Dialah Imamku

Dialah Imamku
bab 34


__ADS_3

aku terbangun dengan mas Rendy yang udah ada disamping ku. Ternyata aku lupa mengunci pintu kamar tadi malam. Aku juga tidak tahu mas Rendy pulang jam berapa.


“ tadi malam pulang jam berapa mas?” tanyaku saat kami telah selesai sholat subuh berjamaah.


“ jam setengah sebelas, mas Fian juga di suruh pulang mbak Lina cepat”


“ ohh kirain mau pulang jam satu malem”. Aku mengambil Al-Qur'an dan mulai mengaji sedangkan mas Rendy mendengarkan bacaanku. Selesai dengan satu Lampir mas Rendy mengambil alih Al Qur'an gantian dia yang mengaji.


Aku mencium tangan mas Rendy lalu pergi ke mushola untuk nyimak Al-Qur'an mbak-mbak yang masih kecil sedangkan yang udah tingkatan Tsanawiyah dan Aliyah ngaji kitab kuning yang di bacakan mas Fian karena hari ini jadwalnya mas Fian yang mengampu.


sekitar jam setengah enam udah selesai nyimak aku kembali ke kamar dan melihat mas Rendy yang masih tidur karena tadi dia kembali tidur karena tidak ada jadwal pagi.


Aku membiarkan mas Rendy yang masih tidur dan membereskan kamar dengan hati-hati agar di suami tidak terbangun. Padahal berisik pun mas Rendy nggak bakalan kebangun karena tuh orang kalau udah tidur udah kayak kebo nggak denger apa-apa.


“ loh udah balik sayang?” tanya mas Rendy dengan suara serak bangun tidur, matanya aja mencoba untuk terbuka.


“ udah mas, banyak yang sakit katanya”


“ aku dengar dari mbak Asiyah Abah udah boleh pulang mas” kataku sambil mengelap meja rias dengan lap basah.


“ jam berapa? Kok ummik nggak ada bilang sama aku” mas Rendy langsung duduk menghadap ku menunggu jawaban.


“ nggak tahu juga tepatnya jam berapa, tapi tadi pas papasan sama mbak Asiyah bilangnya hari ini udah boleh pulang”


“ kamu nggak tanya gitu sama mbak Asiyah pulang nya jam berapa?”


“ nggak sempet nanya mas, tadi mbak Asiyah buru-buru mau pergi sama mas Alfa”


“ ya udah nanti biar aku tanya sama ummik langsung” kata mas Rendy kembali berbaring di kasur.


“ mas ada jadwal di madrasah gak?”


“ mas” panggilku karena tidak ada jawaban.


“ bisa-bisanya balik tidur lagi” omelku yang tak di dengar mas Rendy karena udah tidur lagi.


“ nggak tahu apa istrinya lagi ngomong malah do tinggal tidur” aku masih mengomel sambil menyapu kamar.


Aku keluar kamar saat mendengar suara mbak Lina yang sibuk dengan anaknya yang mau berangkat sekolah.


“ Akbar sama Fisya dianter siapa mbak?” tanyaku saat di samping mbak Lina.


“ dianter kang Mukhlis dek”


“ aku aja yang antar mbak, sekalian mau beli perlengkapan alat mandi”


“ emang kamu tahu sekolahnya dek?”


“ kan ada Akbar yang jadi petunjuk jalan” kataku mengangkat kedua alis tersenyum kearah Akbar dan Fisya bergantian.


“ alah nanti yang ada Akbar kasih petunjuk ke tempat bermain dek, jalannya kalau dari sini lurus aja, ada pertigaan Indomaret yang di kanan jalan kamu tahu kan?”

__ADS_1


“ iya mbak”


“ nah itu belok kiri habis itu lurus terus di kanan jalan nanti ada sekolah SD 03 Wonosobo”


“ siap” aku duduk disampingnya Fisya yang sibuk dengan sarapannya.


“ Fisya kelas berapa?” tanyaku ,2,buat Fisya menoleh dengan mulut penuh dengan makanan.


“ kelas tiga Aunty” jawab Fisya memperlihatkan tiga jari kanannya.


“ Aunty ambil dompet sama hp dulu ya, tunggu di depan sebentar” kataku karena Akbar dan Fisya udah selesai sarapan.


Aku berjalan ke kamar mengambil dompet dan hp, kulihat mas Rendy masih tidur dengan nyenyak.


“ udah siap?” tanyaku pada Akbar dan Fisya yang udah siap berangkat ke sekolah mencari ilmu.


“ let's go” kataku ketika kami bertiga udah ada di dalam mobil.


“ let's goooo” teriak Akbar dan Fisya barengan. Semangat banget mereka berdua mau sekolah.


“ pulangnya jam berapa? sama apa beda?” tanyaku agar tidak sepi.


“ bedalah Aunty, Akbar kan udah besar pulangnya jam dua belas” ucap Akbar bangga dengan tingkat kelasnya lebih tinggi dari Fisya yang masih kelas tiga SD.


“ ohh Aunty kita pulang nya barengan, jadi kang Muklis bolak balik jemput Akbar dan Fisya gitu”


“ kasian kang Muklis kan Aunty, pasti capek anter jemput Fisya sama bang Akbar” kata Fisya membuatku melihatnya yang ada di kursi belakang dari kaca depan.


“ belajar yang rajin ya” kataku saat Fisya mencium tanganku Salim.


“ Akbar juga belajar yang rajin, adeknya di jagain” pesanku pada Akbar. dia mengangguk dan mencium tanganku salim.


“ Aunty pulang ya” aku melambaikan tangan lalu masuk kedalam mobil. Aku menghentikan mobilku di depan Indomaret. Niatnya yang mau beli perlengkapan mandi jadi nyasar kemana-mana beli jajanan ringan dan minuman dingin. emang gak bisa mata ku ini meninggalkan yang dingin, apalagi kalau udah terlanjur kelihatan.


Selesai dengan semuanya aku kembali ke mobil. Sekarang waktunya pulang karena nanti jam sepuluh ada kuliah.


Aku masuk kedalam kamar dan melihat suamiku masih tidur.


“ ya Allah, udah jam delapan masih tidur aja” ucapku sedikit keras m2,buat mas Rendy menggeliat mencari posisi paling nyaman.


“ mas bangun, udah jam delapan loh” aku menepuk-nepuk pipi mas Rendy agar bangun.


“ masih ngantuk banget sayang”


“ jangan bilang tadi malam pulangnya jam satu beneran?” ucapku dengan nada penuh penekanan.


“ aku nggak suka di bohongin ya mas” aku kembali bicara karena tidak ada sahutan.


“ mana ada mas bohong, tanya aja sama mas Fian kalau nggak percaya” jawab mas Rendy masih dengan mata yang mengantuk.


“ biasanya jam enam udah bangun, lah ini Sampek jam delapan masih tidur”

__ADS_1


“ nggak tau Yang, bawaannya pengen tidur. lagian mas juga nggak ada jadwal hari ini” kata mas Rendy kembali memejamkan matanya.


“ tapi nggak baik mas bagi kesehatan”


“ ya udah terserah kamu aja” ucapku akhir ya mengalah. Tak ada gunanya juga ngomong sama orang ya g masih ngantuk.


Aku bersiap-siap untuk berangkat ke kampus karena udah jam sembilan. Aku menatap mas Rendy yang masih enak tidur tanpa terganggu dengan kebisingan gak kulakukan.


“ mas, aku berangkat kuliah dulu” kataku sambil mengambil tangan kanannya untuk ku cium.


“ hemm”


...****************...


“ hai, baru Dateng juga ya?” sapa Sasa yang baru keluar dari mobil di susul Deby dengan senyuman khasnya yang memperlihatkan semua giginya yang rapi dan putih.


“ nggak bawa motor Deb?” tanyaku.


“ masuk bengkel kemarin habis di pakai sama Abang gue”


“ ohh kirain udah jadi cewek seutuhnya” ucapku bercanda.


“ hahaha, emang setengah cowok nih orang” ucap Sasa membuatku ketawa juga.


“ sialan Lo berdua”


“ bercanda kok Deb, kamu cantik kok” aku menepuk pundak Deby dengan pelan.


“ nanti sore jadi kan?” tanya Sasa mengalihkan pembicaraan.


“ jadilah” jawabku mengangguk.


“ mau kemana, gue kagak diajak nih?”


“ gue udah nawarin Lo kemarin Bambang, Lo nya nggak mau” kata Sasa tidak terima karena kemarin dia udah ngajak tapi Deby nya nggak mau ikut.


“ ikut gue, di rumah sepi kagak ada orang”


“ Sa, aku jemput ya, nanti takut nggak di bolehin sama mas Rendy ”


“ siap bos”


...****************...


...Halo....?...


...Terimakasih udah pada mau mampir😂😂😂...


...Jangan lupa untuk selalu dukung karyaku dengan cara like komen vote dan hadiahnya ya 🥰🥰🥰...


...Semoga kalian nggak Bosen. Hehe😁😁😁...

__ADS_1


...Salam manis dari akuhh 🤗🤗🤗...


__ADS_2