Dialah Imamku

Dialah Imamku
bab 31


__ADS_3

pagi ini aku berangkat ke kampus sendiri setelah perdebatan panjang dengan ,as Rendy yang ngotot mau nganterin. bulan cewek kalau nggak menang perdebatan dengan pasangannya.


Aku masuk kelas. Hari ini ada tiga mata kuliah yang harus ku ikuti dan tidak boleh absen sama sekali. Padahal nanti aku mau absen pas jam kuliah ke tiga karena ,au ke rumah sakit dulu baru pulang.


“ pindahan ya?” tanya cewek yang duduk di bangku depan menoleh kebelakang.


“ iya, dosennya masih lama ya” aku balik bertanya karena sekitar sepuluh menit aku masuk kelas dosennya belum datang juga.


“ pak Mulyadi akhir-akhir ini biasanya agak telat terus karena selalu ngurusin pendaftaran study banding”


aku ber oh ria karena tidak tahu harus menanggapi gimana. Tak lama kemudian pak Mulyadi udah datang dan mulai menyampaikan materi kuliah hari ini.


“ ke kantin bareng yuk” kata Sasa berdiri mengajakku makan di kantin.


“ kemarin yang datang sama Gus Rendy itu kamu?” tanya Sasa menoleh ke arahku. Kami berjalan menuju kantin dan memesan makanan.


“ kok kamu tahu mas Rendy?” aku malah balik bertanya karena penasaran.


“ lah semua mahasiswa sini udah pada tahu siapa Gus Rendy, biasanya juga gantiin Gus Fian kalau gak bisa masuk”


“ jangan bilang kamu istrinya Gus Rendy” tebal Sasa membuatku mengangguk malu.


“ beneran kamu istrinya Gus Rendy?” kata Sasa berteriak sangking kagetnya mengetahui status ku sebagai istrinya mas Rendy.


“ bentar ya, aku angkat telpon dulu” kataku menjauh dari Sasa mengangkat panggilan dari mas Rendy.


“ assalamualaikum mas”


“ waalaikumsalam salam, sayang baju aku yang warna hitam kamu taruh mana ya, aku cari-cari kok gak ketemu”


“ bukannya kemarin habis dipakai mas”


“ emang belum di cuci?”


“ belum lah, masih ada di rak baju kotor dalam kamar mandi ”


“ gimana sih sayang kok belum di cuci, hati ini mau kepakek soalnya”


“ mas nggak bilang mana aku tahu kalau mau di pake”

__ADS_1


“ beli baju item lagi boleh kan?”


“ bukannya baju mas yang hitam ada tiga, pake yang lainnya aja lah, sayang duetnya kalau mau beli lagi”


“ nggak terlalu suka sama baju yang lainya yang”


“ terserah kamu aja” aku mengakhiri panggilan dan berjalan ke arah Sasa yang udah makan.


Aku makan bakso pesananku dan kembali mengobrol dengan Sasa.


“ besok ada acara nggak Lis?” tanya Sasa. Aku menggeleng tanda tidak ada acara.


“ besok mau main nggak, jalan ke mall Deket sini” ajak Sasa membuat ku mengangguk dan langsung setuju aja lupa kalau udah punya suami harus ijin dulu.


“ ya udah besok aku kerumah kamu ya”


“ jam berapa?”


“ sorean lah sekitar jam tigaan”


“ oke, aku tunggu” aku kembali memakan baksoku. Sedangkan Sasa udah selesai dengan mie ayam yang dipesannya.


“ oi,, Sasa” teriak cewek yang berjalan kearah kami.


“ Lisa baru masuk hari ini” jawab Sasa.


“ Deby” kata Deby mengulurkan tangan berkenalan.


“ Lisa” jawabku tersenyum, melihat tingkah Deby jadi kangen Lena, sifat dan perilakunya hampir sama.


“ pindahan ya? Pindahan dari kampus mana? Kenapa harus pindah kesini?” tanya Deby dengan pertanyaan yang bingung harus ku jawab yang mana dulu”


“ udah kayak wartawan aja kamu nanyanya, satu-satu kalau nanya, tuh Lisa Sampek bingung mau jawab yang mana dulu” kata Sasa ikut bingung karena pertanyaan Deby.


“ emang pindahan dari kampus mana?”


“ pindahan dari Jakarta Deb” kataku membuat Deby menatapku dengan kesal karena aku tidak menyebutkan nama universitas nya apa.


“ universitas apa?” tanya Deby penasaran.

__ADS_1


“ ada lah salah satu universitas di jakarta selatan ” kataku tersenyum menggoda Deby. Sumpah nih anak persis banget dengan Lena kelakuannya.


“ iya tahu, nama universitas nya apa” kata Deby sedikit meninggikan suaranya membuat aku dan Sasa ketawa bareng melihat Deby yang semakin kesal.


“ santai aja Deb jangan ngegas” kata Sasa di akik tawanya.


“ lah tanyanya apa jawabnya apa”


“ kalau kamu main ke Jakarta nanti tak ajak ke kampus lamaku” kataku masih ketawa.


“ bodo amat lah. ngomong sama kalian kayak ngomong sama sapi tau” kata Deby kesal tapi itu semakin membuat aku dan Sasa ketawa kembali.


“ sembarang aja kamu Deb, istrinya Gus Rendy dibilang sapi” kata Sasa saat tawanya sudah reda.


“ hah. Yang bener Lo istrinya Gus Rendy ” ucap Deby teriak membuat mahasiswa yang lagi makan menoleh kearah kami.


“ keras banget ngomongnya, malu dilihatin orang banyak” kataku sibuk mengaduk kuah bakso yang tidak ku habiskan.


“ nikahnya kapan?” tanya Deby. emang benar nih cewek titisannya si Lena. nggak ada bedanya mereka berdua.


“ emang kamu nggak dateng pas Gus Rendy nikahan?” tanya Sasa. Deby menggelengkan kepalanya.


“ emang lo Dateng?” Deby balik bertanya.


“ nggak sih, tapi ibu Dateng jadi tahu kalau Gus Rendy udah nikah, cuma nggak tahu siapa pengantin ceweknya”


“ Halah Sa, gayamu itu loh kayak udah Dateng aja pas nikahan Gus Rendy ”


“ seenggaknya aku tahu kalau Gus Rendy udah nikah Deb, lah kamu?”


“ ini gue udah tau” jawab Deby membuatku tersenyum mendengar jawabannya.


...****************...


Hay guys 🥰🥰🥰


Maaf banget ya aku update jarang-jarang, soalnya kakak sepupu aku lagi nikah jadi nggak sempet buat nulis.


Terimakasih buat kalian yang masih sabar menunggu karyaku🤗🤗🤗

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu like komen vote dan hadiahnya ya 😇😇😇


Salam manis dari akuhh🥰🥰🥰


__ADS_2