DIARY LUKISAN MILIK OLA

DIARY LUKISAN MILIK OLA
BAB 14


__ADS_3

Tiba di lobi Rudy di sambut sekretaris nya Rita yang sudah dua bulan cuti melahirkan , " selamat siang Pak"..sapa Rita sambil membungkuk. " siang gimana anak kamu sehat!? "...tanya Rudy. " Alhamdulillah sehat Pak"...jawab Rita dengan senyuman termanis yang Ia miliki.


" Ya sudah Saya ada urusan mulai besok saja Kamu masuk"...ucap Rudy tidak membalas senyuman Rita, Rudy gak ingin tamu nya menunggu lama " baik Pak"...jawab Rita membungkuk.


Tamu Bapak ada di ruangan Bu Rita"...ucap resepsionis, " ya sudah Kamu lanjut Kerja, Saya kesana"...Rudy langsung melangkah meninggal kan Rita dan Tina.


eh Mbak Rita ada kabar terbaru lo tentang Pak Rudy ",...Tina mulai debut gosip.


"kabar apa Tin?"....Rita meneslisik wajah Tina, " Pak Rudy punya Asisten Mbak cantik Lo orang nya "....ucap Tina.


...ah yang bener kamu!?"...Rita gak percaya Bos dingin mau merekrud asisten, "Iya Mbak kalau mau bukti naik gih liat".. Ucap Tina.


Rita diam terbakar cemburu, hancur sudah harapan kalau Rudy benar-benar sudah punya kekasih. Rita gak bisa bayangkan kalau perhatian Rudy selama ini berpindah pada Asisten baru. tapi untuk naik ke atas Rita gak punya keberanian.


Rudy masuk keruangan Rita. wajah yang tadi nya sempat tersenyum, seketika berubah merah menahan marah.


Terkejut melihat siapa tamu yang datang. Rudy marah karena Tina resepsionis sudah membuat nya turun karena Hal yang gak penting.


"Hay Kakak"....sapa Menik tersenyum langsung bangun dari duduk memberi hormat dengan cara menundukkan kepala.


Buat apa kamu kesini !? "...tanya Rudy setengah membentak Rudy gak suka dengan kedatangan Menik.


Bosen Kak di rumah jadi Menik kesini mana tau bisa belajar ".... jawab Menik mendekati Rudy ingin bermanja.


Pulang sana jangan pernah datang lagi kesini!!"...usir Rudy dingin mengibas kan tangan agar Menik jangan mendekat.

__ADS_1


Menik sengaja meraih tangan Rudy, dengan sengaja pula Menik menjatuh kan diri. Rudy reflek menangkap pinggang Menik agar tidak jatuh kelantai.


Menik merasa detak jantung nya tidak beraturan, merasa bangga sudah mendapat kan apa yang Ia ingin kan berharap Rudy akan menerima nya dengan baik.


Apaan Sih Kamu pulang sana!! "...bentak Rudy melepas tangan nya dari pinggang Menik, Rudy gak habis fikir kenapa Menik berani datang kekantor nya.


Keluar suara tangisan Menik karena punggung nya sakit kepentok lantai saat Rudy melepas tangan nya. Rudy menoleh sesaat bukan nya simpatik atau kasihan Rudy langsung berteriak memanggil supir.


Antar Dia pulang!!"....titah Rudy pada Supir, jangan pernah bawa lagi Dia kekantor ini. Menik kecewa ternyata apa yang Ia dapat hari ini gak sesuai harapan. Menik dapat mendengar suara lantang kemarahan Rudy, karena pintu Ruangan Rita terbuka lebar.


Rudy berlalu ke lif dengan perasaan jengkel, Tina dan Rita terperangah belum pernah mereka melihat Rudy semarah Itu dan mengusir seorang perempuan.


sebelum masuk ke lif Rudy balik tidak jadi masuk, Rudy perlu mengarah kan Tina soal tamu. Rita dan Tina sedang kasak kusuk membahas tentang Rudy dan Menik, Saat Rudy datang dengan aura dingin.


Hhmm... Hhhmm


"Kamu wajib menanyakan apa keperluan tamu yang datang jangan seperti tadi hanya membuang-buang waktu Saya saja "....ucap Rudy kesal langsung berbalik.


Menik kecewa sepanjang jalan Menik menyumpah serapah Rudy, hati nya kesal ternyata Rudy terlalu sombong. Menik gak terima dengan perlakuan Rudy "Ingat Tuan Rudy Andrian suatu saat aku akan buat kamu mencium telapak kaki ku"...ucap Menik dalam hati kemudian tertawa seperti orang hilang akal.


supir yang bawa Menik pulang juga gak luput dari makian, Menik terus memaki hingga sampai kerumah.


Sulastri langsung keluar ketika dengar pintu gerbang terbuka, dengan senyum terkembang Sulastri menunggu Menik turun. Berharap kabar baik dari Menik yang dapat sambutan hangat saat mengunjungi Rudy.


Menik turun dan membanting pintu mobil sekuat nya, supir yang masih di dalam sampai terjingkat kaget " Dasar siluman"...lirih Supir agar gak di dengar Menik.

__ADS_1


Sulastri langsung menghampiri Menik, " kenapa Sayang!? "...tanya Sulastri mengusap jejak air mata di pipi Menik. " Menik di usir Ma"...Ucap menik nyaris tak terdengar, Menik memeluk Sulastri.


manusia sombong, orang kaya gila gak punya otak. sungut Menik sambil nangis di pelukan Sulastri, " udah-udah kita masuk dulu ya? "...bujuk Sulastri sambil membimbing Menik masuk kedalam.


Suseno ngintip melihat interaksi Ibu dan anak dari balik kain horden kamar, " hhhmm pasti di usir"...ucap suseno kemudian menghubungi kepala Art agar mencari tau apa yang terjadi dengan Menik.


Keluar dari lif, Rudy menghubungi Suseno agar segera mencari informasi tentang Sulastri dan Menik. Rudy paling tidak suka di tipu, Rudy gak mau menampung lama-lama Sulastri dan Menik, seandai nya mereka memang tidak ada sangkut paut nya dengan adik dari almarhum Jony papa nya Rudy.


setelah selesai menghubungi Suseno, Rudy memasukan kembali benda pipih itu kesaku.Rudy kembali ke ruangan nya, sampai di dalam langsung menghempaskan punggung nya di sofa.


Rudy juga melempar beberapa berkas di atas meja sofa luapan kesal, lupa kalau Ola ada di ruangan yang sama.


Rudy terus menggerutu tentang menik, Ola yang sudah bangun hanya mendengar tidak berani bertanya. Rudy menghisap nikotin membuang kasar asap ke udara, gak habis fikir kenapa Menik yang baru dua hari berani datang.


Teringat Ola Rudy kembali duduk tegak, menoleh untuk melihat Ola sudah bangun atau belum.


Rudy tersenyum melihat Ola yang kini menatap nya dengan tatapan bingung, " udah bangun!?"...tanya Rudy canggung pasti Ola sudah mendengar ocehan nya tadi. Ola mengangguk takut bercampur malu, karena sudah dua kali ketiduran saat jam kerja.


Ola merasa tenggorokan nya kering. Ola takut untuk permisi ke pantry. timbul inisiatif untuk menawar kan Kopi atau minuman lain sebagai penebus kesalahan karena sudah Tidur di jam kerja.


" Pak...Bapak mau saya buat kan kopi"...tanya Ola memberanikan Diri, Rudy melihat waktu di dinding " gak usah udah hampir jam istirahat Kita keluar aja".. ucap Rudy.


Rudy bangkit untuk menaruh beberapa berkas yang tadi sempat Ia terima dari bagian pemasaran, Ola masih berdiri menunduk.


Rudy menyambar jas yang tadi dipakai nyelimutin Ola, Rudy melangkah lebih dulu meninggalkan ruangan nya. Ola gak tau apa yang terjadi pada Si Bos, dengan langkah kecil Ola ngikutin Rudy dari belakang.

__ADS_1


.


__ADS_2