
Ola tidak tau harus berkata apa, Rudy terlalu menyanjung nya, dengan langkah elegant melangkah masuk, membiar kan Rudy di belakang, "indah" gumam Ola saat mata lepas memandang keluar.
Rudy di belakang tersenyum senang mendengar gumaman Ola, menatap punggung Ola, lekuk tubuh ramping tersirat keinginan untuk memeluk Ola dari belakang, agar bisa sama-sama menyaksikan pemandangan sejuk, tapi teringat janji bertemu dengan klayen, Rudy harus menepis dan menekan perasaan itu.
Rudy kembali melihat penunjuk waktu yang melingkar di tangan nya, " Yank saya harus pergi Sekarang, kamu gak papa kan? " ucap Rudy, sambil bertanya dalam hati kenapa kata Yank itu begitu lancar keluar dari bibir nya.
Ola langsung berbalik entah kenapa hati nya merasa takut dan gak rela Rudy pergi.
" Mas bukan nya besok baru berangkat keluar kota!? tanya Ola teringat kalau Rudy akan pergi keluar kota besok, " Iya keluar kota besok, tapi hari ini Saya ada janji dengan klayen" jawab Rudy sambil tersenyum, hati nya senang karena Ola mulai tidak ingin jauh-jauh dari nya.
Rudy dapat membaca fikiran Ola, tau kalau saat ini Ola mulai membuka hati untuk nya , melangkah mendekati Ola, " Saya tidak akan Lama " ucap Rudy meraih kedua tangan Ola lalu mencium kedua punggung tangan Ola.
Ola menunduk, hati nya selalu berdebar dengan perlakuan Rudy yang romantis, tapi kali ini di barengi dengar rasa gundah tetap gak mau di tinggal Rudy, " Atau Kamu mau Ikut?" tanya Rudy menawar kan setelah Lama Ola tidak bergeming , Ola mengankat wajah nya lalu mengangguk.
" Baik lah Kita berangkat sekarang " ucap Rudy tersenyum lebar, kini Ola menjadi mod booster bagi diri nya, Rudy semakin bersemangat.
sebelum keluar meninggal kan kamar, Ola sempat berkaca, memoles lip gloss dan merapikan sedikit penampilan nya, melihat Itu Rudy hanya mendesah dengan tarikan nafas karena bahagia, lalu mereka turun ke lantai bawah, Rudy dan Ola terus bergandengan tampa perduli bisik-bisik Art yang melihat, mereka bak dua sejoli yang sedang mabuk Asmara.
Rudy sengaja meminta supir baru untuk mengantar nya, sepanjang perjalanan tangan mereka sesekali bertaut, acap kali Rudy harus menekan keinginan untuk bersenda,atau sekedar mencuri cium pipi Ola.
__ADS_1
Rudy menjaga martabat nya di depan bawahan, walau bawahan nya hanya seorang supir, sebagai atasan Rudy harus menunjukan sikap layak nya atasan yang punya sopan santun.
tidak seberapa Lama mereka sampai di tujuan, " Mas udah rapi belum? " bisik Ola bertanya tentang penampilan nya, Rudy menatap Ola lalu melihat arah depan ternyata supir sudah turun.
" Cantik Sayang..cupp" jawab Rudy berbisik lalu mencium pipi Ola, " Mass, Ssstt ada supir Yank malu " Ola hampir menjerit kecil kalau Rudy tidak langsung menutup bibir nya dengan telunjuk serta mengingat kan kalau Ada orang di luar yaitu supir.
Ola tersenyum sambil melirik Rudy dengan ekor mata, ngerti kalau Rudy harus menjaga sikap sebagai atasan.
Mereka turun, Ola memilih jalan di belakang Rudy, Ola gak mau jadi pusat perhatian, apa lagi dengan pakaian yang sedikit kurang rapi, menurut Ola pakaian yang Ia pakai sekarang sangat tidak pantas untuk jalan bersisian dengan Rudy.
Rudy melirik ke samping, ternyata kosong, dengan tiba-tiba Rudy menghentikan langkah, " Buggh..." Ola menabrak punggung Rudy, Ola jalan sambil menunduk jadi tidak tau kalau Rudy di depan berhenti.
Rudy yang tadi sempat tegang jadi Ikut tertawa juga " sudah sini " Rudy meraih jemari Ola, " jangan jalan di belakang Saya, kamu bukan pesuruh " ucap Rudy mengajak Ola jalan berdampingan.
" Iya Mas maaf, tapi penampilan Ku acak-acakan " jawab Ola, Rudy kembali menghentikan langkah, menatap wajah Ola, lalu tersenyum " Kamu akan selalu cantik sayang " ucap Rudy apa ada nya, " blusss, pipi Ola langsung memerah, pujian Rudy membuat nya gugup dan malu " Mas bisa aja " bantah Ola untuk menutupi kegugupan nya.
" Iya bener Kamu itu cantik natural sayang, udah bawaan dari lahir kali ya? " ucap Rudy lagi langsung dapat tepukan kecil di bahu dari Ola, " udah yuk jalan lagi " ucap Ola dengan wajah bersemu merah, Rudy merasa hidup nya kini penuh warna.
Mereka masuk ke lobi Hotel dimana klayen Rudy sudah menunggu dari sepuluh menit lalu, "buat janjian ketemu,tapi malah ngaret sepuluh menit " omel Brian klayen Rudy ,yang ternyata teman baik Rudy dari semenjak Kuliah, mata Brian langsung tertuju pada Ola, " Cantik alami " batin Brian mengagumi ke indahan di depan mata.
__ADS_1
" Sory tadi macet " jawab Rudy singkat lalu mengulur kan tangan untuk bersalaman, Rudy tersenyum pada Brian tau kemana pandangan Brian.
Ola risih dengan tatapan Brian, yang ingin ******* nya sampai habis, Ola membuang pandangan ke arah lain , tampa sadar mencengkram kuat lengan Rudy.
Rudy kaget, tapi kemudian mengerti maksud Ola , " oh ya ini Istri Ku, Sayang Ini Brian teman dulu waktu kuliah" ucap Rudy sengaja menekan kata Istri agar Brian faham kalau Ola milik nya,
Mata Ola melebar saat Rudy menyatakan kalau Ia Istri, tapi kemudian Ola tau maksud Rudy.
" Saya Brian Vankof " ucap Brian mengulur kan tangan sambil tersenyum lebar menunjukan deretan gigi putih rapi, " Ola Fitri Amelia " jawab Ola membalas uluran tangan Brian melihat sekilas lalu menunduk.
Remasan di salaman singkat itu di rasa Ola sangat meleceh kan, segera Ola menarik tangan nya, Rudy jelas melihat kelakuan Brian, hati nya hampir terbakar.
Rudy menatap Brian dengan tatapan membunuh, seketika suasana menjadi canggung di antara mereka, " Ayo silah kan duduk " ucap Brian, memper silahkan duduk sekalian mencair kan Suasana.
Brian cepat menyadari, tidak ada keluatan nya untuk Melawan Rudy, sifat nya yang memang suka gonta ganti pasangan kerap menjadi masalah, namun kali ini Brian harus berhati-hati kalau tidak ingin kehilangan kontrak dalam jumblah yang sangat fantastis.
Setelah Rudy dan Ola duduk, Brian terlihat gugup saat menjelas kan isi dokumen kontrak kerja sama, fikiran nya terus pada Ola, tak bisa di pungkiri Brian Ola sangat menggoda dan cantik, Ola punya kecantikan natural tidak sama seperti perempuan yang sering di samping nya, mereka cantik karena polesan makeups.
" Suatu saat harus jadi milik ku" batin Brian saat dapat melihat Ola sekilas, Rudy memilih menyudahi pertemuan lebih awal, " Baik lah Saya akan pelajari lebih detil, Besok Saya tunggu di kantor sebelum Jam sepuluh " ucap Rudy dingin dengan nada datar.
__ADS_1