
Mendengar suara di luar memanggil Rudy langsung bangun dan pergi membukakan pintu untuk menyambut orang kepercayaan nya, " Mari silahkan masuk Gus, Mbak " ucap Rudy mempersilah kan masuk Orang suruhan nya dan Seorang Mua.
" Terimakasih Tuan " jawab Mua dan Agus bersamaa dengan sopan.
" Gus Kamu letakan saja barang barang itu di situ " Rudy menunjuk meja di Sudut , agar Agus meletakan barang-barang yang memang tadi sengaja Ia pesan.
" Oh ya salep yang saya suruh beli mana " tanya Rudy pada Agus orang kepercayaan nya.
" ini Pak " jawab Agus menyerah kan kotak kecil setelah mengambi dari dalam salah satu paperbag, Rudy menerima kotak itu sambil tersenyum samar, hati nya girang dengan mengoles obat tentu dapat melihat plum Ola yang kata nya bengkak akibat perbuatan si Bob.
" Ya sudah kamu kembali, pastikan semua berjalan dengan sempurna " ucap Rudy pada Agus kemudian.
" Siap Tuan saya permisi " pamit Agus menunduk lalu pergi.
Ola yang sedang duduk tidak melihat kearah pintu Ola juga tidak menyadari kedatangan orang lain di ruangan Itu, mata nya masih terlalu fokus pada layar ponsel dan sibuk mencari di internet obat untuk mengobati plum yang sakit.
" Sayang " panggil Rudy.
" Ya Mas " jawab Ola tampa melihat Rudy, karena masih fokus pada layar ponsel.
Mua yang berdiri di samping Rudy tersenyum melihat Ola ternyata perempuan yang akan Ia dandani sangat lah cantik, hidung yang mancung membuat Mua memuji kecantikan Ola walau belum lihat keseluruhan.
Melihat Ola masih terus menatap layar ponsel Rudy kesal karena merasa tidak di perdulikan, berulang kali Rudy membuang nafas kasar dan mendahem tapi Ola tetap tidak perduli.
__ADS_1
Rudy semakin jengah, kenapa Ola lebih pentingin ponsel dari pada panggilan nya.
" Sayanggg" panggil Rudy lagi kali ini dengan menekan suara sedikit besar.
" Apa sih Masss" jawab Ola merasa terganggu lalu menoleh dan terkejut melihat ada orang lain di samping Rudy, " Oh maaf tadi Aku lagi scroll cari Obat " ucap Ola sepontan berdiri sambil meletakan ponsel di atas meja.
" Mbak taruh saja dulu tas nya di meja sana " ucap Rudy pada Mua, tampa bicara Mua memandang kagum wajah Ola sekilas lalu mengikuti perintah Rudy sambil geleng geleng kepala geli melihat drama dua anak manusia yang menjadi pelangan nya hari ini.
" Mas itu siapa " Tanya Ola dengan volume kecil ketika Mua pergi ke meja yang di tunjuk Rudy, " perias peng " jawab Rudy menggantung tidak tahan kalau terus kesal pada Ola.
" Siapa yang mau di rias?" Tanya Ola, Rudy mengangkat bahu, sengaja tidak menjawab karena akan memberikan surprise besar untuk Ola.
" Gak tau kok malah suruh kesini " celetuk kesal Ola Karena Rudy tidak memberi jawaban yang benar.
Rudy melihat penunjuk Waktu yang tergantung di dinding sudah lebih sepuluh menit tentu sekarang Darmawan sedang menyambut klien nya.
" Sudah gak usah malu yok ikut Mas " ucap Rudy menarik tangan Ola, sebab waktu yang sudah sangat mepet" Is Mas gak usah begini Aku bisa jalan sendiri " tolak Ola karena gak bisa jalan cepat juga malu pada Mua.
" Maaf ya Mbak istri saya memang keras kepala " ucap Rudy pada Mua karena gak enak hati dan merasa malu di tolak Ola, lalu Rudy kembali membujuk Ola.
Mendengar Rudy kembali menyebut nya Istri, Ola tertunduk merasa salah tidak seharus nya menolak Rudy seperti itu di depan orang lain,sambil menahan sakit Ola mengikuti langkah Rudy.
" Gak usah cari cari di internet nih udah ada obat " ucap Rudy ketika mereka sampai di dalam kamar,kemudian memperlihat kan kotak kecil pada Ola, " Mas dapat dari mana!, kok bisa tau itu obat nya!? " Tanya Ola dengan tatapan penuh selidik.
__ADS_1
" Jangan fikiran macam macam, Saya tau juga dari internet tadi waktu kamu mandi sayang " jawab Rudy apa ada nya.
Ola diam mendengar penjelasan Rudy, " Yuadah gak usah banyak mikir sekarang naik tempat tidur biar Mas bantu olesin salep nya" ucapan Rudy membuat Ola ternganga membuka mulut dan merapat kan kedua kaki.
" Jangan ahh Mas biar Aku sendiri yang oles " jawab Ola malu tetap tidak mengijin kan Rudy melihat isi plum yang sakit.
" Tolong sayang Kali ini jangan menolak Mas khawatir sama kamu " ucap Rudy berbisik di telinga, bulu kuduk Ola meremang karena hembusan nafas Rudy.
Ola menunduk malu, gak sanggup bayangkan gimana Rudy mengobrak abrik plum bengkak nya," Ya sudah ini Kamu oles sendiri " ucap Rudy dengan kecewa karena gagal mengintip plum dan tidak bisa lihat hasil perbuatan nya.
Rudy keluar meninggal kan Ola sendiri di dalam kamar, untuk mengambil pakaian ganti yang tadi Ia pesan pada Agus. setelah mengambil paper bag Rudy tidak lagi kembali ke kamar melain kan masuk kamar mandi yang terletak berseblahan dengan kamar.
Sampai di dalam Rudy sengaja memperlambat pergerakan nya, bagaimana pun masih penasaran dengan plum yang kata nya bengkak, Rudy sangat berharap Ola akan memanggil nya dan meminta nya untuk mengoles salep agar Ia bisa lihat plum yang bengkak.
Lama tidak ada panggilan dari Ola, Rudy memutus kan untuk segera turun, menemui Klein. sebelum turun Rudy meminta mua untuk tidak menceritakan soal pernikahan nya dan Ola yang akan berlangsung hari ini.
" Ya sudah mbak saya tinggal titip istri saya " ucap Rudy setelah berpesan , " Baik Tuan " jawab Mua mengangguk hormat juga kagum pada Rudy yang muda sudah sangat sukses dalam dunia bisnis.
didalam Ola menyudahi usaha nya untuk mengoles salep, berulang kali mencoba Ola tidak juga bisa mengoles sendiri. dengan terpaksa harus minta pertolongan Rudy nanti nya.
Ola keluar dari kamar masih dengan menggunakan komono handuk, " Gimana mbak sudah bisa kita mulai!? " Tanya Mua melihat Ola keluar dari kamar , " Oh Mbak Yuk Silah kan" jawab Ola ramah hampir lupa lalu kembali masuk kamar.
Di lantai satu Rudy menemui klien yang Baru saja tiba lima menit, Dengan ramah Rudy beserta beberapa staf membawa klien keruang Rapat. Rudy berusaha sebaik mungkin agar Klein nya merasa nyaman dan tidak ragu untuk menjalin kerja sama.
__ADS_1
Tidak lupa Rudy mengundang klien nya dan para staf untuk datang kepernikahan nya dengan Ola yang akan di adakan sore ini.