
Rudy hanya bisa diam melihat tingkah bucin suami Istri itu, Rudy harus menambah kesabaran dalam diri.
Memang harus punya kesabaran ektra kalau berhadapan dengan Bimo dan E'en, " Yaudah Mas ngobrol dulu dengan Rudy, Aku kedalam periksa keadaan Istri nya " ucap Dokter E'en segera pergi tampa memberi jeda waktu untuk Bimo bicara.
Bimo yang tadi nya sempat membuka mulut ingin bertanya, ahir nya diam karena Istri cantik nya keburu pergi.
Bimo menatap Rudy " Beneran ya Bro udah nikah !?" tanya Bimo baru tau dan sangat antusias mendengar kabar kalau Rudy sudah menikah.
Rudy terdiam gak tau harus menjawab apa karena kenyatan nya Ia dan Ola belum resmi sebagai suami istri.
Rudy benar-benar di lema, kalau jujur bilang belum nikah tentu itu akan membuat keadaan semakin runyam , yang lebih Rudy takut kan saat ini E'en di dalam gimana kalau Ola sadar dan langsung cerita kalau mereka belum menikah.
Gak sanggup di bayangkan Rudy kalau itu benar terjadi, semakin besar lah peluang Bimo dan E'en untuk membuli nya, ahh gak-gak Aku gak mau jadi sasaran empuk mulut-mulut ember mereka" batin Rudy.
" Gimana kerjaan Kamu brother " tanya Rudy sengaja mencoba mengalih kan topik cerita lain, " semua beres " jawab Bimo terawa lalu mengacung kan kedua jempol nya.
" Bagus lah Aku turut senang " ucap Rudy dengan senyum di paksakan dan perasaan nya kian gelisah, Bimo juga membalas senyum.
" Ayo brother kita duduk " ajak Bimo setelah Lama mereka berdiri, Rudy mengikuti tidak bisa mengelak sudah bisa pasti kan , habis ini Bimo akan menyerang nya dengan berbagai macam pertanyaan, Rudy hanya bisa berdoa dalam hati mohon Ola cepat sadar agar mereka bisa langsung pulang.
" Kapan nikah nya brother ?, kenapa gak ngabarin !?, apa lupa atau aku gak pantes di undang ?! " tanya Bimo beruntun, Rudy hanya bisa membuang nafas kasar mendengar pertanyaan beruntun dari Bimo, pasangan Bimo dan E'en memang pasangan serasi selalu serakah kalau bertanya.
" Oh ayo lah brother cerita gimana malam pertama kalian " tanya Bimo sangat antusias dan penasaran tetang malam pertama Rudy yang dulu nya culun dan kutu buku.
__ADS_1
Rudy mentap Bimo sesaat kemudian melihat ke arah lain , Semua pertanyaan Bimo jelas tidak bisa Ia jawab, Rudy tegang dengan keadaan ini , semakin kesal dengan kebodohan nya.
coba tidak terpancing birahi tentu semua ini gak akan terjadi dan tidak perlu bertemu dengan Bimo dan E'en. " Ya Tuhan tolonglah " rintih Rudy dalam hati.
Sedang Bimo fikiran nya menerawang jauh sambil senyum-senyum membayangkan kelucuan Rudy Main kuda-kudaan malam pertama.
Bimo menaikan turun kan alis nya menunggu jawaban Rudy, Rudy semakin pusing dan resah punggung nya seperti di tusuk beribu jarum.
Bimo terus memperhatikan Rudy yang duduk kelihatan sangat gelisah, " kenapa brother ayolah cerita kita sesama lelaki dewasa sekarang gak perlu malu lah " ucap Bimo dengan rasa penasaran tinggi.
Bimo ingin tau apa yang bisa di lakukan teman kutu buku nya ini , Rudy dulu terkenal culun dan kutu buku Rudy juga terkenal cuek.
" Rud kayak nya istri mu benar-benar kecapean pulas banget tidur nya " ucap E'en keluar dari ruang periksa, menghentikan pertanyaan lain yang akan di lempar Bimo pada Rudy.
" Luka nya udah Aku tutup " tambah Dokter E'en kemudian duduk bersebrangan dengan Rudy dan suami nya.
" Matilah Aku " batin Rudy setelah Bimo bertanya, Rudy tertunduk dalam dan merasa semakin lemas, jiwa nya sangat tidak tenang berada di tengah-tengah E'en dan Bimo.
" Luka di ****** Mas, Rudy kelaparan hingga ingin makan ****** Istri nya " jawab Dokter E'en sambil tertawa dan semakin buat Rudy merasa tersudut.
" Maksud nya ****** ini Yank? " Bimo memperagakan dengan menunjuk dada nya " Ahh masa sih Sayang? " Tanya Bimo dengan muka polos gak percaya kalau Rudy bisa melakukan itu.
" Iya Mas istri nya sampe berdarah-darah" jawab Dokter E'en lagi masih dengan tawa.
__ADS_1
Rudy bangkit hati nya panas dengan kelakuan sepasang suami istri di depan nya, mereka seakan senang mengejek dan mentertawai nya bagaimana pun Rudy manusia biasa yang punya perasaan walau jelas Ia salah.
" Heyy mau kemana brother, kita belum selesai bicara " ucap Bimo bangkit mencegah Rudy yang hendak berlalu.
Dokter E'en terdiam seketika melihat Rudy bangkit dengan wajah merah menahan marah, perubahan Rudy jelas terlihat, pasti dia marah batin Dokter E'en.
" Sudah, Sudah Mas biarin aja " Dokter E'en mencegah suami nya yang ingin kembali menahan Rudy.
Rudy benar-benar belalu dengan perasaan sangat menyesal telah membawa Ola ke praktek Dokter E'en.
" Sudah Mas gak usah di kejar biarin aja, Rudy udah berubah gak seperti dulu enak bisa kita kerjain kapan saja " ucap E'en agar Suami nya tidak mengikuti Rudy.
Sampai di dalam Rudy melihat Ola masih belum sadar kan diri, hati nya kembali sedih dan merasa sangat bersalah, " sadar lah Sayang Mas udah gak sanggup berada di sini" ucap Rudy dengan suara terdengar sangat Lemah.
Rudy gak tau kalau Ola sebenar nya sudah sadar dan mendengar apa yang Ia keluh kan, termasuk semua pertanyaan dan pembicaraan antara Rudy dan sepasang suami Istri yang Ola sendiri gak tau siapa mereka.
Ola juga sudah mendengar apa penyebab Rudy sampai menggigit ****** nya, sekejab Ola berubah hati yang tadi nya benci dan ingin pergi dari Rudy kini memilih tetap tinggal di samping Rudy karena merasa kasihan.
Ola juga gak nyangka kalau Rudy yang terlihat tegas Dan kejam bisa mati kutu juga di hadapan Dokter E'en dan suami nya.
Rudy menatap Ola lalu memeluk kepala Ola sambil terus meminta maaf dan menghujani ciuman bertubi-tubi di kepala Ola.
" Sayang Kita pulang ya? " ucap Rudy masih Memeluk kepala Ola, "
__ADS_1
Rudy menatap Ola yang masih setia terpejam tampa bergerak, hati nya tidak tahan dengan bulian Bimo dan E'en, memang kesalahan nya yang sudah buat pengakuan palsu kalau sudah menikah dengan Ola.
" Sayang bangun lah kita pulang " ucap Rudy lagi lalu meraba pipi Ola, Rudy sudah gak mau berlama-lama berada di tempat praktek Dokter E'en, apa lagi ada Bimo lengkap sudah sukaria suami istri itu, bekerja Sama dalam soal membuli.