DIARY LUKISAN MILIK OLA

DIARY LUKISAN MILIK OLA
BAB 31 Terluka lahir batin


__ADS_3

Rudy duduk gelisah menunggu Dokter E'en yang sedang memeriksa dan mengobati luka Ola, "kebangetan Kamu Rud, lumayan banyak darah nya keluar " ucap Dokter E'en prihatin dengan luka Ola.


Rudy hanya tertunduk gak berani menatap Dokter E'en, Dokter E'en terus ngomel ini itu mempersalah kan Rudy.


Sementara Rudy hanya bisa diam menekuri lantai, Rudy sadar kalau semua ini akibat kesalahan nya.


" Sudah selesai kita bicara di luar" ucap Dokter E'en tegas agar tidak mengganggu Ola beristirahat , mendengar ajakan bicara di luar, Rudy mengangkat kepala untuk melihat Ola yang masih belum sadar kan diri.


Betapa terkejut nya Rudy hingga mulut nya menganga, pepaya kembar itu terpampang sebelah bulat mirip melons yang sangat menggugah selera.


" En kenapa gak di tutup aja " tanya Rudy khawatir Ola masuk angin dan ucapan Rudy menghentikan langkah Dokter E'en.


" Biar dulu masih terlalu basah, sudah Aku kasih salep biar cepat kering, Kamu sih gak pake perasaan " jawab Dokter E'en kembali melihat Ola.


" Sudah Ayok gak usah Kamu liatin lagi nanti malah Kamu kepengen, takut nya sebelah lagi Kamu abisin tampa sisa" tambah Dokter E'en terdengar mengejek buat Rudy tidak berkutik.


Rudy garuk-garuk kepala yang gak gatal rasa nya gak rela ninggalin Ola sendirian, tapi kalau terus di dalam juga gak mungkin pasti E'en akan langsung mencecar nya dengan berbagai pertanyaan.


Ahir nya Rudy memutus kan untuk keluar mengikuti Dokter E'en, Rudy harus menguat kan hati saat bicara dengan E'en yang memang ceplas ceplos tampa mikir sakit hati orang.


" Kapan kamu nikah?, kenapa gak undang Kami " tanya Dokter E'en dengan dua pertanyaan sekaligus.


" belum Lama " jawab Rudy singkat tau bagainana mulut E'en," trus kenapa kamu gak undang aku dan Mas Bimo?" tanya E'en lagi.


"Belum acara resepsi " jawab Rudy singkat. bersandar di dinding.

__ADS_1


Dokter E'en yang semula tunduk langsung mengankat wajah nya untuk menatap Rudy "kamu kenapa ?!" tanya Dokter E'en Karena Rudy menjawab dengan jawaban sepotong-sepotong.


" Gak Aku gak pa pa " Jawab Rudy mendengus, Dokter E'en menarik nafas panjang.


" Aku gak nyangka ternyata kamu kasar juga " ucap Dokter E'en, " Maksud kamu kasar apa? " Rudy balik bertanya sedikit kurang suka karena Dokter E'en bilang Dirinya kasar.


" Jangan kamu tanya apa maksud Ku!, Itu jelas yang ada di dalam ulah kamu kan!? " ucap Dokter mengingat kan Rudy tentang Ola.


Rudy terdiam mengakui kesalahan nya dalam hati, wajar kalau E'en mengatakan Diri nya kasar, sesama perempuan pasti akan saling bela " batin Rudy.


" Coba lah bermain halus, atau kamu sengaja ingin memakan nya sampai habis " ucap Dokter E'en dengan dingin.


" Ya gak lah En kamu pikir Aku ini kanibal apa!? " jawab Rudy terkejut kesal campur malu karena E'en langsung blak blakan, tapi E'en memang begini ada nya ceplas ceplos tampa mau menjaga perasaan orang lain.


" Mirip, kalau aku liat dari luka nya ya? kamu persis kanibal memang " ucap Dokter E'en sambil menarik sudut bibir nya.


" Apa!!, kamu bilang sedikit, Heyy.. Rudy Aku juga perempuan loh...dan Aku juga punya seperti apa yang dia punya, Kamu pikir itu mainan bisa kamu gigit sesuka hati " Dokter E'en marah mendengar pembelaan Rudy yang gak masuk akal.


Rudy terdiam Dokter E'en menghembus nafas kasar lalu melangkah kemeja nya, memang bukan hak nya untuk marah-marah tapi sebagai sesama perempuan Ola wajib di bela dari manusia seperti Rudy.


" Duduk lah coba kamu ceritakan yang jelas kenapa bisa sampek kejadian nya seperti itu" Dokter E'en mempersilahkan Rudy duduk dengan Suara melunak lalu minta Rudy menceritakan awal kejadian.


Rudy duduk dengan malas, berulang kali menarik nafas dalam malas untuk bercerita , tapi kemudian Rudy berfikir tidak ada gunanya menyembunyikan dari E'en, karena Rudy hafal tabiat E'en pasti akan cari tau melalui Ola.


Ahir nya Rudy menceritakan semua dari awal hingga terjadi nya penolakan Ola, Dokter E'en sudah bisa ambil kesimpulan setelah mendengar cerita, kalau apa yang terjadi di sebab kan oleh Rudy.

__ADS_1


" Berarti masalah nya di kamu Rud, Aku saranin kamu lekas pergi memeriksa kan diri, kalau sudah sakit seperti itu kemungkinan kamu prostad atau ada penyumbatan, pengapuran atau juga yang lain nya coba deh kamu periksa" ucap Dokter E'en menyaran kan.


" Iya En ahir-ahir ini memang Aku sering kesakitan saat buang air kecil " jawab Rudy gak menampik omongan Dokter E'en.


" Pasti akibat nahan sakit kamu gak sengaja gigit punya istri Mu kan ?" ucap Dokter E'en tersenyum agar suasana tidak terlalu tegang.


" Iya En Aku tuh gemes liat Dia, selalu bikin bernafsu" jawab Rudy tampa sungkan curhat.


Dokter E'en tersenyum lagi , mengerti akan ganas nya laki-laki yang sedang dalam kondisi birahi tinggi.


" Luka nya lumayan parah, dan kamu harus puasa sampe Istri mu benar-benar sembuh " ucap Dokter E'en membuat Rudy diam seribu basa menutup mulut.


"Ehh..Ada tamu spesial nih " sapa Bimo yang baru sampai di depan pintu ruang praktek Dokter E'en.


Rudy noleh lihat ke belakang lalu bangkit untuk menghampiri Bimo, " Apa kabar Brother, makin seger aja " Tanya Rudy berbasa basi memeluk Bimo.


" Seperti yang kamu lihat Brother Aku baik sehat semua karena Dia yang selalu kasih Aku suprais setiap hari" jawab Bimo menunjuk E'en.


Rudy cuma bisa nyengir menangapi omongan Bimo, Karena jiwa kelakian nya sudah terpukul serasa mati sejak beberapa Jam lalu, akibat kelakuan nya membuat Ola terluka lahir batin. Rudy kembali merutuki Diri.


" Loh.. Mas kok udah pulang ' kata nya tiga hari di sana " ucap Dokter E'en menyadari kedatangan Bimo lalu menghampiri Bimo.


" Aku gak tahan jauh dari kamu Sayang " jawab Bimo tersenyum lalu mencium kening Dokter E'en dengan penuh kasih sayang.


" Hhhmm..hhmmm.. ada orang disini " ucap Rudy agar pasangan suami Istri itu tidak sembarangan pamer kemesraan.

__ADS_1


" ihh...Mas bikin Rudy iri tau gak " jawab Dokter E'en tertawa manja lalu mencubit sayang perut suami nya, sementara Bimo cuma nyengir purak purak sakitan.


__ADS_2