Dialah Imamku

Dialah Imamku
bab 25


__ADS_3

“ sayang nanti habis sholat asar di suruh ummik nyimak ngaji” kata mas Rendy yang baru masuk kamar ikut rebahan disampingku.


“ aku kan lagi halangan mas”


“ nggak papa cuman nyimak bacaannya tok kok” mas Rendy memelukku dari samping mencoba untuk tidur.


“ mana berani aku, bacaanku aja masih banyak yang perlu di koreksi”


“ bukannya dulu waktu sekolah bacaan Alquran kamu nilai sepuluh do raport ” mas Rendy membuka matanya yang udah merem.


“ hah tahu dari mana?” tanyaku heran.


“ mas mau tidur sayang ngantuk berat ini” mas Rendy mengeratkan pelukannya. Aku menghadap kearah mas Rendy dan mengusap rambutnya dengan lembut. Mas Rendy mencium bibirku sekilas sebelum terbang malam mimpi.


Ku lihat wajah tampan suamiku, ku usap alisnya yang tebal dengan jempol ku lali hidung mancungnya tak luput dari perhatian mataku. aku tersenyum melihat mas Rendy menggeliatkan mencari posisi paling nyaman.


Aku ikut tertidur disamping mas Rendy dengan tangan yang memeluk lehernya. Aku memejamkan mata menyusul mas Rendy menjemput mimpi indah.


Aku terbangun saat kurasa badanku pegel semua. Gimana nggak pegel aku udah kayak guling hidup aja di peluk dan ditimpa kaki mas Rendy.


Aku bangun dengan pelan menyingkirkan tangan dan kaki mas Rendy yang masih memeluk badanku. Aku berjalan ke arah kamar mandi setelah terbebas dari pelukan mas Rendy.


Selesai di kamar mandi aku membangunkan mas Rendy untuk bersiap sholat ashar karena sebentar lagi azan ashar akan berkumandang.


“ mas, bangun sebentar lagi azan ashar loh ” aku mengusap rambut mas Rendy dengan lembut. Mas Rendy mengerjapkan kedua matanya lalu tersenyum melihatku yang masih menunggunya bangun.


“ mau cium sayang” suara serak khas bangun tidur mas Rendy membuatku tersenyum. Manja sekali suamiku ini bangun tidur aja udah minta di cium.

__ADS_1


Aku mencium pipi mas Rendy sebentar lalu membantunya bangun. Mas Rendy masih duduk diatas kasur mengumpulkan nyawa. Mas Rendy memelukku dan menyenderkan kepalanya di dadaku.


“ mandi dulu mas, sebentar lagi azan ashar loh” aku mengusap punggung mas Rendy dengan sayang.


“ masih ngantuk banget sayang” kata mas Rendy tapi melepas pelukannya juga dan berjalan ke kamar mandi.


Aku bangkit dari kasur menyiapkan baju yang akan di pakai mas Rendy nanti masuk ke kamar mandi. Aku meletakkan baju yang udah kupilih di diatas kasur.


“ aunty Lisa” panggil Alba berlari ke arahku setelah bersusah payah mendorong pintu yang tadi kubuka sedikit.


“ ada apa sayang” kataku mengendong Alba dan mencium pipi tembemnya.


“ aunty, bunda bilang besok mau ajak jalan-jalan aunty mau kan?” tanya Alba.


“ aunty tanya om Rendy dulu yaa” kataku mencium kembali pipi Alba.


“ mau pergi kemana?” tanya mas Rendy yang ternyata udah keluar dari kamar mandi. Aku masih sibuk menciumi pipi Alba.


Alba mencium pipiku dan mengeratkan pelukannya di leherku. Aku hanya tertawa melihat tingkah Alba.


“ ini punya om Alba jangan cium cium” kata mas Rendy memelukku dari belakang tidak terima melit Alba yang mencium pipiku.


“ pakai baju dulu lah mas” kataku sambil mencium pipi gembul Alba.


Alba tertawa melihat mas Rendy yang berjalan mengambil pakaiannya dengan wajah cemberut. entah itu ekspresi yang sengaja dia buat agar ponakannya senang atau memang tidak suka melihat Alba dalam gendonganku.


“ sayang tolong kancing” kata mas Rendy berdiri di depanku.

__ADS_1


“ kancingin sendiri kan bisa mas” ucapku membawa Alba keluar dan memberikannya pada mbak Lina karena waktunya makan sore.


aku kembali ke kamar dan melihat mas Rendy masih dengan baju yang belum di kancing kan. aku menghampirinya dan mengancingkan bajunya satu persatu dengan sabar.


“ makasih sayang” kata mas Rendy mencium pipiku.


“ udah” kataku sambil merapikan baju yang di pakai mas Rendy.


aku mencium tangan mas Rendy Salim sebelum dia berangkat ke masjid. Oh iya kalau Jama'ah ashar mas Rendy dan kedua abangnya selalu berjamaah di masjid katanya biar dekat dengan tetangga. selain itu mereka ikut Jama'ah di pondok karena setelahnya mereka ngulang santriwan -santriwati. soalnya kalau asar yang ngajar mbak Lina mbak Asiyah dan ustazah pondok.


aku bersiap untuk mengantikan ummik nyimak bacaan Alquran di mushola. Sebenarnya ada rasa sungkan juga sih karena aku tidak pernah nyimak bacaan Alquran orang, dulu pernah sih waktu mondok di Kajen, tapikan nyimak temen kan nggak terlalu gimana gitu kan orang sama temen sendiri. Lah ini nyimak anak orang yang udah di pasrahkan sama pesantrennya Abah tanggung jawabnya lebih berat.


aku duduk di tempat yang udah disediakan dan tersenyum kearah santri-santri yang duduk dengan sopan di depanku.


Tingkatan yang di semak ummik ini masih kecil-kecil, ini tingkatan ibtidaiyah karena biar bacaannya bagus makanya yang memegang tingkatan ini ummik sendiri. sedangkan yang di pegang mbak Lina dan mbak Asiyah santrinya udah pada besar Aliyah kelas. kalau tingkatan Tsanawiyah di pegang sama ustazah lulusan pesantren ini. Rumahnya lumayan jauh dari pesantren.


...****************...


...Hai guys 🥰🥰🥰...


...Terus dukung karyaku ya 🤗🤗🤗...


...Jangan pada bosen yaa😇😇😇...


...Jangan lupa kasih like komen vote dan hadiahnya ya 🥰🥰🥰...


...Salam manis dari akuhh 😂😂😂...

__ADS_1


__ADS_2