Dialah Imamku

Dialah Imamku
bab 16


__ADS_3

” dua puluh tahun tante” jawabku gugup.


” beda satu tahun sama Rendy bah” kata ummik pada Abah.


” umur kamu berapa le” tanya Abah memastikan.


” bulan Desember nanti dua puluh satu tahun bah” jawab mas Rendy. Baru tahu aku kalau mas Rendy lahir bulan Desember.


” udah ada rencana nikahnya kapan” Abah kembali bertanya. Kali ini Abah menoleh ke mas Rendy dan aku bergantian.


Aku kaget banget dapat pertanyaan seperti itu. Bukannya nggak mau nikah ya, tapi aku sama mas Rendy baru kenal, belum tahu sifatnya mas Rendy kayak gimana.


Aku menatap mas Rendy juga bingung mau jawab apa. Lah 3mang mau jawab apa, walau mas Rendy udah pernah bilang mau nikahin aku tapi itu masih dua tahun lagi.


” baiknya aja bah?” mas Rendy balik bertanya bukannya jawab.


” kalau menurut Abah jangan pacaran, kalau bisa nikah aja langsung, kan lebih enak dilihat kalau udah sah” jawab Abah.


” njih pangestune Abah mawon”


” yang ngejalanin kan kalian le, Abah sama ummik hanya ngikut aja, tapi kalau niatnya pacaran mending nggak usah dilanjutkan” ummik ikut bicara karena aku juga bingung mau ngomong apa.


Lena menyenggol kakiku bingung. Aku menatapnya sambil menggelengkan kepala. Bukannya aku tidak tahu arah pembicaraannya kemana, tapi bingung mau jawab apa, apalagi mami sama papi kan nggak tahu.


” gini aja Tante, Lisa ngomong dulu sama mami papi, kalau mereka setuju Lisa ngikut aja” ucapku saat terjadi hening sesaat.


” ditelpon aja dulu nduk, nanti kalau orangtuanya setuju Minggu depan langsung nikah” kata Abah membuat ku dan Lena tercengang kaget.


”nanti bilang sama orangtuanya kalau Abah mau ngomong” imbuh Abah saat aku mengeluarkan hp dari saku baju.


Seperti ucapan Abah, aku menelepon papi untuk menanyakan hal tersebut.


” halo Pi” ucapku saat mendengar suara papi.

__ADS_1


” ada apa dek?” tanya papi.


” pi ini Abahnya Mas Rendy mau ngomong sama papi "


” iya” jawab papi dari sebrang.


” Assalamualaikum Pak, ini saya orang tua orang tuanya Mas Rendy, ini saya sama keluarga lagi kumpul di ruang tamu, bukannya gimana-gimana pak, sekarang banyak anak muda yang pacaran nanti ujung-ujungnya hamil duluan, nah saya nggak mau itu terjadi. Maksudnya saya ingin menikahkan anak saya sama putri bapak supaya menghindari hal yang tidak di inginkan”


” iya pak kiai, saya malah senang kalau Lisa anak saya dapat suami seperti Rendy” jawab papi di luar dugaan semua orang.


” kalau bapak setuju, insya Allah Minggu depan akan dilangsungkan acara pernikahannya pak” kata Abah yang langsung di iyakan papi.


setelah pembicaraan papi dan Abah selesai Abah mengembalikan hp ku dan bertanya.


” nama bapak kamu siapa Yo nduk?” tanya Abah.


” nama papi Lucas bah” jawabku.


” Lucas Rifky Alatas?” Abah kembali bertanya. Yang aku herankan kok Abah tahu nama lengkapnya papi.


” ohh, makanya tadi Abah kayak nggak asing sama suaranya, jadi Rifky itu papi kamu” ucap Abah. Semua orang menatap Abah kok bisa kenal dengan papi.


” dulu waktu SMA Rifky pernah main ke sini, ke pondok, bahkan kakek kamu yang biasanya ngasih sumbangan uang buat bangun-bangun pondok dulu, sekarang papi kamu yang biasanya ngasih” cerita Abah membuat yang di ruang tamu menganggukkan kepalanya.


Sekarang aku tahu kenapa papi membiarkan ku datang ke Wonosobo sendiri tanpa di temani kak Laskar.


” acara nikahnya mau di sini, apa di jakarta nduk?” tanya ummik membuatku salah tingkah.


” emangnya Abah masih kuat ummik perjalanan ke Jakarta” ucap mas Fikri membuat kami tersenyum sedangkan mas Fikri kena pentingnya Abah.


” di sini juga nggak papa dek, banyak yang bantuin juga kalau disini” kata mbak Asiyah.


” ya kalau di Jakarta juga nggak masalah dong, biar kamu lihat kita jakarta juga” mas Alfa ikut nimbrung menggoda mbak Asiyah.

__ADS_1


” Lisa ngikut aja ummik, disini sama Jakarta nggak ada bedanya kok” jawabku.


” masih kuliah nduk?” tanya Abah mengalihkan pembicaraan.


” iya Abah, batu masuk kuliah”


” nanti kuliahnya di pindah ke universitas di Wonosobo nggak masalahkan?” tanya Abah.


Aku menoleh menatap Lena yang sedari tadi hanya diam menyimak pembicaraan. dia menatapku dengan kesal. mungkin dia udah senang aku kuliah eh tau-tau pindah juga kuliahnya.


” soalnya Rendy kan harus ngajar juga di pesantren” ummik ikut bicara.


” nggak masalah sih, nggak kuliah juga nggak papa” kataku tersenyum.


” itu maunya kamu” kata mas Rendy tidak terima.


” nanti biar ummik dan yang lain yang ngurus acaranya, tinggal nunggu perintah dari ummik aja ” kata Abah mengakhiri pembicaraan malam ini.


” tuh kan, gue itu udah curiga sama om Lucas, ternyata bener kan om Lucas udah tahu siap sebenarnya di Rendy makanya dikasih ijin. kata Lena saat kamu udah ada di kamar. Aku hanya mendengarkan omongan Lena sekilas. aku menerawang jauh, gimana nanti kalau udah nikah sama mas Rendy. ah entah lah aku juga tidak tahu.


...****************...


...Siapa nih yang udah nungguin Rendy dan Lisa menikah😂😂😂...


...Yuk barengan yang mau hadir ke acara nikahannya😊😊😊...


...****************...


...Guys 🥰🥰🥰🥰 ...


...Terus dukung karyaku ya......


...Jangan lupa kasih like komen vote dan hadiahnya 😂😂...

__ADS_1


...Terimakasih🤗🤗🤗...


__ADS_2