Dialah Imamku

Dialah Imamku
bab 45


__ADS_3

aku terbangun saat mendengar suara berisik di lantai bawah. Aku menatap jarum jam yang menempel di dinding sudah menunjukkan angka lima sore.


Aku masuk kamar mandi membasuh mukaku dan turun kebawah. ternya udah rame ada mami sama papi dan kedua kakakku.


Aku salim pada mereka satu persatu dan duduk di samping mami sambil memeluknya karena kangen.


“ Zize nggak ikut kak?” tanyaku pada kak Sella istrinya kak Labib.


“ tuh main di luar sana yang lain” jawab kak Sella menunjuk taman di halaman depan rumah.


“ gini nih kalau pengantin baru lupa sama abangnya” suara kak Laskar terdengar mengejek.


“ apaan sihh,,, makanya nikah biar gak jomblo” ucapku menatap kak Laskar yang mengendong Alba.


“ ntar gue nikah Lo nggak bisa manja-manja an lagi sama gue”


“ idih pede banget,,, ngapain manja-manjaan sama situ,,, orang aku punya suami” ucapku memanggil gelak tawa semua orang yang ada di ruang tamu.


acara malam ini di mulai sekitar jam delapan malam. Para perempuan menyambut tetangga yang di undang untuk ikut tahlilan.


Aku tersenyum setiap ibu-ibu salaman dan menyapa dengan ramah. Tidak hanya keluargaku dan keluarga mas Rendy yang datang. Bahkan bundanya mbak Asiyah yang dari Jogja ikut hadir malam ini.


Suasananya ramai banget karena ibu-ibu udah berkumpul. kalian pasti tahu lah yah, apa yang dibicarakan kalau para kaum hawa berkumpul.


Aku gabung dengan kedua temanku Sasa dan Deby. Karena lebih baik di katakan mereka berdua daripada ikut bergabung dengan ibu-ibu.


“ kenapa pindah?” tanya Deby mengambil buah kelengkeng.


“ males banget disana,,, ditanya kapan rencana punya momongan” cetus ku kesal.


“ namanya juga pengantin baru pasti ditanyain kaya gitu lah,,, gue aja hampir tiap hari dapat pertanyaan kapan nikah dari tetangga gue” kata Sasa memaklumi pertanyaan ibu-ibu kompleks.


“ jangankan tetangga Lo,,, Mak gue kemarin pas kalian datang dan tahu kalau Lisa udah nikah gue juga jadi mangsanya kapan nyusul Lisa katanya”


“ makanya kalian cepet nikah biar gak di tanya mulu” bisikku karena acara udah di mulai dengan suara mas Alfa yang membuka acara malam ini.


“ Lo kira cari suami yang kata Gus Rendy gampang” bisik Sasa penuh penekanan.


Acara tahlilan malam ini berjalan dengan penuh khidmat tanpa ada halangan apapun.


Selesai Tahlilan aku membantu mami dan mbak Lina yang sibuk di belakang menyiapkan makanan.


“ masih kurang apa Mi”


“ kamu bantu mbak Lina aja buat nganter makanannya ke depan"


Aku menghampiri mba Lina yang dibantu bunda mengantar makanan kedepan.


“ Lisa bantu Bun,,,” ucapku mengambil alih nampan yang berisi piring dengan nasi dan lauk membawanya kedepan.


Aku bolak balik hampir lima kali karena bunda dan mbak Lina juga ikut membantu mami menyiapkan minuman dan bingkisan yang akan diberikan kepada para tetangga yang datang malam ini.

__ADS_1


“ masih kurang berapa dek?” tanya mbak Lina berdiri membantuku mengantarkan makanan kedepan.


“ udah mbak,,, tinggal Sasa sama Deby aja yang belum” jawabku mengambil dua piring yang udah ada isinya.


Aku duduk disamping Sasa dan meletakkan piring untuk mereka berdua.


Aku menatap mas Rendy yang berjalan ke arahku dengan Alba dalam gendongannya.


“ sayang,,,” panggil mas Rendy sambil memberikan Alba padaku.


Aku menatapnya heran. kenapa Alba yang udah tidur nyenyak tidak ditaro kamar malah dikasih ke aku.


“ kenapa nggak di tidurin di kamar sekalian?” ucapku menatap mas Rendy yang malah cengengesan.


“ mas Fian bilang suruh kasih ke mbak Lina,,, ya aku nggak lihat mbak Lina dimana, ya aku kasih kamu aja”


“ ishh dasar ya,,,,” aku membawa Alba kedalam kamar tamu di lantai bawah. Aku menidurkan Alba dan melihat mas Rendy yang berdiri didepan pintu melihatku yang ikut tiduran disamping Alba.


“ ngapain ngikut,,,?” tanyaku.


“ kangen kamu yang” katanmas Rendy ikut berbaring dibelakang sambil memelukku.


“ lepas,,, aku mau kedepan lagi” ,as Rendy melepaskan pelukannya tapi tidak ikut berdiri kembali ke depan karena masih ada tamu.


“ nggak ikut ke depan?” tanyaku saat mas Rendy mengambil posisi tidur disamping Alba.


“ kepalaku pusing Yang,,, nanti kalau ditanyain bilang aja di kamar”


“ beneran pusing” aku memegang kening ,as Rendy takut dia demam. Aku merasakan panas saat tanganku menyentuh keningnya.


“ makan dulu ya,,, habis itu istirahat”


“ nggak laper Yang” ucap mas Rendy mulai memejamkan mata memeluk Alba.


“ jangan dipeluk dong mas,,, nanti Alba nya ketularan demam juga” aku melepaskan tangan mas Rendy yang masih memeluk Alba.


“ pindah ke kamar aja deh” aku menarik kedua tangan mas Rendy agar bangun.


Mas Rendy berjalan keluar kamar dengan sempoyongan. Aku pegang pinggangnya membantu Mas Rendy naik ke lantai atas.


Aku keluar kamar mengambil obat dan makanan untuk mas Rendy. aku kembali ke kamar dengan makanan dan obat di tanganku.


Aku menaruh makanan di atas meja dan membantu Mas Rendy untuk bangun agar makan dan minum obat.


“ aku nggak laper Yang” kata mas Rendy menolak suapan bibir yang baru dibuatin sama Mami.


“ nanti tambah sakit,,, perutnya belum ke isi ” aku menyiapkan bubur kedalam mulutnya dengan paksa.


Mas Rendy meletakkan kelapanya di pundakku sambil menguyah bubur.


“ jangan rewel deh mas,,, bubur nggak perlu di kunyah” kataku sambil menyingkirkan kepalanya dari pundakku dan kembali menyuapinya dengan bubur.

__ADS_1


“ udah kenyang Sayang "


“ apaan kenyang baru dua sendok” ucap ku kembali menyuapinya.


“ nggak boleh di muntahin ya” omel ku menutup mulut mas Rendy dengan tangan. Agar dia tidak memuntahkan makanan nya.


“ udah sayangg,,,udah nggak kuat, pengen muntah aku”


Aku memberikan minum dan pil agar demam nya turun. Mas Rendy menerima obat dan air putih lalu meminumnya. dia kembali merebahkan badannya.


“ aku tinggal kebawah dulu ya”


“ hemm” gumam mas Rendy.


Aku turun kebawah menyalami tamu yang udah pada mau pulang.


“ suami kamu udah minum obat belum dek?” tanya Mami saat aku berdiri disampingnya.


“ udah Mi”


“ udah kamu kamu naik aja temenin suami kamu” kata Mami ketika aku ikut membantu membereskan piring dan gelas.


“ mas Rendy udah tidur kok Mi”


“ justru itu,,, nanti kalau kebangun nyariin kamu gimana? Udah susul suami aja” mami mengambil piring yang ada di tanganku.


“ Lis,,, kita pulang dulu ya” kata Sasa mencium pipiku cipika-cipiki.


“ kenapa laki Lo?” tanya Deby sambil cipika-cipiki.


“ demam,,, telat makan kayak nya”


“ ya udah kita pulang dulu ya,,, dahhh” Sasa melambaikan tangannya.


setelah kepergian Sasa dan Deby aku naik ke lantai atas.


“ mau kemana Ka?” tanyaku saat berpapasan dengan Raka yang mau turun.


“ di bawah belum beres kan?”


“ udah nggak usah,,, kamu tidur aja besok pagi harus daftar sekolah”


“ ohh” Raka ke,Bali masuk ke dalam kamar nya.


“ tuh anak kalau ngomong irit banget dah” kataku pada diri sendiri.


...****************...


...Hallo guys 🥰🥰 🥰...


...Terus dukung karyaku ya 🤗🤗🤗...

__ADS_1


...Jagan lupa like komen vote dan hadiahnya ya 😊😊😊...


...Salam manis dari akuhh 😂😂😂...


__ADS_2