DIARY LUKISAN MILIK OLA

DIARY LUKISAN MILIK OLA
Bab 25 apa gak pantes Tanya kabar Ku


__ADS_3

Selesai mandi Rudy membuka lemari pakaian untuk mengambil pakaian ganti, Rudy memang teliti mengurus diri nya sendiri sejak kehilangan kedua orang tua nya, Rudi di ajar kan mandiri oleh Suseno supir sekaligus orang kepercayaan almarhum Papa nya yang terus menjaga nya hingga dewasa.


Rudy malang berhasil tumbuh dewasa dengan rasa tanggung jawab yang besar semua berkat suseno, yang selalu menjaga amanat almarhum tuan nya.


selesai berpakaian dan rapi Rudy keluar dari ruang istirahat, Ola menoleh karena dengar derit pintu, ketampanan Rudy benar-benar membius mata Ola hingga lupa berkedip.



" Mas Kamu tampan sekali " ucap Ola terpana lalu memuji penampilan Rudy, kemeja putih di padu jas berwarna biru senada dengan warna celana dan Dasi panjang warna hitam, Rudy benar-benar sangat memukaw di mata Ola.


Rudy tersenyum lebar wajah Ola terlihat lucu kala menatap nya, " Sayang Kamu ikut atau tetap di sini " tanya Rudy setelah maju lebih dekat dengan Ola, Ola menunduk melihat penampilan nya sendiri...


" Gak usah Mas biar Aku tunggu di sini " jawab Ola gak mau ikut, Ola merasa malu dengan penampilan nya, " Yaudah tunggu di sini, selesai rapat kita ke Mall " ucap Rudy kemudian menunduk mencium kening Ola sekalian nunduk ambil remot untuk membuka pintu.


sampai di depan pintu Rudy berbalik sekali lagi menawar kan agar Ola ikut bersamanya ke ruang rapat, tapi Ola masih dengan jawaban yang sama ahirnya Rudy terus melangkah tampa menutup pintu.


Rudy turun ke lantai tiga di mana ruang khusus untuk rapat dan juga untuk pertemuan-pertemuan lain, lantai tiga memang khusus tidak ada aktifitas dilantai tiga kecuali pada saat-saat di adakan rapat atau pertemuan lain.


Rudy sempat menghubungi Tina agar naik ke ruangan nya untuk menemani Ola sementara Rudy rapat Tina juga di Minta membawakan beberapa cemilan dan minuman buat Ola.


Rudy melangkah masuk kedalam ruangan rapat, seketika suasana hening seperti tidak ada manusia satu pun yang berada dalam ruangan itu.


Rudy masuk dengan santai nya, semua yang ada di situ berdiri menyambut Bos besar " selamat siang semua nya " sapa Rudy, " Siang Pak " ucap semua karyawan kompak sambil menunduk hormat.


Rapat di mulai setelah Rudy duduk di kursi kebesaran nya.

__ADS_1


Sementara Ola dan Tina lagi asik ngobrol, Ola yang memang supel langsung bisa akrab dengan Tina yang memang ramah, Tina kagum biar pun Ola lebih muda dari nya, tapi Ola punya wawasan luas hingga Tina tidak percaya kalau Ola hanya lulusan SMA.


Hampir satu Jam mereka terlibat percakapan seru, " tok...tok.. tok.." suara pintu di ketuk.


Ola dan Tina saling lihat satu Sama lain, kalau Rudy gak mungkin ketuk pintu, Ola dan Tina penasaran dengan orang yang ada di luar" udah biar saya yang buka" ucap Tina lalu bangkit pergi ke pintu untuk melihat siapa yang datang.


Tina menatap tamu yang datang dari ujung kaki sampai ujung kepala, "penampilan yang sangat lusuh " batin Tina, "Siapa Mbak Tina" Tanya Ola penasaran masih di tempat duduk semula.


" Ola ini Om" sahut seseorang dari luar ruangan ingin menerobos masuk tapi di hadang oleh Tina .


Tina sengaja berdiri di tengah pintu, Ola seketika membeku suara barusan sangat di kenal Ola, jantung Ola berpacu lebih kencang.


Mau apa lagi Om Johan mencari Ku, batin Ola.


Tampa rasa malu Johan melangkah masuk untuk menghampi Ola, " LA Om sudah gak punya uang lagi " ucap Johan.


Ola mendengus kesal " apa yang ada di otak nya hanya uang, apa gak pantes tanya kabar Ku sebagai keponakan" batin Ola menatap tajam wajah Johan.


" Untuk apa kamu lihat Om kayak gitu, mau sombong mentang-mentang sudah jadi istri simapanan pengusaha Sukses!?" kata Johan mengejek dan mencibir.


Ola diam dada nya sesak karena sedih, mata Ola mulai terasa panas, kenapa Johan bisa begitu tega terhadap diri nya, Ola gak tau apa kesalahan nya hingga Johan begitu keji terhadap diri nya.


Johan duduk bersebrangan dengan Ola, Tina tidak tau ada hubungan apa antara Johan dan Ola, tapi Tina bisa melihat kalau Johan datang hanya untuk memeras atasan nya.


" Mana calon suami kamu yang tajir Itu?! " tampa rasa malu Johan menanyakan keberadaan Rudy.

__ADS_1


" Buat apa Om Tanya Mas Rudy " Ola balik bertanya dengan air mata mulai menggenang di pelupuk mata.


" Jelas Aku mau minta uang nya " jawab Johan tampa perasaan bersalah, Ola menatap sinis Johan, gak ngerti terbuat dari apa sebenar nya hati Johan kenapa bisa jadi manusia yang tidak punya malu dan perasaan.


" Papa apa benar Om Johan ini adaik kandung Papa" jerit Ola dalam hati.


tidak seberapa lama setelah kedatangan Johan, Rudy juga sudah selesai rapat, Rudy menyudahi rapat karena mendengar aduan scuriti kalau ada laki-laki bertingkah aneh minta di antar keruangan nya.


Rudy mempercepat langkah nya, hati nya tidak tenang setelah mendengar aduan dari scuriti, " apa mungkin Johan om nya Ola " tebak Rudy dalam hati.


Sampai di depan ruangan nya, Rudy melihat pintu terbuka lebar dan Tina berdiri tepat di samping meja kerja nya, Tina yang menyadari kehadiran Rudy ingin menyapa tapi buru-buru Rudy minta Tina diam dengan menggunakan bahasa isyarat.


Rudy langsung melangkah masuk setelah memberi kode agar Tina diam pura-pura gak tau kedatangan nya, Tina hanya mengangguk.


" Cepat LA kamu kasih Om uang , Om gak bisa lama-lama " ucap Johan dengan gaya angkuh nya.


Ola menatap Rudy dengan tatapan sendu, Rudy tau apa yang di rasakan Ola saat ini, kembali Rudy menutup bibir nya dengan telunjuk agar Ola diam, Rudy ingin mendengar tuntutan apa lagi yang di minta Johan.


" Cepat lah La" Om harus segera pergi " bentak Johan lagi kali ini dengan nada tinggi, Ola tersentak mendengar bentakan Johan.


Rudy mulai geram, tangan nya mengepal kuat, tapi Rudy bukan orang yang suka dengan kekerasan, untuk terus diam Rudy udah gak tega liat Ola yang bersimbah air mata.


Rudy merasa dasi mencekik leher nya, dengan kasar Rudy menarik dasi dari leher. " Hhmm..Hhmm.. " Rudy mendahem beberapa kali, Johan langsung menoleh.


" Hay calon ponakan apa kabar " Johan bangkit ingin berbasa basi, Rudy menahan emosi nya, " sebaik nya anda pergi dari sini!? "ucap Rudy sudah benar-benar muak dengan tingkah Johan.

__ADS_1


__ADS_2