Dialah Imamku

Dialah Imamku
bab 26


__ADS_3

selesai nyimak bacaan Alquran aku kembali ke kamar dan mengambil hp kemudian menyusul mbak Lina dan mbak asih yang sibuk dengan anak-anak mereka di teras rumah.


“ loh mbak aku kok nggak pernah lihat Elsa ya” tanyaku saat ikut bergabung dengan mereka.


“ udah balik pondok dek, ijinnya cuma sehari pas nikahan aja” jawab mbak Asiyah.


“ ohh udah balik pondok” kataku mbak Asiyah hanya menganggukkan kepala.


“ pondoknya mana to mbak?”


“ Al Falah Kajen dek” jawab mbak Asiyah.


“ lohh sama kayak aku berarti ya” kataku membuat mbak Asiyah dan mbak Lina menoleh ke arahku.


“lulusan Al Falah Kajen to dek kamu” tanya mbak Lina heran.


“ iya mbak, peraturannya ketat banget disana mbak, aku Sampek nggak betah mau keluar waktu itu”


“ Elsa kok betah ya mbak” tanyaku membuat mbak Asiyah tertawa.


“ kamu belum tahu dek, awal-awal masuk pesantren dramanya minta ampun, mbak seminggu sekali kesana, tanya aja sama mbak Lina kalau nggak percaya”


“apalagi yang itu ya mbak pas Elsa minta ditemenin sama Jihan, ada semingguan kali ya Jihan ikut mondok di kajen” kata mbak Lina.


“ itu malah lebih parah lagi dek, Jihan kan mondok disini kan, seumuran sama Elsa diajak Jihan ke Kajen kalau Jihan nggak ikut nggak mau balik pondok”


“ iya mbak aku aja nggak betah loh, soalnya disiplin banget kan disana harus target sama kegiatannya”


“sekarang udah betah kan mbak?”


“ Alhamdulillah dek, udah ada temennya kan jadi betahkan ada yang diajak ngobrol, kamu tahu Elsa kalau liburan sekolah nggak mau pulang saking betahnya di pondok sekarang”


“ sama mbak aku juga nggak mau pulang waktu liburan sekolah, soalnya kan banyak yang nggak pulang juga, rumahnya pada jauh jadi mending di pondok aja”


“ hafal Al-Qur'an kamu berarti dek” kata mbak Lina membuatku malu.


“ belum mbak, soalnya aku jarang banget setor hafalan, malahan hampir tiap hari aku kena takziran pengurus”


“ aku denger dari ummik kamu juga pengurus santriwati dek” kata mbak Asiyah menoleh padaku.


“ hehe, iya sih mbak tapi aku bagian yang ngurusin ngaji kitab kuningnya mbak, bukan bagian setor hafalan Al-Qur'an” kataku tertawa cengengesan.


“ sayang hp ku tadi kamu tahu mana?” tanya mas berdiri di tengah pintu.


“ meja dekat laptopnya mas ” jawabku menoleh kearah mas Rendy.

__ADS_1


“ nggak ada yang” kata mas Rendy duduk disampingku dan mencubit pipi Alba.


“ Rendy” kata mbak Lina memukul pelan tangan mas Rendy yang masih mencubit pipi anaknya.


mas Rendy memelukku menggoda Alba sambil melet. Aku tertawa saat Alba menampar wajah mas Rendy.


“ hahaha,,, rasain kamu Ren” kata mbak Lina ikut ketawa.


“ om, omm” panggil Alya anak kedua mbak Asiyah.


“ Mau ikut” mas Rendy mengangkat Alya kedalam gendongannya.


“ om di panggil Abi” kata Akbar anak mbak Lina yang pertama. umurnya baru enam tahun tapi badannya udah kayak anak remaja.


“ dimana?” tanya mas Rendy pada Akbar yang mau nyelonong pergi.


“ gazebo belakang” kata Akbar lalu berlari menyusul temannya mau belajar kelompok.


Mas Rendy pergi ke gazebo belakang dengan Alya dalam gendongannya. Bahkan dia tak menghiraukan panggilan mbak Asiyah karena Alya belum selesai makan.


“ kamu ini gimana sih Ren, belum selesai makan Alya” kata mbak Asiyah menyuapi Alya saat mas Rendy mengembalikan Alya pada mbak Asiyah.


kamu masuk kedalam rumah karena udah surup, katanya nggak baik kalau masih ada di luar rumah.


Aku masuk kedalam kamar dan melihat mas Rendy tiduran di kasur dan memainkan hpnya.


“ iya, masih kurang apa sayang” mas Rendy bangkit dari tidurannya ikut duduk disampingku.


“ tinggal ngirim semua sih mas, besok juga harus ke kampus langsung” kataku sibuk dengan laptop di depanku. aku membiarkan mas Rendy memelukku dan menyenderkan kepalanya di bahu ku.


“ berangkat jam berapa” kata mas Rendy. Wajahnya dekat banget dengan pipiku bahkan Sampek nempel.


“ belum tahu, besok di hubungi dari kampus” kataku gugup.


“ besok kalau udah tahu bilang nanti biar mas yang nganter” kata mas Rendy masih memelukku sesekali bibirnya mencuri cium bibirku.


“ emang besok nggak ada jadwal ngajar?”


“ ada”


“ya udah aku berangkat sendiri aja, nanti minta tolong mbak Lina nemenin biar nggak sendiri” kataku.


“ nggak mau aku anterin?”


“ kan mas ada jadwal ngajar”

__ADS_1


“ pokoknya nanti kalau udah tahu bilang biar mas aja yang nganter”


“ hmm”


Aku kembali fokus mengirim data-data yang diperlukan kampus. sedangkan mas Rendy udah pindah ke kasur tiduran.


“ telpon dari Lena sayang” kata mas Rendy melihat layar hp ku yang bunyi panggilan masuk.


Aku mengambil hp dari tangan mas Rendy dan mengangkat panggilan dari Lena.


“ ada apa len” ucapku melihat muka Lena di layar hp ku.


“ tanggal sepuluh besok ada reuni SD kita ikut nggak Lo?”


“ tanggal sepuluh? Lihat jadwal kuliah dulu deh nanti, emang di rumah siapa?”


“ rumah Elkan”


“ aku usahain deh biar bisa datang” kataku tersenyum.


“ beneran yak ikut”


“ insyaallah Len” aku masih tersenyum mendengar nama Elkan, dia adalah sahabatku waktu SD dulu, tiap ada reuni dia selalu gak bisa hadir, lah ini malah reuni di rumahnya.


“ Elkan siapa” tanya mas Rendy saat sambungan telepon mati.


“ sahabat aku waktu SD”


...****************...


Sepertinya ada bau-bau kecemburuan nih sama sahabat SD-nya Lisa.


apa ada cerita di balik persahabatan Lisa dan Elkan?


Terus pantengin ya...


...****************...


...Hay guys 🥰🥰🥰...


...Makasih atas dukungan kalian semua🤗🤗🤗...


...Terus dukung karyaku dengan like komen vote dan hadiahnya ya 🥰🥰🥰...


...Salam manis dari akuhh 😂😂😂...

__ADS_1



__ADS_2