Dialah Imamku

Dialah Imamku
bab 24


__ADS_3

aku mencium tangan mas Rendy yang baru pulang dari ngajar. Mas Rendy mengambil laptopnya dan mengerjakan sesuatu.


“ mau makan mas?” tanyaku melihat mas Rendy masih sibuk dengan laptopnya. Mas Rendy hanya mengangguk sebagai jawaban.


Aku berjalan ke dapur dan mengambil makanan untuk mas Rendy.


“ sayang nanti makannya bawa ke gazebo belakang rumah ya” kata mas Rendy yang udah ada di dapur mengambil air dingin di kulkas.


“ mau pake lauk apa mas?” mas Rendy berdiri di sampingku melihat menu makan siang hari ini.


“ ini ikan apa sayang?” tanya mas Rendy menunjuk ikan nila bumbu kecap.


“ ikan nila” jawabku membuat mas Rendy tersenyum.


“ emang kamu tahu” goda mas Rendy.


“ udah ah, mau yang mana cepetan” kataku membuat mas Rendy tertawa melihat wajahku yang udah kesal karena di ejek tidak tahu jenis ikan. emang nggak tahu sih, tapi tadi aku sempat tanya sama mbak muna itu ikan apa.


“ iya ikan itu sama samel sayang” kata mas Rendy. Aku mengambil satu ikan nila dan sedikit sambel terasi karena mas Rendy tidak terlalu suka pedas.


aku membawa makan siang mas Rendy ke gazebo belakang rumah sesuai permintaannya. kulihat mas Rendy udah kembali sibuk dengan laptopnya di depannya.


“ nih makan dulu” aku menaruh piring yang udah ada isinya di meja depan mas Rendy samping laptopnya.


“ sayang suapin” kata mas Rendy saat aku gendak pergi kembali kedalam rumah.


“ manja banget makan sendiri kan bisa” tolak ku halus.


“ aku mau ngerjain soal ujian sayang harus di kumpulin nanti malem” kata mas Rendy membuatku akhirnya ikut duduk disampingnya. Sebelumnya aku cuci tangan dulu di kran samping gazebo.


aku mulai menyuapi mas Rendy sedang dia sibuk dengan laptop di depannya.


“ mas tadi pagi aku dapet cerita bagus dari mbak Lina, kamu mau tahu nggak?” tanyaku dengan tangan berisi nasi dan lauk kembali menyuapi mulut mas Rendy.


“ apa?” tanya mas Rendy tanpa mengalihkan perhatiannya dari laptop.


“ kata mbak Lina dulu mas sempat di jodohin sama anak temannya Abah” kataku yang langsung dapat tatapan tidak suka dari mas Rendy.


“ kenapa nggak mau mas, tadi pas mbak Lina kasih lihat fotonya cantik orangnya” kataku kembali menyuapi mas Rendy.


Mas Rendy hanya diam tidak menjawab apapun, dalam hati aku tersenyum senang melihat wajah suamiku sudah mulai kesal.


Mas Rendy mengambil minum di sampingnya dan menolak suapanku.

__ADS_1


“ udah kenyang aku” kata mas Rendy kesal karena aku cerita masalah dulu dia dijodohkan.


“ baru tiga suapan loh, ini masih banyak” kataku menunjukkan piring yang masih banyak makanannya.


“ udah nggak nafsu makan aku” kata mas Rendy benar-benar kesal.


“ kenapa sih, orang aku cuma cerita doang” kataku ikut kesal melihat mas Rendy.


“ kan aku nggak suka sayang. Jangan di ungkit-ungkit lagi lah” kata mas Rendy pelan dan lembut.


“ orang cuma cerita malah ngambek males aku, nih makan sendiri aja” aku menaruh piring di samping mas Rendy. Udah tahu bininya lagi datang bulan emosinya datang pergi.


“ aahh, sayang mas kan nggak suka bahas masa lalu, masa depan mas udah jelas kamu istri mas” kata mas Rendy melingkar kan tangannya di perutku. Gini tahu kalau bininya udah kesal mau marah baru aja peluk-peluk.


“ udah ya jangan marah ya” mas Rendy mencium pipi kiri ku menggesek-gesek hidungnya di pipiku.


“ udah ah lepas, malu di lihatin tuh” kataku melihat santri yang lewat melirik kearah kami.


“ nggak masalah dong, udah halal” kata mas Rendy mencium pipiku berkali-kali.


“ mas ihh,” aku mencoba melepaskan diri dari mas Rendy.


“ lepas mas, maluu” kataku karena mas Rendy masih menciumi pipiku.


“ janji jagan ngambek dulu” kata mas Rendy masih dengan tangan yang melingkar di perutku.


“ beneran ya jangan ngambek” kata mas Rendy mematikan. Dia melepas pelukannya saat aku mengangguk kan kepala.


“ mau kemana?” tanya mas Rendy melihatku mau turun dari gazebo.


“ masuk kedalam ” kataku langsung di cegah.


“ disini dulu nemenin mas”


“ bosen mas, aku nggak bawa hp”


” itu pake hp mas aja” mas Rendy menunjukkan hpnya yang sedari tadi disamping laptop.


“ emang boleh” tanyaku pelan.


“ pakek aja gak papa”


“ beneran?” aku kembali memastikan boleh apa nggak.

__ADS_1


“ iya sayang” jawab mas Rendy menoleh ke arahku sebentar lalu kembali fokus ke layar laptop.


aku mengambil hp mas Rendy dan membukanya ternyata layarnya tidak di kunci sandi.


Aku membuka aplikasi tiktok dan menonton video yang lewat beranda.


“ mas” panggilku.


“ hemm” jawab mas Rendy masih fokus.


“ seandainya mas nggak nikah sama aku..”


“ ngomong apa sih” mas Rendy memotong pembicaraanku.


“ bentar dulu aku belum selesai ngomong”


“ nggak usah ngomong aneh-aneh deh yang” kata mas Rendy menoleh ke arahku.


“ nggak cuma nanya tok kok”


“ udah intinya sekarang aku udah nikah sama kamu” kata mas Rendy mencium pipiku sekilas.


“ mas” panggilku lagi lali ini mas Rendy langsung menoleh dan menatapku.


“ sayang udah ya, jangan tanya aneh-aneh”


Mas Rendy kembali mengerjakan soal ujian yang akan di kumpulin nanti malam.


“ ihh aku cuma mau nanya nanti mas Rendy mau anak berapa” kataku menunggu jawaban mas Rendy.


“ se dikasihnya aja sama Allah sayang, tapi kalau di tanyain mau berapa ya mau banyak” jawab mas Rendy tertawa kecil.


aku mencium pipi mas Rendy tiba-tiba membuat dia menoleh ke arahku heran.


“ mas cinta nggak sama aku”


“ kalau nggak cinta nggak mungkin mas nikahin kamu sayang” jawab mas Rendy membuat hatiku menghangat bahagia.


...****************...


...Jangan lupa terus dukung karyaku ya guys 🥰🥰🥰...


...Sayang kalian semua deh yang udah ngeluangin waktu buat mampir 🤗🤗🤗...

__ADS_1


...Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya ya 🥰🥰🥰...


...salam manis dari akuhh 😂😂😂...


__ADS_2