nya, Dina selalu menyayangi Sarah seperti kakak nya sendiri.


Setelah mengobati luka Sarah, Dina langsung memasakan bubur untuk Sarah ketia, Sarah bangun Dina akan langsung menyuapi Sarah. Dina tau Sarah hanya wanita lemah sama seperti diri nya sendiri. Bagaimana pun Dina juga wanita sama Seprti Sarah dan ia sangat tau betapa terpukul nya, Sarah sekarang ini.


***********


"Ah, k-enapa sakit sekali?"


"Nona anda sudah sadar, jangan banyak bergerak dulu, nona nanti luka nya akan semakin parah!." Ujar Dina lembut, ia tidak mau Sarah kesakitan.


"Kenapa dengan ku, Din?"


" Nona tadi terluka nona."


"Dimana Reyhan , Din?" tanya nya lemah.


"Saya tidak tau nona, tuan hanya mengatakan saya harus merawat nona, tuan tidak berkata apa pun , tuan langsung pergi keluar nona."

__ADS_1


"Kemana dia ini sudah jam 2 pagi, kenapa dia belum pulang, " ucap nya membatin.


Dina tau pasti sekarang nona nya sedang memikirkan taun Reyhan. Nona nya pasti sangat khawatir dengan tuan Reyhan.Reyhan juga tidak mikir kalau istri nya menghawatirkan nya, ia malah enak - enakan bersama ****** nya, dimana letak hati nurani nya, Reyhan benar-benar keterlaluan dia bodoh, "Reyhan ak..."


__ADS_2