Dialah Imamku

Dialah Imamku
bab 37


__ADS_3

POV Rendy


Aku melirik sekilas kearah Lisa yang turun dari mobil. Dalam hati aku lega dia udah pulang dengan selamat, karena dari tadi aku sangat khawatir sekali tidak ada kabar darinya. dihubungin juga nggak bisa.


“ baru pulang Lis?” mas Fian bertanya pada istriku sedangkan aku diam menunggu jawabannya. Padahal aku sangat ingin memeluknya dan bertanya ke apa dia bisa pulang sampai telat.


dia hanya mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan mas Fian. dia mengulurkan tangannya Salim denganku. Aku memberikan tanganku dan di ciumnya sebentar lalu pamit masuk ke kamar.


Aku menatap punggung istriku yang menjauh dari gazebo dan menghilang di balik pintu.


“ aku masuk dulu mas” ucapku aku lalu berdiri menyusul istriku yang sudah ada di kamar. Aku ingin bermesraan karena seharian di tinggal.


Aku rindu dan langsung ingin memeluknya. Namanya pengantin baru pasti kan ingin selalu dekat-dekat dengan pasangannya a[lagi seharian nggak ketemu.


Aku membuka pintu kamar dan melihat istriku sudah memakai baju tidur. bukannya nyamperin Lisa aku malah cuma melirik ya tanpa dia ketahui. Padahal tadi niatnya langsung mau sayang-sayangan tapi aku malah berjalan menuju sofa dalam kamar dan membuka laptop ku, aku ingat masih ada kerjaan yang belum aku selesaikan sedangkan deadline-nya besok pagi jam enam.


Aku sibuk dengan laptopku dan aku melihat dari ekor mataku Lisa berjalan ke arahku dan duduk disamping ku.ya walau aku fokus ke laptop di depan aku masih melihat semua pergerakan Lisa dari ekor mataku.


“ mas Rendy marah ya” tanya Lisa dengan nada pelan. Dalam hati aku senang banget kalau Lisa udah manja gini.


“ mas” panggilnya lagi karena tidak ada respon dari ku.


“ aku minta maaf ya mas karena udah pulang telat” kata Lisa membuatku ingin langsung memeluknya dan menciumnya.


“ nggak usah pulang sekalian” ucapku ingin bercanda tapi terdengar aneh di telinga Lisa.


Aku melirik istriku yang diam tak mengatakan apapun. Dia menunduk dan badannya bergetar menahan tangis.


Aku berdiri dan keluar kamar karena tahu dia akan menangis. Bukannya nggak mau nenangin tapi kalau di tenangin Malah tambah menjadi tangisannya. Aku juga ngga tega dan nggak bisa melihat istri menangis, jadi aku putuskan untuk keluar kamar agar dia tidak malu menangis di depanku.


aku berjalan ke belakang ingin menenangkan diri di gazebo belakang.


“ loh mau kemana, Abah sama ummik udah pulang loh udah di depan tuh” kata mbak Asiyah yang berpapasan denganku saat di dapur.

__ADS_1


“ yang bener mbak?” tanyaku memastikan.


“ ihh, sana lihat sendiri kalau nggak percaya, Lisa belum tidur kan? Kamu kasih tahu sekalian Kalau ummik sama Abah udah pulang” kata mbak Asiyah berjalan ke depan.


“ mbak Asiyah aja yang kasih tahu” ucapku berjalan mendahului mbak Asiyah yang bingung dengan sikapku.


Aku menatap istriku yang berdiri disamping mbak Lina dengan kepala menunduk, tanpa melihat dari dekat aku tahu matanya sembab habis menangis. Aku ingin memeluknya dan bertanya apa yang membuatnya menangis sampai matanya sembab begitu. Kalau benar karena perkataan ku tadi aku ingin mengusap punggungnya dan mengatakan aku tidak marah, aku hanya khawatir karena tidak ada kabar darinya tadi siang.


“ loh mukamu kenapa nduk?” tanya ummik saat mereka berdua di dapur. Aku mendengarnya dengan jelas karena aku mau ke kamar mengambil barang titipan mas Alfa tadi sore.


“ tadi Lisa habis nonton Drakor ummik” Jawab Lisa dengan pelan padahal aku tahu di tadi tidak menonton apapun di kamar.


“ walahh, ummik kirain kenapa”


“ ummik Lisa minta maaf ya ummik” aku masih berdiri melihat kedua wanita yang sangat aku sayangi.


aku tahu kenapa istriku itu tiba-tiba minta maaf pada ummik. Dia merasa bersalah karena udah berbohong pada ummik. Tapi dalam hati aku juga bersyukur dia tidak mengatakan dengan jujur apa yang telah terjadi antara aku dan dia. dia benar-benar istri yang bisa menjaga kehormatan suaminya.


“ada apa to nduk, kok tiba-tiba minta maaf?” tanya ummik.


“ udah Ndak papa, istirahat ya udah malem” kata ummik mengelus pundak istriku dengan sayang.


Aku berjalan dengan cepat ke kamar mengambil barang pesanan mas Alfa lalu kembali ke ruang tamu.


“ nih mas barangnya” ucapku memberikannya pada mas Alfa.


“ makasih Ren, nanti mas transfer uangnya” kata mas Alfa menerima barangnya.


“ di lebihin juga nggak papa mas” ucapku tersenyum membuat mas Alfa menjitak kepalaku.


“ Rendy balik ke kamar duluan, besok ada jam pagi di madrasah” ucapku lalu berdiri meninggalkan mas Alfa dan yang lain karena masih sibuk mengobrol di ruang tamu.


Aku masuk ke kamar dan tidak melihat Lisa di dalam. Aku berniat kembali ke depan mencari keberadaanya. Aku berlari ke kasur dan tiduran saat kulihat gagang pintu bergerak di bila dari luar.

__ADS_1


Aku pura-pura tiduran agar tidak terlihat gugup karena ketahuan mau mencarinya.


Aku menatapnya yang malah duduk di sofa, dan membuka laptop nya. padahal ini udah malam banget, yang tadinya aku kira di bakal langsung ikut tiduran di kasur aku akan memeluknya dan bilang aku sangat rindu padanya.


Aku menghembuskan nafas dengan keras karena kesal dia malah asik dengan laptopnya, nggak tau apa suaminya ini udah pengen tidur sambil pelukan.


Aku pura-pura tidur agar dia juga bisa dengan cepat berbaring di sampingku. Hampir satu jam aku memejamkan mata dan tidak bergerak dari posisi awal aku belum merasakan ada orang yang menaiki kasur dan berbaring di sampingku.


Aku membuka mataku dan melihat istri tertidur di sofa dengan posisi duduk. Rasanya aku ingin marah pada diriku sendiri membiarkan istrinya tidur tidak nyaman seperti itu.


Aku berjalan menghampiri istriku dan memperhatikan wajahnya yang masih kelihatan sembab. Aku mengusap wajahnya dengan jari telunjukku dan mencium bibirnya dengan sayang.


Aku mengangkat badannya yang kecil dan membaringkannya di kasur. Aku mencium keningnya dan ikut berbaring disamping.


Aku memeluk Lisa dengan erat seolah tidak mau kehilangan dan merasa bersalah karena mendiamkannya dari tadi. Aku kembali mencium Pipi dan bibirnya lebih lama.


“ maafkan mas sayang” ucapku mencium bibir istri yang menjadi candu untuk ku.


aku melepas bibirku yang masih menempel di bibinya karena dia menggeliat tidak nyama karena aku menindih dadanya.


Aku membuka kancing piyama yang di gunakannya dan menenggelamkan wajahku di dadanya yang tidak memakai bra. Karena yang ku tahu dia tidak pernah memakainya saat tidur.


Aku mencium salah satu gunung kembar istriku dan memasukkan puncaknya kedalam mulutku kebiasaan sebelum tidur. Biasanya dia akan mengelus rambutku dengan lembut sampai aku tertidur. Entah kapan aku mulai kecanduan dengan ke dua bukit kembar istriku. Aku tidak akan bisa tidur sebelum puncak dadanya masuk dan kumainkan dengan lidah bahkan Lisa pernah menjambak rambutku karena aku menggigit puncak dadanya saking gemesnya.


Aku memejamkan mata ikut tidur disamping istri ku tercinta. mungkin besok kalau dia terbangun dan sadar apa yang aku lakukan semalam dia akan marah pada ku.


...****************...


...Hay guys 🥰🥰🥰...


...terimakasih telah mendukung karyaku dan tetap setia membacanya😇😇😇...


...Jangan lupa untuk selalu dukung dengan cara like komen vote dan hadiahnya 😂😂😂...

__ADS_1


...salam manis dari akuhh 🤗🤗🤗...


...Terimakasih 🙏🏻🙏🏻...


__ADS_2