Dialah Imamku

Dialah Imamku
bab 32


__ADS_3

“ Jang lupa besok Lis” kata Sasa mengatakan lagi takut akunya lupa. Kami berpisah di parkiran menaiki kendaraan masing-masing. Deby udah pulang duluan karena di jemput sama abangnya.


sebelum pulang aku mampir dulu di warung makan.


“ pak nasinya satu porsi sambelnya banyakin ya pak” aku memesan satu porsi nasi lengkap dengan lauknya.


“ siap mba, tunggu sebentar ya” ucap bapak penjual dengan tangan yang lihai menggoreng ikan lele kedalam wajan yang sudah terisi minyak goreng panas.


Sekitar sepuluh menit pesananku sudah jadi. Aku tersenyum membayar makanan yang aku pesan.


“ terimakasih mbak” kata bapak penjual terus menerus berterima kasih hanya karena kembaliannya tidak usah dikembalikan.


“ iya pak sama-sama” kataku lalu balik kedalam mobil kembali pulang.


...****************...


“ kok baru pulang sayang” kata mas Rendy melihatku masuk kedalam kamar.


“ iya mas, tadi mampir beli makan dulu” aku memperlihatkan plastik yang berisi makanan yang ku beli tadi.


“ makanan apa?” mas Rendy ikut duduk dibawah melihat makanan yang ku buka.


“ aku mau ganti baju dulu, jangan dimakan loh mas” ucapku memperingatkan mas Rendy karena dia itu suka nyomot makanan orang.


“ iya”layan,as Rendy mengurungkan niatnya untuk mencuil lele yang menggugah selera.


“ mau ikut makan nggak?” tanyaku mulai memakan karena mas Rendy kembali tiduran di kasur.


“ suapin ya” kata mas Rendy tidak turun dari kasur.


“ makan sendiri lah”


“ males”


“ emang tadi udah makan?”


“ belum, nungguin istri biar makan bareng malah beli makan di luar dan makan sendiri” kata mas Rendy tanpa menoleh kearahku yang menikmati makanan.

__ADS_1


“ ya udah sih sini makan bareng” aku kembali menyiapkan makanan kedalam mulutku.


“ udah nggak mood”


“ okeh kalau nggak mau”


“ katanya nggak mood ” kataku saat mas Rendy duduk disampingku dengan wajah di tekuk.


“ mas besok aku mau izin pergi ke mall” kataku menyuapi mas Rendy. Emang dasar bayi gede nggak mau makan sendiri. Kalau nggak disuapi mana ingat dia kalau belum makan.


“ sama siapa, cewek apa cowok?”


“ temen kampus Sasa anaknya Bu Ani” kataku menyebutkan nama ibunya Sasa karena kata Sasa tadi mas Rendy mengenal ibunya.


“ ohh, pergi jam berapa?”


“ habis ashar jam tigaan”


“ emang besok nggak ada kuliah”


“ ada sih tapi cuma satu doang jam sepuluh pagi”


“ mau belanja mana ada capeknya sih mas”


“ besok mas ikut”


“ hah ngapain, mending nggak usah deh mas daripada nanti bosen” ucapku agar mas Rendy tidak ikut. Ya Kali mau belanja jalan-jalan suami iku, yang ada nanti malah nyuruh belanjanya cepet-cepet dan nggak bisa menikmati belanja lagi.


“ emang kenapa sih kalau suami ikut istrinya ke mall, emang ada yang salah laki-laki ikut ke mal?”


“ nggak juga sih, tapi awas aja kalau mas nanti rewel suruh cepat-cepat belanjanya”


“ nggak” mas Rendy kembali merebahkan badannya di kasur sedangkan aku membersihkan bungkus makanan dan membuangnya ke sampah.


“ Abah pulangnya kapan mas” aku ikut berbaring disamping mas Rendy.


“ belum tahu nggak ada kabar dari ummik juga, mau jenguk juga nggak boleh disuruh fokus ke pesantren aja”

__ADS_1


“ Abah sakit apa mas?” tanyaku pelan takut mas Rendy tersinggung.


“ mas juga nggak tahu, pas nanya sama ummik Abah sakit apa juga nggak di jawab sama ummik. padahal Abah hampir tidak pernah masuk rumah sakit kalau lagi sakit, baru kali ini makanya mas kaget banget pas denger Abah masuk rumah sakit”


“ mas kalau suatu hari ada yang terjadi sama Abah mas Rendy gimana?”


“ amit-amit sayang jangan ngomong gitu” kata mas Rendy dengan suara bergetar mau menangis.


Sebenarnya aku juga tidak tahu kalau mulutku sampe ngomong kayak gitu, itu reflek keluar dari mulutku.


“ semoga Abah cepat sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasanya lagi”


“ Amin” jawab mas Rendy pelan. sepertinya dia beneran menangis.


Aku mengusap rambut kepalanya menenangkan. aku tahu mas Rendy takut kehilangan sosok panutan dalam hidupnya. apalagi mas Rendy dekat banget sama Abah.


Mas Rendy memeluk tubuhku dengan erat seakan takut kehilangan. Aku sempat berfikir kenapa mas Rendy seolah takut aku pergi ninggalin dia.


“ mas, bangun udah adzan Maghrib loh” aku menggoyangkan badan mas Rendy yang masih memelukku. Ternyata di sampe tertidur menangis tadi.


“ mas sholat Maghrib dulu” aku kembali membangunkan mas Rendy karena dia tidak bangun juga.


Aku mencium kening pipi dan bibir mas Rendy bergantian agar dia terbangun.


Mas Rendy menggeliat mencari posisi yang nyaman. Padahal tadi matanya udah melek loh tapi kok balik tidur lagi.


“ mas sholat Maghrib dulu, habis itu balik tidur lagi ”


Mas Rendy membuka mata ga dan menatap kearahku. Setelah dirasa nyawanya sudah berkumpul mas Rendy masuk kamar mandi ngambil air wudhu lalu sholat. Mas Rendy sholat sendirian karena aku udah sholat duluan.


...****************...


Hay guys 🥰🥰🥰


terimakasih banyak ya untuk dukungan kalian semua🤗🤗🤗


Jangan lupa untuk selalu dukung karyaku dengan cara like komen vote dan hadiahnya Jagan lupa 😂😂😂

__ADS_1


terimakasih 🙏🏻


Salam manis dari akuhh 😊😊😊


__ADS_2