
Aku berjalan mendekati mas Rendy dan duduk disampingnya. dia sama sekali tidak menoleh kearahku.
“ mas Rendy marah ya” kataku pelan.
“ mas” panggilku memberanikan diri memegang lengannya. Mas Rendy hanya diam aja tidak menyahut sama sekali.
“ aku minta maaf ya mas karena udah pulang telat”
“ nggak usah pulang sekalian” kata mas Rendy datar tanpa menoleh kearah istrinya yang udah ketakutan.
badanku bergetar ketakutan mendengar suara mas Rendy nggak kayak biasanya. Dia beneran marah. Aku bingung mau ngapain, mau berdiri aku nggak berani.
Aku diam mematung tanpa bersuara, nggak tahu kenapa ada perasaan takut saat mas Rendy bilang nggak usah pulang. Apa sebegitu marahnya dia.
Aku menunduk dan nggak berani bergerak sama sekali. Bahkan saat mas Rendy keluar kamar pun aku masih di posisi yang sama.
aku menggenggam tanganku dengan erat. Entah sejak kapan air mataku jatuh, aku menangis tanpa suara takut nanti mas Rendy dengar saat masuk kamar.
Aku menatap jarum jam yang udah menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Aku sampe nggak sadar menangis begitu lama.
Aku membasuh mukaku dan keluar kamar karena tadi mbak Asiyah mengetuk pintu kamar bilang Abah udah pulang.
Aku menatap diriku di cermin, mukaku kelihatan banget sembab habis nangis. Aku memakai bedak tipis agar tidak terlalu kelihatan sembab banget.
Aku berdiri di samping mbak Lina dan mencium tangan Abah dan ummik bergantian. Aku nggak berani melihat orang-orang disekitar takut ada yang melihat wajahku.
“ loh mukamu kenapa nduk?” tanya ummik saat kami berdua di dapur.
“ tadi Lisa habis nonton Drakor ummik” kataku mencoba tersenyum agar ummik tidak curiga.
“ walahh, ummik kirain kenapa” aku mencium tangan ummik meminta maaf. dalam hati aku ngomong maaf Lisa udah bohong sama ummik.
“ada apa to nduk, kok tiba-tiba minta maaf?” tanya ummik.
“ nggak ummik, Lisa cuma minta maaf karena selama ini Lisa udah ngerepotin ummik”
“ udah Ndak papa, istirahat ya udah malem” kata ummik mengelus pundakku, rasanya aku ingin kembali menangis.
aku kembali ke kamar dan melihat mas Rendy udah tiduran di kasur. Aku bingung mau gimana, akhirnya aku duduk di sofa dan membuka laptop ku yang kemarin baru Sampek dari jakarta.
Aku menyibukkan diri dengan laptop di depanku. Aku tidak berani ngajak mas Rendy bicara takut dia masih marah.
__ADS_1
Jarum jam sudah menunjukkan pukul jam dua malam aku masih duduk di sofa tidak berani ikut berbaring di kasur.
Aku sudah sangat mengantuk dan akhirnya tertidur di sofa malam ini.
...****************...
Aku terbangun saat sinar matahari masuk ke dalam kamar melalui tirai jendela.
Aku bingung kenapa diriku tidur di kasur padahal tadi malam aku tidur di sofa. nggak mungkin mas Rendy kan yang ngangkat aku ke kasur. orang dia masih tidur sekarang belum bangun.
Aku menepuk keningku saat pikiran. Masa iya aku pindah sendiri dan tidur di samping mas Rendy.
Aku berjalan ke kamar mandi membersihkan diri untuk sholat subuh karena udah kesiangan. Aku menatap diriku di dalam cermin dan kaget kancing piyama ku kebuka dua kancing. Aku mengancingkan ya dan keluar. kulihat mas Rendy juga sudah bangun dan bingung kenapa kami sampai bangunnya kesiangan.
Aku menggelar sajadahku dan untuk mas Rendy. Aku menunggunya untuk berjamaah. Aku menoleh melihat mas Rendy keluar dari kamar mandi. Dia memakai sarung dan baju Koko biru.
kami berdua sholat subuh berjamaah di dalam kamar karena udah kesiangan jadi tidak bisa ikut jamaah di Mushola.
Aku memberanikan diri untuk mencium tangan mas Rendy dan ternyata di balas mas Rendy dengan mencium keningku sangat lama.
“ lain kali jangan buat mas khawatir lagi” kata mas Rendy melepas ciumannya.
“ iya mas, Lisa minta maaf karena tidak kasih kabar”
“ hp nya mati, mau pinjem hpnya Sasa aku juga nggak hafal nomor nya mas” ucapku menatap mas Rendy dengan memelas agar suamiku ini tidak marah lagi.
“ kamu hafalin lah nomor mas, biar nggak keulang lagi ”
“ hemm” ucapku mengangguk dan tersenyum. ternyata suamiku ini sudah tidak marah lagi.
“ aku mau nanya boleh?”
“ apa”
“ tapi janji mas harus jawab jujur ya” kataku yang dibalas anggukan mas Rendy.
“ semalam kan aku tidur di sofa, tapi tadi pas bangun udah di kasur, mas yang mindahin ya?”
“ iya, nggak tega lah sayang lihat istrinya tidur di sofa gitu” jawab mas Rendy sambil merebahkan kepalanya di pangkuanku.
“ jangan bilang semalam mas juga..” aku tidak meneruskan perkataanku karena malu kalau mas Rendy tidak melakukannya.
__ADS_1
“ kan kamu udah tahu sendiri sayang kalau mas tidak bisa tidur kalau belum nyusu” kata mas Rendy frontal membuatku malu.
“ ihh mas gak boleh gitu kan aku belum kasih ijin” kataku menatapnya. bukannya merasa bersalah atau gimana malah tangannya berjelajah di perutku lali naik keatas mencari puncak bukit kembar favorit nya.
“ geli mas” ucapku saat mas Rendy memegang puncaknya dengan jari jempol dan telunjuk nya.
“ sayang mas pengen” kata mas Rendy langsung menciumi bibirku dengan lembut membuatku terbuai oleh ciumannya.
aku membuka mulutku karena bibirku di gigit mas Rendy dengan kasar. Mas Rendy berada diatas ku dengan bibir masih menempel.
Pagi ini kami kembali melakukan hubungan yang sudah di perbolehkan dalam agama Islam.
Aku tidak menolak permintaan mas Rendy yang ingin membuat baby karena takut di laknat malaikat menolak ajakan suami. Selain takut dengan laknat malaikat aku juga rindu dengan sentuhan suamiku ini.
Mas Rendy melihatku yang ada dibawahnya sebelum memasuki intiku. Mas Rendy mencium bibirku saat miliknya masuk sepenuhnya di dalam ku.
Aku memegang erat tangan mas Rendy karena takut suaraku terdengar keluar karena bibir mas Rendy sibuk bermain dengan puncak dadaku.
“ terimakasih sayang” ucap mas Rendy lalu berbaring dan menarik selimut agar menutupi badan kami yang polos.
Aku menghadap kearah mas Rendy dan langsung dapat ciuman di bibir. aku menatap bingung karena mas Rendy menyingkap selimut dan ternyata mau nyusu. Aku mengusap kepala mas Rendy dengan sayang. sedangkan dia sibuk dengan mainan barunya.
“ hari ini mau ke kampus jam berapa?”
“ nggak ada jam mas” jawabku membuat mas Rendy kembali memasukkan puncaknya dadaku kedalam mulutnya.
“ ya udah gini aja seharian” mas Rendy memainkan yang satunya dengan tangan.
aku mencoba merubah posisi dan tidak sengaja mengenai dedeknya.
“ ahh, sayang” ucap mas Rendy membuat ku meringis merasa bersalah karena telah kembali membangunkan singa yang udah tidur.
“ tanggung jawab kamu sayang, dia kebangun lagi” kata mas Rendy lalu mencium ku.
...****************...
...Hay guys 🥰🥰🥰...
...terimakasih telah mendukung karyaku dan tetap setia membacanya😇😇😇...
...Jangan lupa untuk selalu dukung dengan cara like komen vote dan hadiahnya 😂😂😂...
__ADS_1
...salam manis dari akuhh 🤗🤗🤗...
...Terimakasih 🙏🏻🙏🏻🙏🏻...