Dialah Imamku

Dialah Imamku
bab 38


__ADS_3

“ lama banget ngangkatnya” suara Lena terdengar kesal saat aku mengangkat telpon yang udah berkali-kali berdering sejak tadi.


“ emang ada apa?” tanyaku tanpa dosa.


“ ini gue sama anak-anak udah di depan rumah suami lo, di telpon dari tadi kagak diangkat” omel Lena yang benar-benar kesal.


“ lah kalian ngapain di sana, aku masih di madrasah gantiin mbak Lina ngajar”


“ gue kan udah bilang kalau mau mampir ke rumah”


“ ya aku kira nggak jadi, orang kamu bilang kemarin, aku tungguin kemarin nggak ada yang datang ya aku kira nggak jadi lah”


“ ini Lo masih lama apa gimana di madrasah nya?”


“ ya nanti jam sebelas baru pulang, lima belas menit lagi lah”


“ ya udah gue sama yang lain sepakat nungguin Lo nih, Jagan lama-lama”


“ ya udah tunggu”


“ ini gue sama yang lain nungguin Lo di mobil gitu?”


“ ya tinggal masuk aja sih Len, udah dulu aku mau masuk kelas ini”


aku memutuskan panggil dan masuk kedalam kelas tiga MI B dan duduk di kursi guru yang biasanya di pakai mbak Lina.


“ assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh” ucapku menghadap murid-murid kelas tiga.


“ waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh” jawab mereka dengan kompak.


“ hari ini ibu Lina tidak bisa mengajar seperti biasa nya, jadi ibu yang gantiin. tadi ibu Lina pesan sama ibu tugasnya di kumpulkan sekarang dan hari ini nggak ada pelajaran tambahan dari ibu” aku menyampaikan pesan dari mbak Lina.


“ horee,, nggak ada pelajaran” kata mereka senang karena tidak ada pelajaran tambahan.


“ tapi...” kataku mengantungkan omonganku membuat mereka semua terdiam dan memperhatikanku yang mau ngomong apa.


“ tapi, hai ini ibu akan mengulas pe;ajaran kemarin dan bertanya sama kalian satu persatu, nanti kalau ada yang bisa jawab dengan benar boleh langsung pulang”


“ yahh ibu, kalau gitu aku pulangnya bakalan yang terakhir” kata Reza membuat yang lain menoleh kearah Reza karena nih anak itu terkenal jail dan jarang memperhatikan guru tapi nilainya selalu bagus padahal kalau di tanya jawabnya selalu ngasal sesuka dia.


“ makanya Reza perhatikan Bu guru kalau lagi menjelaskan pelajaran” kataku membuat Reza meletakkan kepalanya diatas meja. Aku menggelengkan kepala menatapnya.


“ ibu mulai ya, pertanyaan pertama siapa nama nabi yang tidak memiliki ayah” aku menatap mereka bergantian.


“ nabi Isa bu” jawab Niken dengan keras dan percaya diri.


“ iya bener, Niken boleh pulang sayang” kataku lalu Niken mencium tangan ku Salim untuk pulang lebih dahulu.


“ sekarang pertanyaan ke dua, ada berapa nabi yang mendapat gelar Ulul Azmi?”


“ lima Bu ” jawab Reza dengan kepala yang ada di atas meja.


“ betul sekali” jawabku sambil tepuk tangan. Reza mengangkat kepalanya mengambil tas berjalan ke depan dengan bangga karena bisa menjawab pertanyaan.


Aku tersenyum saat Reza mencium tanganku Salim.


“ tuh Reza malah pulang duluan gitu kok”


“ iya dong Bu, kan Reza pintar” kata Reza menepuk dadanya dengan tangan kanan.

__ADS_1


“ hati-hati ya kalau pulang naik sepedanya yang bener, jangan di tril-trilkan” pesanku membuat Reza cengengesan.


“ setelah Reza sia nih yang akan pulang lagi, ini ibu kasih pertanyaan untuk lima orang sekaligus ya. Nanti yang angkat tangan dulu jangan langsung jawab dulu, ibu hitung satu sampe tiga nanti jawabnya barengan, siap?”


“ siap bu” teriak mereka masih Semangat.


“ pertanyaan selanjutnya siapa nama kakek nabi Muhammad Saw?”


“ Tika, Lala, Rizal, Epi, Lili” aku menunjuk dan menyebut nama yang ngangkat tangan duluan ”


“ satu dua tiga jawabnya?”


“ Abdul Muthalib ” jawab mereka barengan.


“ iya boleh pulang” aku tersenyum saat mereka Salim.


“ oke selanjutnya ada berapa jumlah nabi yang wajib kita ketahui”


“ dua puluh lima bu”


“ betul” kataku.


“ pulangnya hati-hati ya” pesanku pada mereka.


“ iya bu” Jawab mereka dengan kompak.


...****************...


“ mas masih ada jam?” tanyaku saat di kantor guru.


“ iya, Sampek jam tiga sore” jawab mar Rendy menghampiriku yang mau pulang karena udah nggak ada jam lagi di madrasah.


“ nggak nungguin mas kayak biasanya?”


“ di rumah ada Lena sama temenku yang mampir mau ketemu”


“ ada cowoknya?”


“ he'emm” aku mengambil tasku lalu keluar ruang guru berjalan ke parkiran.


“ loh, katanya masih ada jam?”


“ ya nanti balik lagi, kamu bilang ada temen kamu dari jakarta nggak sopan yang punya rumah nggak nyapa”


“ bilang aja cemburu karena ada temen ku yang cowok juga” aku memakai sabuk pengaman.


“ di Lena ngapain juga ngakak temen yang cowok” kata mas Rendy dengan muka di tekuk tidak suka.


“ lah namanya juga temen masa nggak boleh main kerumahnya, apalagi aku kan udah nggak di Jakarta, jarang ketemu nya” mas Rendy menoleh kearahku tidak suka mendengar aku yang belain Lena.


“ emang dulu main sama cowok?”


“ lah temen ku banyakan yang cowok mas ketimbang yang cewek”


“ hah, maksudnya kamu sering main bareng juga gitu?”


“ iyalah masak diam mulu dalam rumah”


“ trus kalau main gitu pegang-pegang juga nggak?”

__ADS_1


“ ya sewajarnya kalau lagi ngumpul aja mas” ucapku apa adanya karena memang gitu juga kejadiannya.


“ trus kamu mau di pegang-pegang yang bukan mahrom kamu” kali ini siata mas Rendy lebih tinggi karena kaget dan cemburu bersamaan.


“ apa sih mas, udah deh jangan mulai deh” ucapku menatapnya dengan malas.


mas Rendy menghentikan mobilnya di halaman rumah. Aku keluar lebih dulu meninggalkan suamiku menghampiri Lena dan yang lain di gazebo depan.


“ ohhh, kangen banget loh” aku memeluk mereka bergantian.


“ gue nggak di peluk juga Lis” kata Ronald merentangkan tangannya siap menerima pelukan dari Lisa.


“ sembarang Lo, noh lihat lakinya udah kayak mau ngajak berantem sama lo” kata Bisma menimpuk kepala Ronald.


“ bang” kata Ronald menyalami mas Rendy yang ikut bergabung duduk disampingku. Mas Rendy hanya mengangguk saat menjabat tangan Ronald tanpa mengatakan apapun membuat temanku yang emang agak sableng itu bingung sendiri.


“ tadi malem nginep dimana?” tanyaku agar suasananya tidak kaku.


“ nih di rumah Bisma” jawab Ronald merangkul bahu Bisma yang langsung di hempaskan oleh Bisma.


“ loh Bis orang tua kamu sali sini?” tanyaku heran.


“ nggak lah, cuman punya vila aja di daerah sini” jawab Bisma.


“ oh aku kira asali sini, kan lumayan ada kenalan juga di sini ” kataku membuat mas Rendy menoleh dan menindih kakiku yang sila dengan kakinya yang lebih besar dari kaki ku.


“ reuni bisa Dateng kan Lis?” tanya Ronald membuatku bingung mau jawab apa karena belum bilang sama mas Rendy juga.


“ Dateng dong, iya kan Lis” kata Ratna menjawab pertanyaan Ronald tanpa tahu Ali udah panas dingin di samping mas Rendy.


“ Lo nggak dateng Lis?” tanya Lola me atapku karena aku hanya diam saja tidak menjawab apapun.


“ insyaallah ya” ucapku akhirnya. Daripada bingung mau jawab apa.


Aku menatap mas Rendy yang auranya sudah tidak bersahabat. merasa banget kalau dia udah memahat kesal dan amarah nya. Aku mengusap paha mas Rendy dan sesekali ikut nimbrung obrolan yang lain.


“ sumpah tegang banget gue” kata Lena setelah kepergian mas Rendy balik ke madrasah lagi.


“ suami lo serem banget Lis, Sampek mau copot jantung gue” kata Lola mengusap dadanya.


“ kelihatan banget sih” kata Arden yang sedari tadi hanya diam menyimak.


“ apaan yang kelihatan banget?” tanya Ronald.


Arden kembali diam dan sibuk dengan game di hpnya.


...****************...


...Halo guys 🥰🥰🥰...


...Balik lagi nih, jangan pada bosen loh ya😇😇😇...


...Terimakasih atas dukungan kalian semua...


...🤗🤗🤗...


...Jangan lupa ya komen like vote dan hadiahnya 😂😂😂...


...Salam manis dari akuhh 😊😊😊...

__ADS_1


...Terimakasih 🙏🏻🙏🏻🙏🏻...


__ADS_2