
aku keluar karena bosen di dalam kamar sejak tadi. aku menghampiri mbak Lina dan mbak Asiyah yang ada di ruang tengah.
“ kenapa mbak” tanyaku saat melihat muka mbak Asiyah di tekuk bingung.
“ Elsa minta di jenguk karena udah tiga bulan mbak juga belum kesana, belum ada waktu”
“ biar Lisa yang ke kasana sama mas Rendy” tawarku karena memang besok aku nggak ada jam kuliah karena dosennya nggak masuk.
“ mbak tanya dulu sama Elsa, mau nggak di jenguk om sama tantenya” usul mbak Lina.
“ bentar mbak telpon dulu pengurus pondoknya”
“ assalamualaikum Mbak, ini saya ibunya Elsa, bisa ngomong sama Elsa nya sebentar” kata mbak Asiyah saat telponnya tersambung.
“ waalaikumsalam salam Bu, iya tunggu sebentar saya panggilkan dulu mbak Elsa nya” jawab pengurus pondok yang bertugas untuk menjaga telepon pondok saat ada telepon masuk dan memanggil santri yang di telpon keluarga nya.
“ assalamualaikum bunda” suara Elsa terdengar tidak semangat karena tadi siang mbak Asiyah bilang tidak bisa jenguk.
“ waalaikumsalam kak, lemes banget suaranya” kata mbak Asiyah.
“ udah tiga bulan Elsa nggak di jenguk, besok Elsa minta jenguk juga nggak bisa lagi” suara Elsa terdengar serak seperti menangis.
“ sayang, kakak kan tahu bunda sibuk banget, kalau bunda ada waktu pasti ke sana jengukin Kakak”
“ ini gimana kalau besok yang kesana Aunty Lisa sama om Rendy, soalnya bunda belum bisa kesana”
“ beneran ya Aunty sama om yang kesini” kata Elsa yang ternyata udah nangis. aku melihatnya karena panggilannya di alihkan kan mbak Asiyah ke video call.
“ mau dibawain apa besok cantik” tanyaku saat mbak Asiyah memberikan hpnya padaku.
“ enggak mau” ucap Elsa kembali menangis padahal tadi sempat berhenti.
“ utututu sayang, kok nangis lagi, cantiknya hilang tuh” kataku membuat Elsa mengusap air matanya dan menatapku kesal karena ku goda.
“ besok Elsa mau di bawain apa sama Aunty?” tanyaku.
“ mau sambel buatannya Mbah uti” jawab Elsa. Aku menoleh ke arah mbak Asiyah.
“ iya besok di buatin sambel sama mbah uti” kata mbak Asiyah tanpa menoleh ke arah layar hp karena sibuk dengan kertas ujian di depannya sibuk menilai.
“ mbak, mas Fian dimana?” tanya mas Rendy yang udah rapi dengan kaos warna hitam.
“ tadi di depan sama Alba” jawab mbak Lina. mas Rendy langsung menuju ke depan menyusul mas Fian. Sebelumnya dia masih sempat mencium pipiku di depan kedua mbak iparnya.
“ Aunty beneran ya besok kesini sama om Rendy”
“ iyaa, besok aunty sama om Rendy kesana, Elsa nggak usah nangis lagi udah gede masa masih nangis”
“ tapi om Rendy tuh nggak pernah mau ke sini jengukin Elsa”
“ pokonya besok Elsa lihat om Rendy disana, kalau perlu om Rendy nginep di kamar Elsa”
__ADS_1
“ janji ya”
“ iya Elsa insyaallah, janji”
aku mengembalikan hpnya mbak Asiyah.
“ mbak kurang yakin dek, kalau Rendy mau ikut, soalnya dulu pas awal-awal Elsa mondok aja nggak mau padahal udah di paksa sama ummik” kata mbak Asiyah menerima HP-nya.
“ hahh, yang bener mbak” kataku sedikit keras karena kaget.
“ dipaksa sama ummik tetep nggak mau, nggak tahu alasannya juga sih dek dia nggak mau kenapa, ya pokonya nggak pernah mau kalau di suruh jenguk Elsa.
waduh, berarti nanti malam harus butuh bujuk rayuan supaya mas Rendy mau iku.aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal bingung harus memakai cara apa agar mas Rendy mau ikut.
“ mungkin kalau kamu yang minta mau dek, kalau istri yang minta kan nggak mungkin nolak” kata mbak Lina memberi semangat.
“ lemes aku mbak, udah janji sama Elsa lagi kalau mas Rendy ikut” ucapku menghela nafas. Mbak Asiyah dan mbak Lina tertawa melihatku yang kebingungan, mau pakai cara apa agar suamiku itu mau ikut besok.
“ coba aja dulu dek, kalau nggak mau besok mbak temenin, bilang sama Elsa kalau suamimu sibuk atau apalah ” kata mbak Lina.
“ lagi apa Yo kok pada kelihatan bingung gitu” kata ummik duduk di kursi ruang tengah ikut gabung kami bertiga.
“ ini ummik Elsa minta di jenguk Aunty sama om nya” jawab mbak Asiyah.
“ Elsa juga minta di buatin sambel sama ummik” imbuh mbak Asiyah. Ummik hanya mengangguk.
“ suamimu mau nduk?”
“ ohh, tanya dulu sama suamimu nduk tamunya nanti nggak mau, nanti Elsa kecewa om nya nggak jadi datang”
“ injeh ummik”
“ mau di buatin sambal sama apa nduk?” tanya ummik beralih ke mbak Asiyah.
“ bilangnya mau sambelnya Mbah uti, nggak nyebut yang lain”
“ perute nggak sakit makan sambel tok? besok ummik buatin sayur sekalian”
“ Mbah uti” kata Alba yang berlalu dari luar masuk langsung memeluk kaki ummik.
ummik mengangkat Alba ke pangkuannya dan menciumnya berulangkali. Alba asik aja saat di cium sama Mbah Uti nya.
“ mas Akbar dimana?” tanya ummik pada Alba.
“ main ” jawab Alba sibuk dengan kerudung yang di pakai ummik.
Alba turun dari pangkuan ummik dan berlari keluar.
“ pelan-pelan Le” kata ummik lembut. Aku mbak Asiyah dan mbak Lina hanya diam dan tersenyum saat Alba menghentikan larinya dan berjalan dengan pelan. Tapi hanya sebentar setelah itu Alba kembali berlari lagi.
“ nduk Lin, besok udah jadwale ummik ngaji ya?”
__ADS_1
“Injeh ummik” jawab mbak Lina mengangguk.
“ nanti ummik kasih jadwal ngajinya lagi ya nduk, ummik lupa lupa naruh jadwalnya dimana”
“ kemarin Asiyah lihat ummik masukin kedalam Al-Qur'an waktu ummik deres di gazebo belakang”
“ walah nduk ummik udah tua sampe lupa naruh dimana, nanti biar ummik cek”
“ sayang tolong buatin kopi lima ya” kata mas Rendy menyuruh ku membuat kopi.
“ biar mbak banyu dek” kata mbak Lina ikut berdiri membantuku membuatkan kopi.
“ di depan lagi ada tamu apa gimana mbak?” tanyaku saat kami berdua di dapur membuatkan kopi.
“ kayaknya nggak ada dek, tapi tadi mas Fian bilang mau rapat bahas masalah di pondok putra yang belum selesai kemarin”
“ emangnya ada apa mbak?”
“ mbak kurang tahu sih dek. Tapi mbak dengar-dengar ada kasus pencurian dan yang ngambil itu orang tuanya kurang mampu, makanya masih bahas baiknya gimana di keluarin apa masih di kasih kesempatan.”
“ kok Sampek bisa nyuri mbak?”
“ katanya belum makan Sampek lima hari, jatah makan yang biasanya dapat dari pondok di habisin sama temennya ”
“ ya Allah kasihan banget”
“ aku denger dari mas Fian kamu sama Rendy mau pindah rumah ya?”
“ iya mbak, tapi belum tahu mau pindah kapan, soalnya mas Rendy juga bingung ”
“ ohh, deket-deket ini ya pindahannya”
“ iya kali mbak”
Aku mengantar kopi ke gazebo depan dan bilang sama mas Rendy kalau aku mau ketemu santri yang sedang mereka bahas.
“ mau ngapain?” tanya mas Rendy penasaran.
“ mau ketemu aja” jawabku lalu mas Rendy menyuruh santri yang ikut rapat dengannya memangil Raka santri yang di maksud.
...****************...
...Halo guys 🥰🥰🥰...
...Terimakasih ya udah mau mampir dan mendukung karyaku....
...Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya 😂😂😂...
...salam manis dari akuhh 🤗🤗🤗...
...Terimakasih🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
__ADS_1