
"Assalamualaikum...
Seperti bisa nya aja yah, sebelum baca jangan lupa vote nya. Dan sesudah baca jangan lupa like, dan komen nya.
Mohon maaf banget jika cerita nya pendek, dan cerita nya susah di mengerti.
Saya juga minta maaf jika dalam cerita ini banyak typo.
Terimakasih itu saja yang ingin saya sapaikan.
Silah kan di laniut kan baca nya.
Saya tidak ingin terlalu banyak ngoceh nya, takut bosen.
Wassalamualaikum.Wr.Wb."
🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊
Sarah dan Reyhan sudah tiga hari ini mereka menikmati bulan madu nya, yah Sarah juga banyak sekali membeli oleh-oleh untuk para pembantu nya. Sarah juga membeli barang yang sangat sepesial untuk Dina, karna Dina itu sudah ia angap seperti saudara nya sendiri, seperti sahabat nya juga yang selalu ngerti dengan apa yang Sarah lakukan.
"Sayang untuk dua hari ini kita habis kan untuk di dalam kamar saja oky."
" Loh kok gitu sih, aku kan pengen keluar masa di kurung di kamar mulu."
"Kita kan udah ngabisin waktu selama tiga hari untuk kita keliling-keliling di sini, jadi sekarang waktu nya kamu ngebahagiain aku dengan kita berada di kamar hotel ini dong."
"Tapi aku gak mau terlalu sering melayani, aku takut tidak akan bisa pulang saat kita pulang nanti."
"Hmm... oky, aku akan menuruti apa aja yang kamu mau."
"Yaudah aku mau mandi dulu, bagaimana dengan tuan Reyhan?" ucap nya sambil terkekeh geli.
"Saya hanya ingin kamu saja, jadi mandi lah sebelum aku ikut kamu mandi juga." Udah deh kalau Reyhan udah ngomong gitu, bikin aku merinding bukan main.
"Hmm... baik lah tuan Reyhan ku yang mesum." Sarah langsung berlari ke kamar mandi, ia takut Reyhan juga akan ikut masuk ke dalam.
Dengan waktu satu hanya kurang lebih satu minggu, Sarah dan Reyhan memanfaat kan waktu berlibur nya dengan baik.
********
__ADS_1
"Kurang ajar!! harus nya kau berterimakasih pada ku, dan tidak melapor kan Natali, ke penjara bodoh."
"Maaf Al, aku tetap ingat ke baikan mu. Saat aku kekurangan uang untuk biaya pengovatan anak ku, tapi aku juga tidak bisa membiar kan, kejahatan ada dan aku juga melakukan yang menurut ku, itu adalah jalan yang benar."
"Aku ingat kan sekali lagi, jika kau juga melapor kan ku juga, aku akan meminta uang ku kembali!!"
"Tidak masalah, aku akan mengembalikan uang mu, dan aku juga sudah punya uang yang cukup untuk mengembalikan nya, pada mu. Aku tidak bisa membela kejahatan, aku akan selalu membela kebenaran."
"Kau itu naif," ucap nya dengan kesal.
"Maaf aku tidak seperti itu, walapun aku dari keluarga yang tidak terlalu kaya, dan maaf aku jika tidak terlalu miskin, aku hanya meminjam uang mu 1% dan 99% adalah uang ku sendiri."
"Ck, dasar sombong."
"Maaf saya tidak pernah merasa sombong."
**********
"Tante aku mohon bantu aku keluar dari jeruji besi ini!!" Natali terus memohon pada Melda agar ia bisa di keluar kan.
"Iya sayang kamu tenang aja, tante undah siapin uang yang begitu besar untuk mengeluar kan mu, dari penjara ini. Jadi jangan khawatir oky, dengan uang semua nya akan terselesai kan dengan mudah."
"Tidak perlu berbicara seperti itu, sebentar lagi kamu akan menjadi menantuku, saya ikhlas membantu mu. Karna ini semua tidak sepenuh nya salah mu," ujar Melda sambil menghapus air mata yang terus mengalir di pipi Natali.
"Tapi bagaimana jika kita semua akan di jeblos kan lagi ke jeruji besi ini, aku tidak mau semua nya akan terjadi." Ucap Natali sambil terus sesenggukan.
"Kamu tenang aja oky, itu semua tidak akan terjadi.Sudah yah jangan bersedih lagi, besok kamu akan di izin kan pulang."
*********
"Dokter tolong kenapa anak saya jadi kejang-kejang seperti ini?" Viola tak henti nya mengeluar kan air mata. Ia tidak tahu apa yang terjadi dengan putra nya, sejak tadi pagi putra nya mengalami panas yang sangat tinggi.
"Baik lah, ibu bisa menunggu di luar kami akan menangani puta ibu." Ucap sang dokter.
Viola hanya mengganguk pasrah, ia sangat panik sampai-sampai ia tidak menyadari, jika telapak kaki nya mengeluar kan darah.
"Ya Allah, semoga putra ku tidak apa-apa."
'Cklek' pintu ruangan di mana putra nya di tanggani, di buka oleh sang dokter.
__ADS_1
"Bagaimana ke ada an putra saya dok?" tanya nya tergesa-gesa.
"Ke ada an nya sudah membaik, putra ibu sudah tidak mengalami kejang-kejang lagi. Saya sudah memberikan penurun panas, untuk hari ini putra ibu belum boleh pulang. Kami harus memantau ke ada an nya, apa kah ibu setuju, jika putra ibu di rawat inap atau ingin bertanya terlebih dahulu pada suami ibu?"
Viola lagsung melemah ketika dokter mengatakan suami, bahkan ia tidak memiliki suami, ayah dari putra nya pun tidak mengakui jika anak nya adalah anak dari lelaki yang menghamili nya.
"Saya setuju,saya akan mau kok anak saya rawat inap jika itu adalah jalan yang terbaik dok."
"Baik lah, kalau begitu saya permisih masih ada pasien yang harus saya tanggani."
"Iya dok terimakasih."
"Sama-sama."
*****************
Sarah begitu kewalahan menghadapi kelakuan mesum suami nya ini, ia benar-benar tidak percaya jika suami nya ini sangat mesum.
"Satu kali lagi yah sayang, yah!!" bujuk nya pada Sarah.
"Gak mau aku cape, aku ingin mandi. Besok kita bisa melakukan nya lagi, tidak perlu melakukan seharian."
"Oh ayo lah, setelah satu kali ini aku udah deh!!" Reyhan terus memohon, tapi Sarah tetap tidak mau. Sarah sangat cape , badan nya pun terasa remuk yang terus di jajah oleh suami nya ini.
"Aku lapar aku ingin makan, apa tuan akan membunuh ku?"
"Hmm... baik lah, aku tidak akan meminta nya lagi. Tapi besok aku akan tangih janji mu," Ucap nya lagi.
"Terserah tuan saja," Sarah langsung bangkit menggunakan jubah mandi nya. Dan berjalan menuju kamar mandi.
'Drrtttt.... drttt...' ponsel Reyhan berbunyi, tanda pangilan masuk.
"Ada apa?" tanya nya saat menerima pangilan dari Varo.
"Aku akan mengatakan pada mu sekarang, jika yang membuat kau dan istri mu kehilangan calon anak kalian adalah Aldo dan Natali. Dan aku juga belum menemukan seorang lagi, karna dalam hal itu ada tiga orang yang bersangkuta."
"Apa bagaimana bisa? tapi terimakasih kau telah memberitahu ku, aku akan mengurus ini setelah pulang berlibur.."
"Baik lah terserah kau saja, yang penting aku sudah memberi tahu mu."
__ADS_1