
Rudy meninggal kan kamar Ola dengan hati kesal, nafas nya masih memburu menahan hasrat yang sudah memuncak.
Sampai di kamar Rudy melepas semua pakaian nya, hingga tampa apapun yang tersisa, pandangan berkabut hasrat sudah menguasai diri nya, tidak bisa lagi meredam atau mengendalikan sesuatu yang terasa akan meledak.
Rudy masuk kekamar mandi untuk segera menuntas kan hasrat gila nya.
Sambil membayang kan Ola, Rudy berpacu sendiri di dalam kamar mandi, keinginan nya untuk bersatu dengan Ola cukup membuat nya tersiksa.
hampir setengah Jam berhayal ahir nya Rudy sampai ke awan, " uhhhhh aaakkkhh" jeritan panjang keluar begitu kuat di barengi dengan rasa sakit yang terasa sampai ke ubun-ubun. keringat membasahi tubuh Rudy, dengan nafas terengah engah Rudy memegang harta pusaka nya yang terasa seperti terbakar.
Dengan Mata terpejam dan nafas satu- satu, Rudy menahan segala Rasa, perjuangan menyelesai kan hasrat gila nya harus di tebus dengan rasa perih dan pedih yang maha dahsyat.
kenik***an tidak sempurna ini menyadar kan Rudy untuk segera berobat, lemas tidak bertenaga, Rudy duduk di lantai dan bersandar di dinding kamar mandi, membuka mata nya perlahan setelah merasakan asin di lidah nya.
" tok.. tok.. Massss... Kamu kenapa?" Ola memanggil setelah mengetuk pintu kamar mandi.
Setelah Rudy meninggal kan kamar nya Ola langsung berpakaian, yang ada di fikiran Ola Rudy mungkin marah dan kesal makanya langsung pergi dan meninggal kan kamar nya.
Niat Ola menemui Rudy ingin meminta maaf, atas kejadian tadi. bagaimana pun semua akibat keteledoran dirinya, coba gak salah bawa handuk tentu semua gak akan terjadi.
Tapi baru saja sampe depan pintu kamar, Ola mendengar teriakan Rudy, perasaan nya langsung cemas dan bersalah.
Setelah lihat kiri kanan Ola langsung masuk tampa permisi, mata Ola melebar saat melihat pakaian Rudy yang berserak di lantai Ola yakin Rudy teriak dari dalam kamar mandi.
Di dalam kamar mandi Rudy bangkit perlahan setelah dengar suara Ola memanggil nya, persendian nya terasa sakit semua, dengan sisa tenaga yang ada Rudy berjalan ke arah pintu.
__ADS_1
" Massss...bukak...kamu kenapa Mas..." teriak Ola semakin khawatir sambil terus menggedor gedor pintu, tidak ada jawaban membuat Ola takut Rudy kenapa napa.
Rudy menarik nafas sedalam dalam, setelah rasa sakit hilang dan sedikit tenang, Rudy membuka pintu dan menyembunyi kan tubuh nya di balik pintu. hanya kepala menyembul untuk melihat Ola, " Mas..Kamu kenapa ? "..Ola menatap wajah Rudy yang terlihat letih seperti orang baru habis lari jauh.
" Itu bibir Kamu kenapa Mas " Tanya Ola melihat bibir Rudy yang luka, Ola sengaja menahan pintu kamar mandi agar tetap terbuka.
" Gak kenapa Sayang " jawab Rudy sambil menggapai kimono handuk yang tersangkut di belakang pintu dan memakai nya dengan cepat.
" Tapi tadi Aku dengar Mas menjerit " Tanya Ola lagi sambil melangkah masuk , " Ya karena lagi ngebayangin kamu sayang " jawab Rudy tersenyum sambil mengikat tali kimono kemudian keluar dari balik pintu.
Ola menatap Rudy dengan mulut terbuka setelah mendengar jawaban Rudy, " apa sih maksud Mas Rudy " batin Ola bingung dengan jawaban Rudy.
" Udah yuk " ajak Rudy mengalungkan tangan sebelah di bahu Ola, " Mas kita jadi berangkat? " tanya Ola saat ingin mengikuti langkah Rudy.
" Gak biar Rita aja yang pergi, Saya Cape dan harus berobat " jawab Rudy karena memang jera dengan rasa sakit yang barusan kembali di rasa.
" Kenapa hhhmm" Tanya Rudy karena sekilas dapat melihat kekecewaan di wajah Ola.
" Gak Papa Mas " jawab Ola dengan senyum terpaksa, Rudy tau Ola kecewa karena mereka batal pergi, "yaudah kita duduk dulu " ajak Rudy ingin menjelas kan apa penyebab mereka batal pergi.
" Kamu kecewa kan?, kita gak jadi pergi?! " tanya Rudy setelah mereka duduk di sofa, Rudy menatap dalam wajah Ola, " ya gak lah " jawab Ola menunduk malu lupa kalau Rudy bisa baca fikiran nya.
" gak usah di sembunyiin Mas tau kamu kecewa, tapi tenang setelah sembuh dan kita menikah Mas akan bawa kamu ke liling dunia" janji Rudy, membuat Ola mengangkat kepala dan menatap nya dengan mata berbinar.
Rudy senang melihat keceriaan di wajah Ola, " Mas tau kamu gak pernah kemana mana sayang" ucap Rudy lalu menarik Ola dan membawa kedalam pelukan nya.
__ADS_1
kehangatan dari tubuh Rudy, membuat Ola nyaman dan engan menarik diri, detak jantung Rudy bagai irama kedamaian.
mereka terus berpelukan sampai Ola merasa suhu tubuh Rudy semakin Lama semakin panas, Ola meraba leher Rudy, benar saja leher Rudy panas.
" Mas kamu demam ya?" Tanya Ola meraba dada Rudy yang terbuka.
Rudy memejamkan mata merasa kan rabaan Ola, " Sayang stop, Mas bisa beneran sakit kalau kamu elus terus " ucap Rudy agar Ola berhenti meraba dada nya karena takut kembali berhasrat.
" Mas minum Obat ya? " pinta Ola, " Gak usah sayang Obat mas itu kamu " jawab Rudy sambil mencium kepala Ola.
" istirahat saja pasti besok sudah baikan " ucap Rudy agar Ola tidak terus menghawatir kan Diri nya, " Tapi Mas " Ola ingin memaksa Rudy untuk minum obat penurun panas.
" Gak ada tapi tapi, malam Ini kamu tidur di sini temani Mas " ucap Rudy, Ola menatap Rudy lalu berdiri ingin keluar gak mungkin tidur di satu tempat tidur dengan Rudy.
" Mau kemana!? " tanya Rudy menahan langkah Ola yang hendak melangkah, " Balik ke kamar Ku Mas " jawab Ola lalu melanjut kan langkah.
Rudy tersenyum lalu bangkit tidak ingin Ola pergi, karena malam ini sangat membutuh kan Ola berada di samping nya.
" aaakk" Teriak kaget Ola Karena tiba-tiba tubuh nya melayang, " Mas turunin Mas " pinta Ola reflek mengalungkan tangan ke leher Rudy.
" Gak Kamu tunggu Mas di tempat tidur " jawab Rudy melangkah menuju ranjang, Ola diam merasa percuma ngelawan pasti Rudy tetap dengan keinginan nya.
Setelah meletak kan Ola di tempat tidur, Rudy kembali masuk kamar mandi untuk membersih kan badan, keringat tadi terasa begitu lengket dan membuat nya tidak nyaman.
Sepeninggal Rudy, Ola bangun dan duduk di pinggiran tempat tidur, permintaan Rudy untuk tidur berdua membuat nya bingung dan ketakutan.
__ADS_1
Rudy mandi dengan cepat karena gak tahan dingin" Kenapa Kamu takut tidur dengan Mas, Mas janji gak akan macem macem sayang " Ucap Rudy menghalau ketakutan Ola.