DIARY LUKISAN MILIK OLA

DIARY LUKISAN MILIK OLA
BAB 24 Sisa kewarasan


__ADS_3

Di dalam ruangan nya Rudy terus fokus dengan beberapa berkas yang harus selesai hari ini, Rudy membiar kan Ola duduk di sofa, sedang Ola sibuk memainkan ponsel nya, sesekali Ola melirik Rudy lalu tersenyum membiar kan Rudy fokus dengan kerjaan nya.


"Tok.. tok..tok..." suara pintu di ketuk.


" Masuk" Ucap Rudy masih terus fokus dengan lembar-lembar kerja nya.


" Permisi Pak" ucap Tina setelah masuk. Tina mengangguk lalu tersenyum manis pada Ola, karena Ola menatap nya saat masuk, Ola juga tersenyum pada Tina.


" Ada apa Tin " tanya Rudy tampa melihat.


" Bapak Ada jadwal rapat hari ini dengan bagian pemasaran " ucap Tina, Rudy langsung menatap Tina dengan pandangan tajam.


" Bukan nya ini pekerjaan Rita " tanya Rudy balik sebab yang punya tugas tentang agenda rapat dan sebagainya adalah Rita.


Tina merasa badan nya panas dingin, tatapan Rudy sangat menakut kan, Tina tau Ia salah tapi mau gimana gak sampe hati nolak permintaan Rita, dengan kondisi wajah sembab dan mata bengkak gak mungkin bagi Rita untuk menghadap Si Bos hingga ahir nya harus minta pertolongan Tina.


Sedang Ola hanya melihat interaksi antara Rudy dan karyawan nya.


" Mana Rita " tanya Rudy karena Tina cuma bengong, Duh mampus Gue batin Tina sudah hafal bagaimana Si Bos mendisiplin kan karyawan nya, " Mmmbak...Mbak.. Rita ijin pak, kata nya anak nya sakit " jawab Tina tergagap dengan alasan spontan tampa mikir karena gak ada waktu mikir alasan lain.


" Ya sudah " jawab Rudy paham keadaan Rita, " oh ya Jam berapa rapat nanti " tanya Rudy lagi karena Tina tidak ada bilang waktu nya rapat kapan.


Masih dengan gugup Tina melihat penunjuk waktu yang melingkar di tangan nya, " Satu Jam lagi Pak " jawab Tina menunduk.


" Ya sudah, Kamu bawa ini kasih keruangan Pak Dani " ucap Rudy mengumpul kan berkas yang akan di bawa Tina.

__ADS_1


Ola menarik nafas dalam, tadi nya Ola berfikir kalau Rudy akan memarahi Tina habisa-habisan Karena menggantikan Rita, tapi kemudian Ola tersenyum ternyata fikiran nya salah.


Rudy sangat tampan tapi Auranya keras memancar kan kekejaman, tapi di balik itu semua Rudy memiliki hati yang sangat Mulia.


Setelah kepergian Tina, Rudy bangkit dari kursi kebesaran nya, Rudy berpindah duduk di samping Ola dengan tangan memegang selembar kertas.


" ini siapa yang buat " Tanya Rudy pada Ola lalu menyerah kan lembaran kertas yang Ia pegang.


Mata Ola melebar, ternyata sketsa wajah Rudy yang hilang ada pada Rudy, pipi Ola langsung bersemu merah, ternyata Ia sudah ketahuan kalau dari awal memang sudah mengagumi Rudy.


" Ini cuma iseng, awal Mas terima Aku kerja, Aku gak tau musti ngapain jadi ya Ku buat lah sketsa wajah Mas Rudy " jelas Ola menunduk malu.


Rudy tersenyum " ternyata dari awal Kamu udah naksir Saya!? " kata Rudy sengaja menggoda ingin tau lebih tentang perasaan Ola terhadap nya.


Ola menunduk malu, Rudy bukan hanya pintar tapi Rudy juga bisa baca fikiran Orang, satu nilai bagus dalam menjalan kan bisnis. Ola juga gak bisa pungkiri kalau hati nya sejak awal sudah tertarik pada Rudy.


Ola mematung detak jantung nya berpacu, perlakuan Rudy selalu buat Ola seakan terbang, ternyata Rudy pria yang sangat romantis.


" Malu ahh Mas nanti ada yang masuk " ucap Ola sambil menarik tangan nya, Rudy mengambil remot dari bawah kolong meja sofa, sekali tekan horden menutup semua kaca begitu juga pintu tertutup dengan sendiri nya secara otomatis.


" Sudah gak perlu malu, gak akan ada yang bisa masuk kecuali semut itu pun kalau ada " ucap Rudy kembali meletakan Remot di bawah meja.


Ola jadi bingun kenapa Rudy malah menutup semua kaca padahal setau Ola tidak akan ada yang berani naik kelantai tujuh kalau memang gak ada keperluan dengan Rudy.


Di tengah kebingungan Ola, Rudy menarik Ola untuk naik duduk di pangkuan nya, " Mas malu ahh " ucap Ola bergerak membuang pandangan ke arah lain.

__ADS_1


" Jangan bergerak Sayang biar kan seperti ini dulu " bisik Rudy melingkar kan kedua tangan sambil menghirup wangi Ola dalam-dalam.


Ola dapat merasakan ada sesuatu yang keras sedang mengganjal dibawah punggung nya, "lihat sini " titah Rudy meraih dagu Ola.


Ola menatap Rudy dengan jarak hanya beberapa inci " Mau kan kamu menikah dengan Saya " pinta Rudy walau pernah meminta dan di jawab iya oleh Ola, tapi Rudy tidak merasa puas dengan jawaban Ola saat itu sebab Ola dalam keadaan bersedih karena Johan.


Ola Merasa sesak di dada, melihat dari tatapan Rudy, Ola tau Rudy tulus ingin menikahi nya, tapi sebagai perempuan Ola perlu memastikan sekali lagi kalau Rudy bersungguh-sungguh bukan karena meminta balas budi dari setiap apa yang sudah di keluar kan Oleh Rudy.


" Saya iklas bantu Kamu bukan mau beli kamu" ucap Rudy tau apa yang sedang Ola fikir kan.


" Saya mencintai kamu, Saya ingin...hhhmmpp" ucapan Rudy terhenti karena bibir nya sudah di bungkam Ola, sebenar nya Ola malu setiap isi fikiran nya bisa di baca oleh Rudy.


Cixxxn Itu memanas mereka saling membalas, Rudy semakin mengingin kan lebih, tapi Rudy harus kuat menahan hasrat agar tidak kelepasan menyentuh Ola terlalu jauh karena mereka belum sah menjadi suami Istri.


di dalam tubuh terus bergolak, keringat mulai membanjiri tubuh Rudy, dengan sisa kewarasan yang masih ada Rudy menyudahi cxxman mereka.


" Mas harus rapat Sayang " ucap Rudy menghapus sisa saxxva di bawah bibir Ola, " Yudah Mas siap-siap aja dulu " jawab Ola bergeser duduk.


gerakan Ola benar-benar menyentuh sesuatu yang sudah bangun dengan sempurna, Oh. ..sial "batin Rudy bergegas bangun pergi masuk kedalam ruang Istirahat.


Hasrat yang menggila sudah tidak mampu di tahan, dengan cepat Rudy membuka pakaian nya dan melempar kesembarang tempat.


Kepala nya berdenyut Ia harus segera memulai agar tidak mengalami migren seperti yang sudah-sudah, dengan batuan bodysoap Rudy mexxlai di bawar shower agar api dalam diri nya segera padam sambil membayangkan Ola.


Rudy menikmati setiap pendakian , "Akkkhhh " teriak kecil setelah mengeram sampai di puncak tertinggi.

__ADS_1


Rudy tersenyum dengan nafas terengah-engah merasa lega kemudian lanjut Mandi , Ola berhasil membuat Rudy menggila dan hampir hilang kendali atas diri nya sendiri.


__ADS_2