Dialah Imamku

Dialah Imamku
bab 42


__ADS_3

sekitar jam empat sore kami baru pulang.npadshsl dari tadi mas Rendy udah geger ngajak pulang.


aku menatap mas Rendy keluar dari mobil karena tadi aku sempat meminta pengen makan sebentar. Laper banget dari tadi siang belum makan.


“ kalau mas Rendy nggak pengen makan,,, tunggu di mobil aja gak papa,,, aku makan sendiri aja” kataku melihat mas Rendy yang sepertinya tidak suka saat aku suruh berhenti sebentar untuk makan.


Aku menatap mas Rendy heran. Aku kira dia akan tetap ikut masuk walau kesal, tapi ternyata dia masuk lagi kedalam mobil.


Aku menghembuskan nafas karena terasa sesak. Aku masuk kedalam rumah makan dan pesen nasi satu porsi. Entah kenapa saat makanannya tiba di depanku aku jadi tidak lapar. Aku terfikir kenapa mas Rendy sikapnya akhir-akhir ini berubah-ubah.


Aku hanya makan sedikit nasi yang ku pesan karena udah nggak napsu. aku membayar dan kembali ke mobil. aku menatap mas Rendy sekilas karena dia tidak menghiraukan ku yang udah masuk ke mobil.


Sepanjang perjalanan pulang kami hanya diam tidak ada yang bicara. aku juga tidak ingin ngobrol apalagi ngajak mas Rendy bicara.


Tiba dirumah aku langsung keluar dari mobil yang terasa sesak dari tadi padahal hanya ada kami berdua.


Aku menghela nafas panjang dan duduk di sofa kamar sebentar lalu masuk kamar mandi. aku meredam badanku dalam bathtub menghilangkan rasa penat.


setelah merasa enakan aku keluar kamar mandi dan melihat mas Rendy udah rebahan di kasur. Ternyata dia udah mandi. Mungkin dia mandi di mar tamu karena aku terlalu lama di dalam kamar mandi tadi.


aku mengambil laptop dan membuka email yang di kirim Sasa. Aku menatap layar laptop yang menunjukkan materi kuliah lengkap dengan tugasnya.


aku mengangkat panggilan video call dari Sasa dan meletakkan hpku di samping laptop dengan layar menghadap kearahku yang menampilkan wajah sasa.


“ sumpah ya, Gedeg banget gue sama Bu Ani,,, ngasih tugas banyak banget” suara Sasa terdengar kesal.


“ ini beneran tugasnya sebanyak ini?” tanyaku masih nggak percaya.


“ iyalah,,, Lo mau penelitian di sekolah mana Lis?”


“ nggak tahu,,, orang baru masuk beberapa hari udah dapat tugas banyak banget”


“ di sekolah Deket rumahnya Deby aja gimana? sekalian nginep di Sono biar gak pusing cari kos” usul Sasa.


“ emang itu penelitian nya berapa hari sih,?”


“ males baca kan Lo, sama gue juga males,,, tadi kata Ali sih seminggu”


“ lama banget ”


“ udah deh besok sore kita cek lokasi aja”

__ADS_1


“ pagi aja lah,,, kalau sore nggak bisa”


“ pagi mah enak tidur Lis”


“ pokonya pagi,,, jam tujuh aku udah otw ke rumah kamu”


“ woi monyet,,, itu kepagian”


“ biar cepet Sa, sore aku sibuk mau pindahan rumah”


“ wihhh,,, tinggal berdua Ama suami aja nihh,,, bikinin gue ponakan yang cantik bisa dong” goda Sasa.


“ apaa sih mikirnya jauh banget”


“ itu nggak jauhh Lis,,,kan kalian udah nik,,,”


“ udah aku matiin dulu” aku mematikan panggilan sebelum Sasa melantur kemana-mana.


Aku menoleh kearah kasur dan melihat mas Rendy yang ternyata udah tidur. Aku berjalan ke arah kasur membenarkan selimut menutupi setengah badan mas Rendy.


aku kembali ke sofa dan fokus ke layar laptop mengerjakan tugas yang bisa di kerjakan sekarang.


Aku masuk kamar mandi untuk cuci muka dan membersihkan badan. Aku mengambil cream malam Wardah di meja rias dan mengoleskannya pada kulit wajahku agar terlihat glowing.


selesai dengan ritual malam ala-ala perempuan aku ikut berbaring di kasur samping mas Rendy. aku kembali menguap dan mulai memejamkan mata menjemput mimpi indah.


Aku kembali membuka mataku dan langsung duduk sambil menggelengkan kepala karena entah apa aku memikirkan kejadian tadi pagi saat menjenguk Elsa di pondok.


Aku mengusap wajahku saat bayang itu kembali bermunculan di kepalaku. entah kenapa aku memikirkan perubahan sikap mas Rendy tadi pagi ada hubungannya dengan Ning Shofia yang menghampiriku.


“ apa jangan-jangan mas Rendy ada hubungan yang belum terselesaikan dengan Ning Shofia, makanya dia tidak mau kalau diajak datang kesana?” batinku membuatku semakin menggelegak kepala dengan keras.


“ nggak,,, semoga itu hanya pikiranku saja” kataku pelan pada diri sendiri.


Aku kembali berbaring dan menatap mas Rendy yang damai dalam tidurnya.


“ semoga itu hanya pikiranku saja mas” ucapku pada mas Rendy yang jelas tidak mendengarnya.


Aku mengusap wajah tampan suamiku dengan hidup mancung dan alis yang tebal berwarna hitam pekat.


Aku mencoba tidur tapi tidak bisa. Aku merubah posisi tidurku membelakangi mas Rendy. Bukannya langsung merem dan tidur pikiranku semakin menerawang jauh entah kemana.

__ADS_1


“ apa mungkin mas Rendy punya hubungan dengan Ning Shofia?” batinku dalam hati.


“ kalau iya,,, kenapa mas Rendy nggak pernah cerita sama aku”


“ ya Allah,,, semoga ini hanya pikiranku saja, semoga itu tidak benar”


Aku menghela nafas panjang berharap bisa tidur karena jarum jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi.


Aku berpura-pura tidur saat merasakan pergerakan di belakangku. Aku merasakan mas Rendy bangun dari kasur dan berjalan ke kamar mandi.


Aku mengintip mas Rendy yang sedang melaksanakan sholat tahajud. Dalam hati aku merasa sangat bangga dan bahagia bisa mendapatkan suami yang taat beribadah dan tidak neko-neko.


Aku tersenyum melihat punggung mas Rendy yang sedang melaksanakan sholat tahajud. Aku memang bukan wanita Sholehah, bahkan aku jarang sekali melakukan sholat- sholat Sunnah. Aku hanya melakukan sholat wajib lima waktu saja. Aku bahkan jauh dari kata Sholehah. Kalau di pikir-pikir aku tidak pantas bisa mendampingi mas Rendy yang rajin dan taat dalam beribadah dan menjalankan perintah Allah dan rasul-nya.


Aku kembali memejamkan mataku saat melihat mas Rendy selesai melaksanakan sholat tahajud.


Mas Rendy mengambil Al-Qur'an di rak yang berisikan buku-buku dan kitab kuning miliknya.


Suara mas Rendy terdengar pelan saat membaca ayat demi ayat Al-Qur'an. mungkin dia takut aku terbangun. Memang biasanya aku tidak pernah ikut sholat tahajud bareng mas Rendy dan dia juga tidak pernah mempermasalahkan hal itu jadi aku tetap tidur dan mas Rendy sholat tahajud sendiri.


Aku tidak pernah tahu kalau mas Rendy akan membaca Al-Qur'an sampai terdengar suara adzan subuh. ternyata suamiku ini membaca Al Qur'an sambil menunggu waktu subuh tiba.


Mas Rendy membangunkan ku saat sholat subuh. Aku pura-pura menggeliat biar tidak ketahuan. Aku menatap mas Rendy dan tersenyum.


Aku bangun dan masuk ke kamar mandi bersiap melaksanakan sholat subuh berjamaah dengan mas Rendy.


Tapi biasanya kan aku yang bangunin mas Rendy kalau adzan subuh. Kalau di setiap hari sholat tahajud terus dan menunggu waktu subuh seperti hari ini, apa jangan-jangan mas Rendy balik tidur lagi dan membiarkanku bangun lebih dulu dan membangunkannya. Entah lahh.


...****************...


...haloo guys 🥰🥰🥰...


...Jangan pada bosen yaa😂😂😂...


...Terus dukung karyaku dengan like, komentar, vote dan hadiahnya jangan lupa yaa🤗🤗🤗...


...Salam manis dari akuhh 😊😊😊...


...Terimakasih 🙏🏻🙏🏻🙏🏻...


...Dadahhh👋👋👋...

__ADS_1


__ADS_2