Dialah Imamku

Dialah Imamku
bab 39


__ADS_3

sepeninggalan Lena dan yang lain aku masuk kamar bersiap untuk berangkat ke kampus karena ada jam kuliah sore.


“ mau ke kampus dek?” tanya mbak Lina saat kami berpapasan di ruang tamu depan.


“ iya mbak ada jam sore soalnya” jawabku lalu pamit karena jamnya udah mepet banget.


Aku masuk kedalam mobil dan menjalankan nya menuju kampus. Aku menginjak gas lebih dalam agar cepat sampai di kampus.


sepuluh menit aku sudah berada di parkiran kampus. Aku keluar dan berlari menuju kelas karena tinggal dua menit lagi udah masuk.


Aku duduk disamping Sasa yang udah sampai duluan karena jarak rumah dan kampusnya lumayan dekat.


“ kok baru dateng” tanya Sasa memberiku air mineral punyanya.


“ tadi ada temenku yang dari jakarta, nggak enak mau di tinggal kan”


“ ada yang cowok nggak” tanya Sasa mengangkat kedua alisnya.


“ kenapa, mau kenalan?” tanyaku menahan senyum.


“ ya siapa tahu orangnya mau kan” kata Sasa membuatku mengangguk tersenyum penuh arti.


“ bisa nih kalau di comblangin sama Ronald” ucapku dalam hati sambil melihat Sasa dari atas sampai bawah.


“ kenapa Lo lihatin gue kayak gitu”


“ kebetulan temen ku ada yang jomblo, kamu mau nggak?” tawarku.


“ ganteng nggak, kalau nggak ganteng mending nggak usah deh, gue mau memperbaiki keturunan”


“ kenalan aja dulu atau gini aja, besok sore kita pergi ke villanya Bisma, nanti aku kenalin sama Ronald ”


“ nggak bisa kalau besok sore, ada acara keluarga gue”


“ sebentar aja doang, kan lumayan bisa kenalan sama cowok Jakarta” bisikku karena dosennya udah masuk.


aku dan Sasa menghadap ke depan memperhatikan layar proyektor yang menampilkan materi kuliah hari ini.


Aku menguap karena bosan dan mengantuk. Lagian aku tuh udah nggak mau kuliah masih aja di paksa, jadi beginilah akibatnya mengantuk dan bosen nggak memperhatikan dosen yang menyampaikan materi kuliahnnya.


“ huahh, ngantuk banget Sa” aku meletakkan wajahku diatas meja dan memejamkan mata mau tidur sebentar sebelum jam kuliah Bu Tata.


“ ke kantin dulu lah Lis, laper gue ” kata Sasa memegang perut nya.


“ ngantuk banget Sa” ucapku saat Sasa menarik tanganku ke kantin.


Sasa menggandeng tanganku karena aku malas berjalan bahkan jalanku aja udah nyeret saking malesnya.


Aku duduk di bangku kantin dan menatap Sasa dengan kesal.


“ mau pesen apa gue traktir deh ” tanya Sasa karena tahu aku nggak mood.


“ kan udah dibilangin aku tuh mau tidur bukan makan”

__ADS_1


“ ya Allah Lis nemenin temannya nggak dapat dosa kok ” kata Sasa lali meninggalkanku memesan makanan.


“ hai” sapa orang yang tiba-tiba duduk di depanku.


Aku menatapnya heran dan tidak berniat untuk menjawab sapaannya.


“ gue Kevin jurusan arsitektur ” katanya mengulurkan tangan memperkenalkan diri.


Aku menatapnya dan bingung mau ngomong apa. nanti nggak di jawab di bilang sombong.


“ Lisa” ucapku mengatupkan tanganku di depan dada dan menyebutkan namaku.


“ jurusan apa kalau boleh tahu?”


“ PGMI” jawabku tidak menatap kearahnya tapi malah sibuk mencari Sasa yang entah dimana.


“ lama banget sih” ucapku saat Sasa duduk di sampingku karena di depan ada cowok yang entah datang dari mana. Aku kira tadi dia temennya Sasa makanya aku nggak enak kalau mau bilang kursinya udah ada orangnya. Tapi saat aku tanya Sasa juga nggak kenal.


aku dan Sasa berdiri mau balik ke kelas. Aku menarik tangan Sasa agar cepet pergi dari kantin Karen risih banget terus di lihatin cowok yang bernama Kevin itu.


“ ehh kalau boleh, boleh nggak minta nomor wa nya?” Kevin menyodorkan hpnya kearahku.


Aku menatapnya dan beralih menoleh kearah Sasa yang juga bingung. Mau nolak takut di kira sombong. di kasih nanti malah spam chat.


“ udah ah kasih aja daripada dilihatin orang banyak” bisik Sasa dan ternyata benar kami jadi pusat perhatian akibat si Kevin gak jelas ini.


aku mengambil hp nya dan mengetikkan beberapa nomor di hpnya. Aku mengembalikan dan langsung pergi dari kantin.


“ Kevin jurusan arsitektur, itu tuh idolanya kaum hawa deh, makanya tadi Lo jadi pusat perhatian”


“ risih banget dilihatin mulu tadi pas kamu pesen makanan”


“ kenapa Lo nggak usir atau pindah aja”


“ aku kira temanmu makanya aku diemin”


“ gue aja baru lihat wajahnya langsung baru tadi”


Aku menatap hp dan menunjukkan nya pada Sasa.


“udahlah biarin aja, nanti juga bosen juga kalau nggak di bales”


Aku memasukkan hp kedalam tas karena Bu Tata udah masuk dan duduk di depan.


Aku menatap Sasa yang udah mulai bosen karena materi hari ini terasa garing banget. Aku dan Sasa menghela nafas karena Bu Tata mengakhiri materi hari ini karena ada acara.


Aku berjalan ke parkiran meninggalkan Sasa yang masih asik mengobrol dengan Jeny salah satu mahasiswa PGMI sekaligus sepupunya Sasa.


...****************...


Aku masuk kamar dan melihat mas Rendy keluar dari kamar mandi habis mandi kayaknya.


“ baru pulang?” tanya mas Rendy mengambil kaos di dalam lemari.

__ADS_1


aku tidak menjawab mas Rendy karena kebelet pengen pipis. Mas Rendy menoleh dan melihatku yang masuk kamar mandi dengan terburu-buru.


aku keluar kamar mandi mengenakan handuk saja karena tadi ku pikir sekalian aja mandi biar nanti bisa rebahan dengan nyaman.


Aku mengambil kaos dan bokser mas Rendy membawanya ke kamar mandi. Aku keluar dan menghampiri mas Rendy yang udah rebahan.


Mas Rendy langsung memelukku saat aku ikut bergabung rebahan disampingnya. Dia mencium leherku dan menggigitnya dengan pelan.


“ ihh apaan sih mas, geli tahu” aku menyingkirkan kepala mas Rendy agar tidak dekat dengan leherku.


“ aaaa,, sayang” kata mas Rendy menghentakkan kakinya membuatku menoleh kearahnya.


“ hahhh ya Allah” ucapku menghela nafas panjang.


“ sini-sini ” aku memeluknya dan membiarkan suamiku yang manja ini mengigit leherku.


Aku membiarkan mas Rendy yang berganti mencium bibirku dan tangannya masuk kedalam kaos oblong yang ku pakai.


Aku kembali menghembuskan nafas dengan panjang dan kesal dengan tingkah suamiku ini. lihat saja sebentar lagi bulan tangan aja yang masuk, mulutnya nggak bakal tinggal diam. Tuh kan, mulutnya udah mulai dengan kebiasaan. memang nih orang nggak bisa sehari aja nggak memegang dada ku.


aku memposisikan diri dengan nyaman karena ini tidak akan sebentar. butuh waktu Berjam-jam.


Aku melepaskan diri dari pelukan mas Rendy karena mbak Asiyah mengetuk pintu kamar memanggilku.


“ sayanggghhh” kata mas Rendy yang udah tidur kebangun karena puncak dadaku terlepas dari mulutnya.


“ sebentar ini dipanggil sama mbak Asiyah ” ucapku keluar kamar.


“ ada apa mbak?” tanya saat udah di depan kamar.


“ ini dari bunda, salam dari bunda kami di suruh main ke Jogja ” kata mbak Asiyah memberiku bingkisan dari bunda ibunya mbak Asiyah.


“ loh bundanya mana mbak?”


“ udah pulang dek, soalnya ayah kan nggak ikut, mbak balik ke kamar dulu ya”


“ iya mbak, salam balik sama bunda ya”


“ iya”


aku kembali masuk ke kamar dan melihat mas Rendy udah bangun dan sibuk dengan laptopnya. Aku tiduran di kasur setelah memberikan bingkisan oleh-oleh dari bunda pada mas Rendy.


Aku sibuk memainkan hp dan mas Rendy menyusul ku tiduran di kasur. Dia meletakkan kepalanya diatas dadaku dan memelukku.


...****************...


...Hay guys 🥰🥰🥰...


...terimakasih udah selalu dukung karyaku. Dan jangan lupa untuk selalu like komen vote dan hadiahnya 😂😂😂...


...Dukungan kalian sangat berarti buat aku tambah semangat nulisnya 😊😊😊...


...Salam manis dari akuhh 🤗🤗🤗...

__ADS_1


__ADS_2