DIARY LUKISAN MILIK OLA

DIARY LUKISAN MILIK OLA
BAB 26 sangat malu


__ADS_3

Tampa rasa malu Johan mendekati Rudy, "Jangan begitu calon ponakan berbaik hati lah dengan Om Mu" ucap Johan enteng setelah berhadapan dengan Rudy.


Rudy mengatur nafas mencoba bersikap tenang, sungguh Rudy sangat malas menghadapi manusia-manusia seperti Johan " berbaik hati yang bagai mana maksud anda ? " tanya Rudy dingin.


Johan menatap Rudy sesaat " Berbagi lah sedikit uang untuk om mu ini bersenang-senang" Ucap Johan tampa rasa malu sambil mengibas ujung jas Rudy


Rudy membuang muka kesamping serta membuang nafas kasar beberapa kali, gak habis Fikir terbuat dari apa manusia di hadapan nya mengapa Johan seperti orang yang tidak punya otak.


" Bagaimana calon ponakan bisa kan berbagi sedikit dengan Om Mu ini " Johan lagi sambil tersenyum Karena Rudy hanya diam dan menatap nya.


Tina yang awal nya hanya diam berdiri di samping meja Rudy, entah kenapa merasa muak dan geram melihat tingkah Johan.


" Cihhh.." Tina mendecih melepas geram nya, memang Tina gak tau Apa permasalahan antara Johan dan Ola juga Atasan nya, Tapi Tina sangat tidak Suka melihat tingkah Johan, gak sadar suara decihan nya dapat di dengar dengan Ola dan Rudy termasuk juga Johan.


" Heyy Lacxx Kau siapa berani nya Kau mendecih" Tunjuk Johan geram pada Tina dengan mata berkilat merah, jantung Rudy bagai tersengat dengar kata-kata lac*** dari mulut Johan yang di tujukan untuk Tina, Johan sudah sangat keterlaluan Rudy tidak bisa tinggal diam Johan sudah keterlaluan menghina karyawan nya.


Tampa mengeluarkan suara Rudy langsung menangkap tangan Johan yang menunjuk Tina. Rudy memutar tangan Johan kebelakang.


Ola dan Tina terkejut wajah kedua nya pucat seketika.

__ADS_1


"Jangan pernah tunjuk-tunjuk karyawan Saya" Bentak Rudy tepat di telinga Johan, awal Johan terkesiap terkejut dengan serangan tiba-tiba Rudy, tapi bukan Johan nama nya kalau tidak bisa terlepas dari cengraman Rudy.


" Ha..ha.. ha.." Johan tertawa kemudian menggunakan siku agar bisa terlepas dari cengraman Rudy, sikutan telak mengenai perut tepat di uluhati, Karena sangat kesakitan seketika tangan Rudy melepas tangan Johan, Rudy menunduk menahan sakit.


Ola dan Tina menjerit bersamaan, Ola mendatangi Rudy sambil menangis, sementara Tina tetap berdiri di tempat dengan kaki gemetar , " Mas gak papa kan?" tanya Ola dengan cucuran air mata , Rudy menatap Ola sesaat, Rudy gak sanggup melihat air mata Ola " Mas baik-baik saja ".. jawab Rudy dengan rahang terkatup tidak ingin membuat Ola panik.


Johan semakin marah saat melihat Ola ponakan nya begitu perduli pada Rudy, " Heyy Ola ayo kita pulang gak ada guna nya disini" ucap Johan ingin menarik tangan Ola.


Rudy yang sempat melihat kalau Johan ingin menarik tangan Ola reflek menepis kuat tangan Johan, Johan marah Karena tangan nya di tepis, tampa Rudy sadar Johan menendang wajah nya membuat Ola juga terjungkal karena berada di samping.


" Kau pikir bisa seenak nya, jangan Kau pikir Aku sudah tua tidak punya nyali untuk melawan anak muda seperti Mu, kau belum ada apa-apa nya anak Muda " Suara Johan menggelegar di dalam ruangan Rudy.


Rudy syok mendengar penuturan Johan, Memang Rudy gak pernah tau apa yang terjadi di kehidupan keluarga Almarhum Joni papa nya, Pukulan Johan cukup membuat rahang nya geser.


Rudy bangun berdiri tegak sambil meraba darah yang mengalir di Sudut bibirnya yang pecah, dengan menggunakan Ibu jari pula Rudy mengusap darah yang keluar.


Emosi nya memuncak, Johan bukan orang yang patut di hormati, Johan hanya manusia pemalas yang tidak punya malu, tatapan Rudy semakin sinis melihat Johan.


" Sudah gak usah pakai kekerasan, saya hanya datang meminta uang pada Ola ponakan Saya " ucap Johan melemah seketika nyali Johan ciut saat melihat mata Rudy yang memerah menakut kan.

__ADS_1


" Dengan siapa anda minta uang" tanya Rudy lantang dengan pandangan sama " Ya dengan keponakan saya lah " jawab Johan sambil garuk-garuk karena masih mikir kata-kata lain.


Ola yang masih terduduk di lantai syok mendengar kata-kata Johan, terfikir kalau harus mengingat kan janji Johan di rumah sakit beberapa hari yang lalu " uang apa lagi Om, bukan nya Mas Rudy sudah kasih Om sejumblah uang dan Om berjanji tidak akan meminta uang lagi pada Ku atau Mas Rudy " teriak Ola di barengi dengan tangis tersedu-sedu.


Ola sangat malu dengan tingkah Johan, apa lagi sampai berani datang langsung meminta uang pada Rudy.


" Hahahahaha.... sudah pandai kau panggil dia Mas apa Kau sudah ditiduri nya, hingga Kau dengan mudah memanggil nya dengan sebutan Mas, hahhh.....dasar Kau pela*** kecil" ucap Johan tertawa sambil mencibir muak Kala mendengar Ola manggil Rudy dengan sebutan Mas.


Ola mengis sekuat nya saat mendengar Johan mengatai Diri nya pela*** kecil, hati Ola begitu sakit Om yang Ia hormati bisa mengeluarkan kata-kata yang sangat menusuk, Rudy berjongkok gak sanggup melihat Ola menangis, emosi yang tadi sudah benar-benar tinggi ke ubun-ubun seketika luruh karena tau betapa sakit nya hati Ola.


Rudy memeluk Ola " Sudah jangan menangis sayang " bisik Rudy agar Ola tidak lagi menangis, " Cihhhh... benar-benar Kau lac** yang suka mencuri perhatian " ucap Johan membuat Rudy semakin terbakar.


Rudy menoleh melihat Johan, Dada nya panas jijik melihat Johan, Manusia seperti Johan layak di habisi, Rudy bangkit lalu menghadiahi Johan dengan beberapa pukulan telak, Johan yang tidak punya persiapan langsung jatuh terkapar di lantai.


sementara Ola gemetar takut sambil memeluk kedua lutut nya, begitu juga Tina ketakutan dan hampir terkencing, dua tahun bekerja Tina belum pernah melihat Rudy membabi buta seperti Ini.


" Tina panggil scuriti cepat " teriak Rudy masih penuh dengan emosi, Tina yang memang sudah ketakutan langsung berlari keluar dari ruangan Rudy, Tina lupa kalau ada telephone yang bisa Ia gunakan untuk memanggil scuriti tampa harus berlari turun.


Tidak Lama tiga Orang scuriti datang, " Seret Dia keluar ingat kenali wajah nya jangan biar kan Dia masuk lagi kemari " perintah Rudy dengan suara lantang.

__ADS_1


Ketiga scuriti terdiam dan tertunduk tidak berani menatap Rudy apa lagi untuk bertanya mereka tidak berani, mereka mengikuti perintah Rudy mengangkat Johan dan membawa johan keluar dari ruangan Rudy.


__ADS_2