DIARY LUKISAN MILIK OLA

DIARY LUKISAN MILIK OLA
BAB 41 RASA RINDU


__ADS_3

Setelah membaca pesan dari Rita, Rudy jadi semakin gak bisa tenang dan tidak bisa melanjut kan tidur." Harus kah pergi " gumam Rudy memang demam nya sudah jauh berkurang,Tapi urusan kerja juga tidak bisa di abaikan begitu saja, Rudy mondar mandi sambil memikir kan langkah selanjut nya.


" Baik lah Aku sendiri yang akan menangani " batin Rudy tidak Rita dan bayi nya merusak reputasi nya sebagai seorang pembisnis.


Rudy duduk di pinggiran tempat tidur lalu melirik Ola yang terlihat sangat nyaman dengan tidur nya, "Baik lah Kamu ikut sayang" batin Rudy lagi lalu membangun kan Ola.


mendengar dengkuran halus Ola, Rudy jadi tidak tega untuk membangun kan nya. tapi gak mungkin mengulur waktu lagi, Rudy mencari cara untuk membangun kan Ola agar cepat sadar.


Rudy tidur di samping Ola, mata nya menatap wajah Ola " Kamu cantik Sayang" gumam nya, lalu menciumi seluruh wajah Ola agar Ola terbangun.


" Apaan Sih Mas " Ucap Ola membuka mata sesaat lalu kembali menutup , " Ayo sayang bangun kita pergi pagi ini " Ucap Rudy membuat Ola membuka lagi mata sebelah.


" Ke mana Mas " tanya Ola sambil tangan nya meraba di bawah selimut, ternyata pakaian nya masih lengkap Ola tersenyum karena Rudy menepati ucapan nya.


" Rita gak bisa gantikan Saya " Rudy menjelas kan, " Tapi gimana mau pergi, Mas kan belum pulih " jawab Ola khawatir ingat gimana Rudy menggigil.


" Sudah yuk bangun kita siap siap " ucap Rudy, lalu turun takut ke bablasan lagi kalau terus bersentuhan dengan Ola.


" Tapi Mas " Ola kembali perotes karena masih ngantuk.


" Ada kamu sayang sebagai Obat mujarab , liat nih udah sembuh kan? " ucap Rudy kemudian merentang kan kedua tangan.


" Mas yakin? " Tanya Ola ogah turun ingin baring lagi karena masih sangat ngantuk.

__ADS_1


" Kalau masih ngantuk tidur lah, Mas pergi sendiri paling tengah malam besok udah nyampe sini lagi" Ucap Rudy mulai kesal Ola terlalu banyak nanya, Rudy juga berfikir gak mungkin maksa kalau Ola memang gak mau ikut, akan lebih baik tampa Ola agar urusan nya cepat selesai.


Ola langsung bangun duduk sambil peluk bantal, Ola menatap Rudy memang wajah Rudy yang sudah kelihatan cerah seperti biasa, Tapi di dalam hati Ola tetap cemas.


" Yaudah Aku ikut Mas " Ucap Ola turun dari ranjang, Ola balik ke kamar nya untuk membersih kan Diri.


Ola masuk kamar mandi Ola lihat handuk hasil lemparan nya masih tergeletak di lantai Ola datang malah menginjak nya, masih ada rasa kesal dengan handuk itu.


Gak but u had waktu lama Ola sudah selesai membersih kan diri, dengan cekatan Ola mempersiap kan segala keperluan nya yang akan di pakai nya saat ikut bersama Rudy.


Setelah semua selesai Ola menarik nafas panjang, gak di sangka nya hari ini benar-benar akan pergi keluar kota, Ola berniat akan mempublikasikan perjalanan nya Karena ini yang pertama kali Ola pergi keluar kota.


Setelah di rasa cukup tidak Lupa Ola sedikit memoles wajah nya agar kelihatan lebih cantik dan fres , sesudah rapi dan cantik Ola keluar dari kamar sambil menyeret koper yang lumayan berat.


Ola berhenti lalu mengangkat wajah nya melihat Rudy, " Ya mau ikut Mas lah" jawab Ola melangkah maju sambil terus menarik koper


" Ya ampun ngapain bawak beginian, gak perlu " Ucap Rudy mengambil alih koper dari tangan Ola, Rudy membuka kembali pintu kamar nya dan menyimpan koper Ola di dalam.


" Kenapa Mas? " Tanya Ola ikut masuk kedalam kamar, Ola jadi bingung kenapa Rudy melarang nya bawa pakaian ganti, bukan nya mereka akan nginap trus mau pakai apa kalau gak bawa pakaian ganti.


Rudy berbalik setelah meletakan koper di sudut dan kemudian tersenyum " Gak perlu sayang Mas Mu ini gak kekurangan uang buat beli baju kamu yang baru " jawab Rudy tau fikiran Ola yang terbiasa hidup sederhana.


" Ngapain beli lagi Mas, itu yang di bawa pakaian baru semua loh " jawab Ola kurang Suka kalau Rudy menghambur-hambur kan uang.

__ADS_1


Rudy diam menatap dalam wajah Ola, kagum dengan sifat prihatin dan hemat yang di miliki Ola.


" Sini tangan nya " ucap Rudy ingin membawa Ola turun kalau terus Tanya jawab gak bakal selesai dan pasti mereka akan terlambat, Ola mengulur tangan sebelah sambil menatap intens.


" Yuk kita turun " ajak Rudy setelah menggengam tangan Ola, membuat Ola terkikik dalam hati, karena sempat berfikir kalau Rudy minta tangan nya untuk di cium karena meminta maaf, ehh ternyata itu salah besar Ola tersenyum lalu mengikuti langkah Rudy.


Sampai di bawah Rudy memerintah kan supir untuk mengantar nya ke bandara, tak lupa Rudy sedikit berpesan kepada kepala Art karena Ia dan Ola akan pergi beberapa hari.


sepanjang perjalanan Ola terus diam, sesekali melirik Rudy yang tengah asik berteleponan. mendengar obrolan Rudy lewat telepon, Ola baru tau kalau Rudy sudah mengatur semua nya,Ola menarik nafas dalam tidak ada yang perlu di Tanya lagi larut dengan fikiran nya sendiri.


Ola sangat bersyukur telah di pertemukan dengan Rudy, Ola juga merasa sangat beruntung karena hidup nya kini lebih tenang, Rudy terlalu sempurna. seandai nya tidak bertemu Rudy mungkin saat ini Ia sedang sibuk menghadapi kerakusan Johan akan uang. rasa haru menyeruak di dalam relung hati nya, Rudy sudah menyelamat kan nya dari manusia manusia seperti Johan.


Tidak terasa Air mata keluar begitu saja, mungkin saat ini Johan Om nya sedang bersenang senang dengan uang pemberian Rudy tadi.


Di tengah keharuan hati Ola teringat pada Mery perempuan yang selama ini selalu ada untuk nya kala sedih dan duka yang Ia alami, "apa kabar tante" desah Ola dalam hati.


Rasa rindu singgah begitu saja, " kenapa Sayang" tanya Rudy yang terkejut lihat air mata di pipi Ola, Ola tersentak dari segala lamunan.


" Enggak apa-apa Mas " jawab Ola menghapus air mata dipipi, " kalau gak apa-apa kenapa kamu nangis " Tanya Rudy lagi sambil merangkul bahu Ola.


" Aku sedih kalau gak ada Mas pasti saat ini Aku sedang menghadapi amarah atau keserakahan Om Johan " jawab Ola mengalir begitu saja seakan sedang mengeluh kan siksaan batinnya selama ini.


" Enggak perlu di ingat, jangan menangis sedih lagi menangislah karena kamu bahagia" ucap Rudy menarik Ola kedalam pelukan nya.

__ADS_1


__ADS_2