DIARY LUKISAN MILIK OLA

DIARY LUKISAN MILIK OLA
BAB 28 terimakasih Tuhan


__ADS_3

Kalau untuk berkelahi lagi rasa nya sudah tidak ada tenaga apa lagi melawan Rudy, begitu juga sebalik nya Rudy Sudah terlalu muak melihat Johan.


Rudy merogoh saku celana untuk mengambil dompet, " Pak Man tolong ambil kertas dan pulpen" perintah Rudy pada salah satu scuriti, " baik Pak " jawab scurita segera berlalu untuk ambil apa yang di perintah kan Rudy.


Setelah kepergian Pak Man, Rudy menghempas nafas kasar sambil berfikir cara apa yang bisa menghentikan Johan agar tidak lagi mengganggu Ola.


Gak sampe dua menit scuriti yang bernama Pak Man sudah kembali dengan pulpen dan selembar kertas di tangan " ini Pak " Pak Man menyerah kan kertas dan pulpen tadi ke tangan Rudy.


Tampa menjawab Rudy langsung menerima dari tangan Pak Man, Rudy berjongkok menulis kata Johan menyerah kan Ola pada Rudy yang di tukar dengan sejumblah uang, terdengar sadis memang tapi gak ada cara lain yang terfikir Oleh Rudy.


Rudy juga mengikut kan saksi tiga orang yaitu ketiga scuriti yang bekerja pada nya, setelah itu Rudy kembali berdiri " Pak Man tolong kasih kalau setuju suruh tanda tangan" Ucap Rudy menyerah kan Kertas itu kembali pada Pak Man terlalu malas kalau langsung kasi pada Johan.


Tampa berani melihat isi nya Pak Man langsung menyerah kan pada Johan, tidak ada kata yang terucap Johan menerima Kertas tersebut dari Pak Man.


Rudy menarik sudut bibir saat melihat Johan sedang membaca tulisan yang ada di kertas tersebut, " Maaf kan Mas Sayang" batin Rudy dengan rasa bersalah dan kesedihan di hati.


Johan tertawa kecil, hati nya sangat merasa puas nominal yang di tulis Rudy cukup pantastis, Johan berfikir gak ada salah nya kalau harus menukar Ola dengan sejumblah uang, Johan merasa uang itu sudah cukup untuk mengganti lelah nya mengurus Ola dari kecil, sekarang semua impas dengan jumblah uang yang gak akan habis di makan selama sepuluh tahun.


Rudy semakin benci melihat Johan, " Cepat tanda tangan kalau memang setuju" ucap Rudy tegas setelah liat senyum Johan gak sudi berlama-lama melihat Johan.

__ADS_1


Johan yang memang mata duitan telah di butakan mata hati nya tampa malu menunjukan rasa senang karena begitu tergiur dengan nominal yang tertera di atas kertas, dengan hati puas Johan langsung membubuh kan tanda tangan nya di atas kertas tersebut.


melihat Johan sudah selesai tanda tangan Rudy juga menyuruh Pak Man dan yang lain untuk tanda tangan juga sebagai saksi.


" Ingat ya Pak Man dan yang lain sebagai saksi" ucap Rudy sekali lagi setelah menerima kembali kertas yang sudah di bubuhi tanda tangan Oleh Johan dan ketiga scuriti sebagai saksi.


Pak Man dan yang lain hanya diam mengangguk tidak berani bertanya walau sempat membaca sedikit.


Rudy mengeluar kan satu keping card Goll dari dalam dompet nya, dengan perasaan bersalah yang membuncah Rudy tetap maju menyerah kan sendiri card Goll ketangan Johan.


" Ini ambil mulai detik ini Ola bukan lagi keponakan anda " ucap Rudy tegas dan dingin, Johan mengangguk langsung menerima dengan senyum melebar yang membuat Rudy makin ingin menghancur kan muka Johan.


Rudy kembali keparkiran lewat jalan samping, langkah nya terhenti sesaat dada nya berdebar, " Apa yang sudah kulakukan " gumam Rudy mengerti apa yang barusan itu salah, Rudy di selimuti rasa bersalah pada Ola, " Maaf kan Mas Sayang " desah Rudy lagi hati nya bagai di sayat sembilu.


tapi kemudian Rudy berfikir bukan kah semua itu Ia lakukan demi kenyamanan Ola, Rudy gak mau Johan terus menerus mengganggu hidup Ola, Rudy menarik nafas panjang kemudian melanjut kan langkah, memilih menyimpan rapat-rapat agar Ola tidak tau kalau Johan rela menukar nya dengan uang.


" Gimana Mas apa Om Johan sudah pergi " tanya Ola ketika Rudy sudah duduk di dalam Mobil, " Sudah " jawab Rudy dengan suara berat lalu menatap Ola sesaat.


" Mas, kasi uang lagi ya?. untuk Om Johan ?" tanya Ola menyelidik, Rudy diam tidak menjawab fikiran nya benar-benar lelah, Rudy memejam kan mata menyandar kepala nya kesandaran kursi Mobil.

__ADS_1


Ola membuang nafas kasar, bukan marah karena Rudy tidak menjawab pertanyaan nya, Ola tau Rudy sedang kesal dengan Johan, Ola juga sangat kesal pada Johan selalu jadi pengganggu hidup nya.


Ola sangat yakin Rudy pasti sudah memberikan Johan uang dalam jumblah besar, " Ya Tuhan apa yang harus ku lakukan untuk membalas kebaikan Mas Rudy " batin Ola.


Ola melihat kesamping tepat ke wajah Rudy, rahang tegas siapa sangka di balik wajah yang kelihatan angkuh dan Kejam ternyata memiliki sifat penyayang juga baik hati, Ola tersenyum hati nya kembali di selimuti kesedihan " Terimakasih Tuhan sudah hadir kan Dia di sisi Ku " rintih Ola dalam hati dengan air mata mulai mengabang lalu bersandar pada Rudy.


Rudy sedikit kaget ketika Ola tiba-tiba rebah di bahu nya tapi kemudian cepat menguasai keadaan, tampa bersuara Rudy merangkul Ola, " Maaf kan Mas Sayang " lirih Rudy dalam hati lalu mengecup punca kepala Ola beberapa kali.


sepanjang perjalanan suasana dalam mobil hening baik Ola dan Rudy tenggelam dalam fikiran masing-masing, Rudy merasa lelah dan ahir nya terrific, Pak Min terus fokus dengan jalanan tidak berani untuk bersuara, sesekali Pak Min mengintip Rudy dan Ola dari kaca spion.


Pak Min sangat mengaggumi sosok Rudy setelah mendengar kisah Rudy dari pak Suseno supir Plus orang tua angkat Rudy.


Setelah menempuh perjalanan selama empat puluh lima menit mereka sampai, Pak Min mengintip ke bangku belakang, terkejut melihat Tuan nya ketiduran begitu juga Ola mereka masih dengan posisi duduk Rudy merangkul Ola.


Pak Min memperhatikan kedua nya dari kaca spion, " sangat serasi yang satu tampan yang satu cantik semoga kalian langgeng sampai kakek nenek" monolok Pak Min dalam hati, kemudian Pak Min mematikan mesin mobil.


Ola mengeliat karena kepanasan AC mobil mati setelah Pak Min mematikan mesin mobil, " Udah sampe ya PAK " Tanya Ola saat mata nya terbuka dan menyadari kalau mobil sudah berhenti bergerak.


" Ya Bu " jawab Pak Min takut juga malu Karena ketahuan melihat kedua majikan nya

__ADS_1


__ADS_2