Dialah Imamku

Dialah Imamku
bab 27


__ADS_3

hari ini dimana hari yangbudah di tentukan untuk pergi ke kampus harus tertunda dulu karena Abah masuk rumah sakit.


Aku masih duduk diatas kasur menunggu mas Rendy pulang dari sekolah. Sebenarnya tadi aku pengen langsung ikut bareng yang lain tapi di larang sama ummik, katanya disuruh berangkat bareng mas Rendy aja, takut nanti kalau mas Rendy berangkat sendirian jadi nggak fokus nyetirnya.


Mas Rendy masuk kedalam kamar dengan muka panik dan pucat. Aku mencium tangan mas Rendy untuk Salim. dia masuk kamar mandi Menganti seragamnya dengan baju yang udah aku siapkan.


Kami masuk kedalam mobil dan langsung tancap gas ke rumah sakit dimana Abah dirawat. Selama perjalanan aku diam nggak berani ngomong sama sekali. Mas Rendy mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi membuatku memegang sabuk pengaman yang terpasang di tubuhku.


Aku nggak tahu mukaku pucat nya kayak apa karena takut, untuk bilang pelan-pelan sama mas Rendy aja aku nggak berani takut suara ku getar.


Aku menjerit saat mas Rendy mau menabrak mobil di depannya, untung bisa direm dengan cepat, dan beruntungnya lagi di belakang nggak ada kendaraan apapun jadi nggak sampai terjadi kecelakaan.


Mas Rendy menepikan mobilnya di pinggir jalan dan melihatku yang bernafas dengan cepat karena kaget dengan kejadian tadi.


Aku mengusap mukaku dan memijit pelipis karena pusing di kepalaku.


“ maaf sayang, aku nggak bermaksud membuat kamu panik” kata mas Rendy mau mengusap kepalaku yang langsung ku tepis.


“ mas pergi kerumah sakit sendiri aja deh. Aku biar pesen gojek” ucapku dengan suara bergetar. Aku masih syok dengan kejadian tadi.


“ maaf sayang, mas takut kalau sampe terjadi apa-apa sama Abah sedangkan mas gak ada disana” kata mas Rendy mulai berkaca-kaca.


aku mulai luluh dan mengerti perasaan mas Rendy. Aku jadi paham kenapa ummik menyuruhku berangkat bareng mas Rendy.


” tapi keselamatan juga penting mas” ucapku mengusap lengan kiri suamiku.


“ biar aku aja yang nyetir” kataku yang langsung di tolak mas Rendy.

__ADS_1


“ tapi janji pelan-pelan” mas Rendy mengangguk dan kembali nyetir, kali ini lebih tenang dan pelan tidak seperti tadi yang seperti kesurupan.


aku keluar terlebih dahulu dan menunggu mas Rendy di lobi rumah sakit karena dia masih cari tempat yang pas untuk parkir.


mas Rendy Genggam tanganku saat tiba di lobi rumah sakit. kami berdua berjalan menuju kamar rawat inap Abah. Aku menatap mas Rendy yang masih terlihat khawatir di wajahnya yang ganteng.


“ udah lah mas jangan terlalu berfikiran yang jauh, Abah pasti sembuh kok” ucapku sebelum kami masuk kedalam kamar inap Abah.


ku lihat mas Rendy menghembuskan nafas dengan panjang sebelum membuka pintu. Kulihat di dalam sudah banyak orang yang menjenguk Abah.


aku duduk di samping mbak Asiyah setelah Salim dengan ummik dan Abah, sedangkan mas Rendy duduk di dekat ranjang Abah mencium tangan Abah berkali-kali, bahkan kulihat mas Rendy Sampek menangis tanpa suara.


“ udah besar kok masih nangis ae le” kata ummik mengusap-usap punggung anaknya.


Kamu yang mendengar tertawa karena mas Rendy masih menangis tanpa suara sambil menciumi tangan kanan Abah.


...****************...


“ ummik pulang aja biar Abah Rendy yang nemenin” kata mas Rendy membuatku melongo tidak percaya ummik di suruh pulang aja, padahal kalau suami lagi sakit yang di butuhkan seorang istri yang ada disampingnya.


“ tanya sama Abah mu emang boleh ummik pulang” kata ummik membuatku dan yang lain tersenyum.


“ pulang aja le, biar ummik yang nemenin Abah” kata Abah pelan tapi tersenyum teduh ke arah mas Rendy.


“ udah sana pulang” kata ummik mengusir dengan candaan.


“ Abah nggak mau di tungguin sama Rendy”

__ADS_1


“ nanti kamu juga tahu kalau kamu sakit” kata Abah.


Aku masuk kedalam mobil dan duduk di bangku samping kemudi, kali ini kami tidak berdua saja, ada mbak Lina yang ikut dengan mobil kami karena tadi mas Fian pulang duluan ada jadwal ngisi ngaji kitab kuning.


“ Bunda laper, bundaaa” kata Alba merengek minta makan.


“ mau mampir makan dulu mbak, kasian Alba udah kelaparan banget itu” kataku membuat mbak Lina sungkan.


“ langsung pulang aja dek” kata mbak Lina.


“ Alba nanti makannya kalau udah Sampek di rumah ya sayang” kata mbak Lina pada Alba yang langsung menangis.


“ cari makan dulu aja mas” ucapku pada mas Rendy, nggak tega aku lihat Alba nangis kelaparan.


“ Alba mau duduk di depan sama aunty sayang”


“ maaam” kata Alba masih menangis tapi mau ikut aku duduk di depan.


“ Alba mau makan apa?” tanyaku mencium pipi Alba.


...****************...


...Hay guys 🥰🥰🥰...


...Terus dukung karyaku ya😇😇😇...


...Terimakasih buat kalian yang masih sabar dengan ceritaku ini 🤗🤗🤗...

__ADS_1


...Jangan lupa kasih like komen vote dan hadiahnya ya 🥰🥰🥰🥰...


...Salam manis dari akuhh 😂😂😂...


__ADS_2