DIARY LUKISAN MILIK OLA

DIARY LUKISAN MILIK OLA
BAB 36 kelaparan


__ADS_3

" Sebentar ya Yank, Mas udah suruh antar makanan kesini!" ucap Rudy mengusap lembut punggung Ola, Rudy membuang nafas kasar merasa sangat bersalah


" Kenapa gak bilang kalau belum makan, ini rumah Kamu sayang Kamu gak perlu sungkan atau minta ijin dari Mas kalau mau makan " ucap Rudy kesal.


" Mas lupa ya tadi nya kita mau makan kan , malah udah duduk di meja makan ?" jawab Ola ketus sambil meringis nahan mules Ola juga gak mau di salah kan.


Rudy diam karena apa yang di bilang Ola benar, teringat Itu Rudy jadi semakin merasa bersalah.


Rudy melihat Ola terus meringis," sakit sekali ya Yank? " Tanya Rudy sangat khawatir.


Ola tidak menjawab sebab cacing dalam perut nya sedang mengamuk minta asupan makanan, Ola hanya diam melirik sekilas sambil menekan perut nya karena lagi terasa seperti di putar.


" Yaudah Mas keluar sebentar " ucap Rudy lalu bangkit dan pergi keluar dari kamar Ola.


Rudy keluar dari kamar untuk menunggu makanan datang, Tidak Lama kepala Art naik keatas dengan membawa napan berisi makanan untuk Ola.


Rudy merasa sangat kasihan ketika melihat kepala Art yang kesusahan naik dengan napan besar di tangan, rasa gak sampe hati, Rudy turun beberapa anak tangga untuk membantu kepala Art yang terlihat sangat kerusahan.


" Sini Buk kenapa Ibuk naik sendiri " Tanya Rudy kepada kepala Art setelah napan berpindah ke tangan nya. Kepala Art, memberikan napan begitu saja pada Rudy karena memang berat.


" Ya Tuan, tapi Tuan sendiri yang larang orang lain gak boleh naik kelantai ini selain Saya " jawab kepala Art seperti apa yang di perintah kan Rudy tempo hari.


Rudy menarik nafas lalu buang secara kasar " bukan gitu maksud Saya Buk, kalau pekerja disini boleh tapi harus perempuan, gak boleh Sembarang Orang karena Ibu liat sendiri kan itu kamar Ola" ucap Rudy melihat kedepan.


Kepala Art melihat arah pandang Rudy, Lalu tersenyum mengerti kenapa Rudy melarang orang lain naik.


" Paham kan Buk? " tanya Rudy lagi, " Ya Tuan" jawab Kepala Art, mengangguk lalu tersenyum, " sungguh Rudy sangat menyayangi Ola,betapa beruntung nya hidup Ola" batin kepala Art.

__ADS_1


Rudy lebih dulu melangkah masuk kedalam kamar Ola, " Masuk Buk " ucap Rudy karena melihat kepala Art berdiri di depan pintu.


Kepala Art melangkah masuk, lalu melepas pandangan nya kesetiap sudut ruangan kamar Ola, satu kata yang terucap " mewah"


" Oh ada yang lupa "Rudy teringat sesuatu "ini Buk " kemudian kembali menyerah kan napan ke tangan kepala Art, " Ibuk temani Ola makan sebentar, Saya mau keruang kerja dulu " ucap Rudy lalu pergi meninggal kan kepala Art yang pasrah karena harus memegang napan berat itu lagi.


Setelah Rudy pergi Kepala Art menghampiri Ola, sungguh kasihan lihat Ola meringkuk, " Bangun Nyonya ini makanan nya " Ola yang semula telungkup lalu berbalik dengan cepat panggilan Nyonya seperti sesuatu yang tidak enak di pendengaran nya.


" Oh Ibuk" ucap Ola lalu duduk, " Buk bisa gak, enggak usah panggil Nyonya " ucap Ola duduk bersila di atas tempat tidur.


Kepala Art menatap Ola lalu menaruh napan di atas tempat tidur, " Jadi Saya harus panggil apa? " Tanya kepala Art sambil menggeser meja kecil di samping tempat tidur untuk menaruh makanan.


" Panggil Ola saja Buk" jawab Ola, kepala Art menatap haru sungguh perempuan berhati mulia batin nya, sangat terkesan selain cantik Ola sangat berbudi dan rendah hati.


" Makan lah biar gak sakit lagi perut nya " ucap Art setelah menyusun rapi makanan di atas meja, Ola yang memang sudah keroncongan menatap makanan itu dengan liur yang hampir keluar.


Ola merasa dada nya di aliri kehangatan setelah dengar kata Kata kepala Art, " Coba Mama masih ada" batin Ola dengan sedih.


Ola kembali melihat makanan di atas meja " Ibuk gak makan?" tanya Ola, " Ibuk sudah makan tadi, makan lah bukan nya Nyonya dan Tuan Rudy akan berangkat malam ini !?" ucap kepala Art.


Ola menatap jengah karena kepala Art masih memanggil nya dengan sebutan Nyonya.


" Buk jangan panggil Nyonya panggil Ola saja " tenegur nya.


" Maaf saya lupa " jawab kepala Art tersenyum hangat pada Ola.


" Tapi Buk makanan ini banyak sekali Ola pasti gak sanggup ngabisin " ucap Ola sambil melihat lagi makan di atas meja.

__ADS_1


" Ya sengaja saya bawakan banyak karena Tuan Rudy juga belum makan kan?! " jawab kepala Art.


Ola mengangguk lalu menatap Art yang kini berdiri di samping tempat tidur, wajah Kepala Art begitu teduh Ola merasa Dada nya hangat.


" Buk ngapain berdiri duduk sini " pinta Ola menepuk kasur di sebelah nya, kepala art mengangguk lalu duduk, manja dan cerewet Ola mengingatkan nya kembali pada sosok teman sedari kecil yang begitu baik.


" Dimana kamu Fitri!?" gumam kepala Art.


Ola yang memang sudah kelaparan langsung makan.


Ola berhenti mengunyah setelah mendengar gumaman kepala Art, " Ibu punya anak berapa ?" Tanya Ola dengan mulut penuh, " Makan dulu Non nanti keselek" jawab Art mengingat kan Ola, " Iya Buk " jawab Ola kemudian menelan makanan yang ada dalam mulutnya.


" Hhmm, udah ilang sakit perut nya? " Tanya Rudy dari depan pintu kamar Ola, " belum, Mas sini makan biar Ola suapin" Ucap Ola tampa sungkan, seakan Rudy anak kecil yang perlu di suapi.


Rudy dan Kepala Art saling lihat lalu tersenyum menanggapi , " Ibuk kenapa gak sekalian makan? " Tanya Rudy melangkah masuk.


" Saya udah makan Tuan, ini sengaja saya bawakan untuk Tuan dan Nyonya" ucap kepala Art membuat Ola tersedak.


" Makan pelan pelan gak ada yang rebut " ucap Rudy kemudian menuang air putih di gelas lalu memberikan pada Ola, Sementara kepala Art mengusap usap punggung Ola.


" uhuuuk..uhukk.. gara gara Ibuk ni Mas, udah di bilang jangan panggil Nyonya masih aja panggil Nyonya " jawab Ola terbatuk batuk sambil menahan nyeri di dada.


Kepala Art hanya bisa tersenyum, sambil melihat Ola dan Rudy secara bergantian.


" Kebetulan sudah ada Tuan saya permisi turun " ucap kepala Art minta ijin turun gak ingin mengganggu kebersamaan Rudy dan Ola.


" Loh Ibuk kok malah turun " tanya Ola gak ingin kepala Art buru buru turun, " masih ada kerjaan di bawah " jawab kepala Art beralasan.

__ADS_1


" maaf ya Buk Ola ganggu pekerjaan Ibuk" ucap Ola gak enak hati, " Gak papa Non" jawab kepala Art.


__ADS_2