DIARY LUKISAN MILIK OLA

DIARY LUKISAN MILIK OLA
BAB 35 Tatapan Brian


__ADS_3

Dalam perjalanan Ola terus menempel pada Rudy, rasa sakit yang sempat membuat nya marah dan benci pada Rudy sudah menguap entah kemana.


Pak Min senyum lihat kedua nya dari kaca spion, " begitulah rumah tangga berantem akur lagi " batin Pak Min kemudian kembali fokus dengan jalanan.


Ola yang terus menempel membuat Rudy terus memasang senyum sepanjang perjalanan, hati nya benar benar bahagia, bersyukur karena Ola tidak marah lagi seperti tadi yang hampir membuat nya nyaris mati berdiri kalau Ola benar-benar lompat.


Ola bersandar di dada Rudy sambil melingkar kan tangan nya di pinggang Rudy, sedang Rudy merangkul bahu Ola, mereka seperti pasangan yang takut berpisah.


tidak berapa Lama mereka sampai di halaman Rumah, " Pak Min mobil gak usah di masukin kegarasi Saya mau pergi ke rumah utama " kata Rudy sebelum turun.


Pak Min menggangguk tidak menjawab hanya mengikuti interuksi sang majikan.


Ola sempat memperhatikan wajah Rudy, waktu Rudy bilang mau kerumah utama Ola langsung ingat pasti Rumah yang pernah di datangi nya tempo hari.


Ola juga teringat dengan sikap jutek Menik yang tidak ramah.


" Yuk sayang kita turun " ajak Rudy, Ola hanya mengangguk karena perut nya tiba tiba terasa mules, ingat kalau Ia belum makan sejak siang tadi.


Ola mengikuti langkah Rudy dari belakang, sambil memegang perut yang mules Karena lapar, Mereka berdua masuk di sambut oleh kepala Art.


" Tuan tadi ada yang datang kesini!" ucap Art setelah Rudy dan Ola masuk, " Siapa !?" tanya Rudy berbalik menatap lekat kepala Art.


" Kalau gak salah nama nya PAK Brian van... van... " jawab Kepala Art tergagap lupa dengan nama panjang Brian.


" Brain vankof" timpal Rudy, " Iya itu nama nya Tuan " Kepala Art menunduk.


Rudy meraup wajah nya dengan kasar, heran kenapa Brian bisa tau rumah baru nya, apa maksud Brian datang mencari nya bukan nya hasil dari pertemuan akan di selesai kan besok" Rudy membatin lalu menoleh melihat Ola di samping nya.

__ADS_1


Setelah melihat Ola Rudy baru paham maksud kedatangan Brian, " Sayang kita ke atas " ucap Rudy lalu memegang tangan Ola.Kepala Art hanya melihat kepergian mereka dengan tatapan bingung.


Ola gak bisa berbuat banyak selain mengikuti langkah Rudy, walau lapar Ola tidak berani menolak ajakan Rudy.


Mereka sampai di lantai tiga, Rudy tidak sekali pun melepas genggaman nya dari tangan Ola " Sayang beresin pakaian kamu kita berangkat sore ini " ucap Rudy tegas dan dingin seperti tidak bisa di bantah, dan Rudy langsung pergi keruang kerja nya meninggal kan Ola.


Ola mematung karena perubahan sikap Rudy yang tiba-tiba dingin.


" Ada apa ya kok Mas Rudy begitu" batin Ola lalu menggeser pintu kaca, Ola masuk dengan langkah lemas rasa lapar kembali mendera. Ola naik dan berbaring di atas tempat tidur untuk mengurangi rasa mules.


Rudy menghubungi orang kepercayaan nya untuk menyelidiki soal Brian, sebelum menandatangani kontrak kerja Sama Rudy perlu tau apa saja bisnis Brian dan bagaimana sepak terjang Brian dalam dunia berbisnis.


sebagai pengusaha tentu Rudy tidak mau rugi atau Main kotor, Jony CPR terkenal perusahaan jujur, Rudy juga minta orang nya, untuk gerak cepat sebab Ia harus segera mengambil keputusan tentang kerja Sama dengan Brian.


Setelah selesai menghubungi orang nya Rudy keluar dari ruang kerja lalu pergi ke kamar nya.


Guyuran air dingin dari shower mampu menghilangkan sedikit penat dan rasa panas di kepala, tapi teringat kembali tatapan Brian pada Ola, Rudy menggeram dan mengepal kan tangan nya kuat-kuat.


" Tidak ada yang boleh menatap wanita Ku" gumam Rudy, hati nya panas terbakar cemburu.


Setelah Lama di bawah shower, Dingin air shower buat Rudy ingin buang air kecil, Rudy kembali merasakan sakit yang luar biasa.Rudy sampai menggeretakan gigi karena menahan sakit, nasehat Dokter E'en langsung singgah di ingatan nya.


Tidak berapa Lama Rudy menyelesaikan ritual mandi nya lalu keluar untuk berpakaian, Rudy berniat untuk pergi dulu konsultasi dengan Dokter tentang penyakit nya.


Setelah rapi Rudy keluar dari kamar untuk melihat Ola,


Saat melangkah menuju kamar Ola, ingatan nya kembali tentang tatapan Brian pada Ola tangan Rudy kembali mengepal geram, " berani nya Kamu Brian " batin Rudy marah.

__ADS_1


Sampai di depan kamar Ola, Rudy dapat melihat wanita yang di cintai nya sedang tertidur pulas, perlahan Rudy menggeser pintu kaca kamar Ola lalu masuk.


Rudy tersenyum lalu duduk perlahan di pinggir ranjang mata nya terus memperhatikan wajah Ola, " Kamu memang cantik sekali sayang " kata Rudy dalam hati. tidak menampik kecantikan Ola memang luar biasa.


" Mas gak suka pria lain mentap Mu " dasah Rudy dalam hati, lalu membelai sayang pipi Ola.


Sedang asik memandang wajah wanita tercinta nya, ponsel di saku Rudy kembali bergetar, Rudy sudah tau pasti anak buah nya yang menghubungi untuk memberitahukan hasil penyelidikan mereka.


" Halo Bos kami sudah dapat data-data si Brian" ucap dari seberang setelah panggilan tersambung, " apa aja " tanya Rudy.


Kemudian anak buah Rudy menceritakan hasil penyelidikan mereka, Rudy mendengar dengan seksama sambil sesekali menarik sudut bibir nya.


Setelah mendengar hasil penyelidikan anak buah nya, Rudy langsung tau kalau Brian memang datang kerumah nya hanya untuk bertemu Ola.


Ola terbangun karena perut nya kembali mules, Ola mengaduh lalu meringkuk sambil memegang perut dengan mata masih terpejam, gak sadar kalau Rudy berada dalam kamar nya.


Rudy yang sedang berdiri melamun langsung berbalik setelah dengan Ola mengaduh, kembali merasa bersalah setelah lihat Ola meringis, Rudy mengira luka Ola mungkin berdenyut " Kenapa Sayang " Rudy langsung menghampiri Ola.


Ola membuka mata terkejut karena dengar suara Rudy, tidak menyangka kalau Rudy ada di kamar nya.


" Mas " panggil Ola dengan suara lemah, " Kamu kenapa Sayang? " Tanya Rudy duduk di samping Ola.


" Sakit perut Mas, perut Ku mulas " jawab Ola masih meringkuk menahan sakit.


Rudy jadi semakin gelisah serba salah baru selesai dengan problem melons bangkok kini Ola malah sakit perut.


Perut Ola tiba tiba bunyi Rudy kembali menatap nya, " Sayang kamu lapar ?! " Tanya Rudy, Ola merasa sangat malu hingga menarik bantal untuk menutup wajah nya.

__ADS_1


" Ya ampun Sayang maaf kan Mas, Istri pengusaha bisa lapar " ucap Rudy tertawa, Rudy langsung meminta kepala Art menyiap kan makan Ola melalui pesan singkat.


__ADS_2