DIARY LUKISAN MILIK OLA

DIARY LUKISAN MILIK OLA
BAB 48 ISLAM KTP


__ADS_3

Proses ijab kabul ahir nya selesai, walau sempat mengulang dua kali ahir nya pada ucapan ketiga Rudy berhasil pasih mengucap kan hanya dengan satu tarikan nafas,


Sah..


Sah...


ucap semua yang Ada di situ, selanjut nya Rudy memakai kan cincin berlian yang sangat mahal dan indah tentu nya, tampa terasa Air mata Ola jatuh pernikahan yang tidak pernah di sangka nya kini benar-benar terjadi.


Ternyata Rudy laki laki yang sangat bertanggung jawab akan ucapan nya, tatapan lembut Rudy seakan menusuk jantung, Ola menunduk tidak sanggup membalas dan berkata apa-apa Ola akan mempertanya kan soal pernikahan Ini nanti.


Setelah Rudy memakai kan cincin acara di lanjut kan dengan Doa, semua yang datang turut mengamin kan untuk kebahagiaan Ola dan Rudy termasuk Suseno yang terus menetes kan Air mata bahagian nya.


Rudy dan Ola di beri pencerahan tentang kewajiban Suami istri dalam rumah tangga, kedua nya mendengar dengan seksama, di pertengahan pencerahan yang di berikan Ustad, Rudy merasa diri nya seperti debu yang paling kotor.


Terselip keinginan untuk mempelajari lebih jauh tentang agama, " untuk Nak Rudy, tuntun lah anak istri mu kelak kejalan yang benar, sebanyak apa pun harta yang nak Rudy cari bukan buat jaminan di ahirat kelak, maka dari itu sebaik baik nya lah menjaga keluarga" ucap Ustad membuat Rudy tersadar kalau selama Ini Ia sangat jauh bahkan tidak mengenal sang pencipta.


Tenggorokan Rudy seperti kering sangat menyesal telah banyak membuang waktu hanya mengejar harta dunia tampa sekalipun mengerjakan kewajiban sebagai seorang Muslim.


" Ampun Kan Aku ya Allah, Aku sangguh hina Islam Ku hanya di ktp " Lirih Rudy dalam hati yang hampir menangis tapi Rudy berusaha tenang dengan terus menatap wajah Pak Ustad yang nampak sangat teduh.


Setelah ceramah singkat Pak Ustad, semua tamu di persilahkan untuk mencicipi hidangan yang sudah tersedia tidak terkecuali Pak Ustad juga di persilah kan mencici hidangan yang sudah di sediakan di meja kusus.


Rudy membantu Ola bangkit karena harus pindah ke kursi pengantin yang serba mewah, "Sayang Mas tinggal sebentar Ya?, Mas mau menemui Pak Ustad " ucap Rudy setelah mengantar Ola naik ke pelaminan.

__ADS_1


" Mas Aku ikut juga Ya? " pinta Ola, bagaimana pun merasa risih kalau duduk sendiri tentu akan jadi pusat perhatian para undangan.


" Beneran nih mau ikut " Tanya Rudy menatap wajah Ola yang semakin membuat nya mabuk kepayang.


" Iya malu Mas kalau duduk sendiri " jawab Ola juga menatap mata elang yang selalu membuat nya berdebar.


" Ya sudah ayo " ajak Rudy masih menggengam erat tangan Ola, sementara mata tua Suseno terus mengikuti kemana Ola dan Rudy pergi.


" Assalam mualaikum " ucap Rudy bersamaan dengan Ola, saat mereka sudah sampai di samping meja Pak ustad, " WA'alaikum salam" jawab Pak Ustad langsung berdiri.


" Kenapa pengantin nya kesini?, Ayo silahkan duduk " ucap Pak Ustad sedikit cemas kepikiran apa mungkin ada kesalahan tidak lupa Pak Ustad menarik kursi agar Ola dan Rudy duduk.


" Apa ada prosesi yang terlewat Man Rudy " tanya Pak Ustad hati-hati.


" Oh tidak Pak Saya menemui Bapak ingin minta pertolongan Bapak untuk mengajari Saya dan Istri tentang ilmu agama " Jawab Rudy dengan Suara di kecil kan.


" Saya mau mendalami Islam Pak, selama ini Islam saya cuma di ktp" jawab Rudy menunduk malu juga marah pada diri sendiri yang telah lalai dan lupa.


" Oh itu bagus Pak, berarti hidayah itu datang tepat pada hari ini Saya sangat mendukung bukan nya itu sangat mulia Pak, sebab apa yang kita cari di dunia ini tidak akan kita bawa mati, Dunia ini tempat kita mencari pahala dan hanya amal ibadah Kita yang akan menyelamat kan kita di dunia dan ahirat " jawab Pak Ustad panjang lebar.


Rudy terdiam begitu juga Ola, Mereka sama- sama menghembus nafas berat sungguh selama jadi manusia tidak berguna, entah kenapa Rudy merasa semakin kecil pintu hati nya benar-benar terketuk dan semakin yakin untuk belajar ilmu agama.


" Ya baik lah Pak, kami permisi silah kan lanjut kan makan, nikmati semoga kedepan nya Bapak tidak akan bosan mengajari Kami " ucap Rudy dengan rasa malu.

__ADS_1


" Tentu tidak akan bosan Pak Rudy bukan kah saya semakin banyak menabung pahala untuk di bawa kelak di ahirat " jawab Pak Ustad menepuk bahu Rudy.


" Oh ya satu lagi pesan Saya, jaga keluarga Nak sayangi Istri dan Juga Bu Ola melayani suami sangat berpahala besar loh " Ucap Pak Ustad sambil tersenyum membuat Ola menunduk malu.


" Baik Pak Kami permisi, " ucap Rudy sedikit menunduk tanda hormat, hati Ola tersentuh semakin kagum pada Rudy baru kali ini melihat sosok Rudy mau menundukan kepala pada orang lain.


Rudy menggengam jemari Ola mengisyarat kan kalau mereka harus segera berlalu dari tempat itu, karena sudah mengganggu kenyamanan Pak Ustad yang sedang menyantap hidangan.


" Mas Yakin mau belajar Agama " tanya Ola sambil mengikuti langkah Rudy.


" Yakin sayang setelah mendengar ceramah Pak Ustad tadi Mas merasa jadi manusia tidak berguna " jawab Rudy.


Ola menunduk tau apa yang kini melanda perasaan Suami nya, karena Ola juga mendengar kan ceramah Pak Ustad yang mengingat kan akan kematian, Ola tersenyum harus mendukung apa yang sudah menjadi keputusan Rudy karena itu memang keharusan bagi semua umat Muslim.


Mereka sama-sama duduk di pelaminan Super megah, kedua nya sangat serasi semua tamu berdoa untuk kebahagiaan kedua mempelai kecuali beberapa yang masih nampak tidak senang karena Ola lah yang berhasil menundukan hati Rudy yang sedingin Es kutub utara.


Semua tamu menyalami kedua mempelai mereka mengucap kan selamat serta mendoa kan kedua mempelai agar sakinah mawahdah warohma.


" Kamu capek Sayang " Tanya Rudy lembut karena menyadari kalau Ola sangat gelisah.


" Capek Mas gaun Ini bikin Aku gak bebas bergerak, Kaki Ku juga lecet ini " jawab Ola apa ada nya.


" Buka aja sepatu nya kalau sakit " perintah Rudy.

__ADS_1


" Kalau bukak Aku bisa kalah tinggi dari Mas " ucap Ola merengut, Ola gak mau terlihat kecil bagaimana pun harus mengimbangi tinggi Rudy yang memang berbadan tinggi dan kekar seperti atlet basket.


Rudy tersenyum sikap yang spontan dan terus terang justru membuat Rudy gemes dan gak rela berjauhan.


__ADS_2