
Ola memeluk Rudy dengan begitu erat nya, bayangan kelam ketika tinggal berasama Johan, akan menjadi gambaran yang tidak akan terlupakan dalam hidup nya.
Tiba di bandara Ola masih enggan melepas pelukan nya, air mata nya cukup membuat kemeja yang di pakai Rudy basah.
" Kita udah sampai sayang " ucap Rudy menyapu lembut kepala Ola, rasa cinta nya semakin besar tangis Ola juga membuat nya ikut sedih dan marah pada Johan.
Ola menarik wajah nya dari dada Rudy, dengan mata sembab Ola menengadah melihat wajah Rudy, " Jangan pernah sakiti Aku ya Mas " ucap Ola di barengi sisa tangis yang masih ada.
" Cup...cup.. Jangan menangis lagi " ucap Rudy setelah mengecup kedua mata basah Ola. perlakuan Rudy membuat Ola merasa berarti tampa segan kembali memeluk Rudy dengan erat.
Sadar pipi nya dingin Ola menarik lagi wajah nya dari dada Rudy, terlihat kemeja Rudy basah di bagian dada, " Mas maaf ya?, baju Mas jadi kotor " Ola coba menyerap air di kemeja Rudy dengan tisyu yang ada di tangan nya.
" Udah gak pa pa, kita harus segera berangkat" ucap Rudy gak mungkin lagi mengulur waktu ngurisin soal kemeja basah.
Mereka berangkat dengan pesawat pribadi milik Rudy, jadi tidak perlu menunggu layak nya seperti penumpang penerbangan lain yang harus berangkat sesuwai jadwal.
" Mas Aku takut " ucap Ola ketika sudah turun dari mobil pengantar.
" Rileks Sayang jangan takut " jawab Rudy menggengam tangan Ola.
" Istri Kamu Rud " tanya pilot yang juga baru sampai , " Iya nih Mas kenalin ini Istri Ku " jawab Rudy memperkenal kan Ola.
wajah Ola bersemu merah lagi lagi Rudy memperkenal kan nya sebagai seorang Istri, " Sayang kenalin ini Mas Anton pilot kita " ucap Rudy, Ola tersenyum sambil mengulur kan tangan.
__ADS_1
" wah Rud istri mu cantik sekali " puji Anton setelah menatap wajah Ola lalu menerima uluran tangan Ola dengan senyum pula, " Ah Mas bisa aja, kan guru nya Mas juga kan? " jawab Rudy dengan senyum bahagia, Ola kembali tertunduk malu dengan pipi semakin merah.
Rudy dan Anton Sama sama tertawa, Rudy tau Anton memang suka ceplas ceplos karena Itu memang sudah sifat nya, mengenal Anton sudah sejak Lama, tau kehidupan Anton bagaimana, jadi cuma Anton yang dapat pengecualian tidak perlu cemburu dengan tatapan Anton.
Rudy tidak mempermasalah kan ketika Anton menatap dan memuji Ola Karena Anton bukan laki laki mata keranjang seperti kenalan Iain, Anton juga sudah punya istri dan anak-anak yang sangat cantik.
" Ah Kamu nikah gak bilang-bilang, patah Hati Hera kalau tau berita ini " ucap Anton masih sambil tertawa.
Mendengar nama Hera di sebut Ola melepas kasar ranggkulan nya di lengan Rudy, hati nya sakit seperti di tekan batu bear, Ola begitu merasa terhempas. baru saja angan angan hidup bahagia, tapi sekarang angan angan itu harus hancur karena ada perempuan lain patah hati.
Rudy terkejut saat Ola menghempas tangan nya, perubahan tiba-tiba Ola bisa di tebak pasti karena omongan Anton.
" Ahh gara-gara Mas lihat ni, istri Ku ngambek " kata Rudy menunjuk Ola yang kini sedang tertunduk sedih, Anton melihat Ola seketika, " Kenapa Dek, apa saya salah bicara " tanya Anton sengaja menghadap Ola membuat Ola semakin tertunduk dalam.
" Oalah haha have... Hera itu anak saya lo umur nya baru delapan tahun, Dia manja sama Rudy kalau Rudy datang ke rumah " Jelas Anton membuat Ola semakin menunduk Karena malu, ingin rasa nya segera menghilang.
Rudy tertawa geli karena Ola bisa nya cemburu dengan Anak kecil, " Ya sudah naik masuk apa kita tidak jadi berangkat atau di tunda keberangkatan nya " ucap Anton setelah melihat Jam yang melingkar di tangan nya.
" Hahaha iya Mas " jawab Rudy tertawa kemudian membawa Ola naik tangga pesawat, saat menaiki tangga jantung Ola mulai berdebar badan nya juga terasa panas dingin " Kamu ketakutan Sayang " Tanya Rudy karena tangan Ola begitu dingin.
" Kenapa Rud? " Tanya Anton yang mendengar pembicaraan antara Rudy dan Ola.
" Istri Ku kurang sehat Mas " Jawab Rudy yang langsung dapat lirikan mata tajam dari Ola. " uhh keterlaluan kamu Mas masak doain Aku gak sehat " batin Ola sambil cemberut dan membuang pandangan ke arah lain.
__ADS_1
" gak mendoa kan sayang, Mas sengaja bilang gitu biar Mas Anton gak banyak tanya " bisik Rudy.
" ya terserah kamu lah Mas " , ucap Ola dalam hati setengah kesal tapi membenar kan ucapan Rudy barusan.
Setelah semua nya naik, pesawat mulai landing Ola memejam kan mata juga mencengkram kuat pegangan kursi. Jantung nya bedebar hebat.
Rudy melihat kesamping lalu tersenyum, "Sayang tenang rileks" ucap Rudy meraih tangan Ola menyalur kan segenap rasa aman, sedang Ola semakin memperkuat genggaman nya saat pesawat di rasa berguncang.
" Sudah aman sayang " Ucap Rudy setelah pesawat mencapai ketingian maksimal " Tapi Ola takut Mas " jawab Ola masih terpejam takut membuka mata, Rudy diam memaklumi ketakutan Ola Karena tau ini pengalaman pertama Ola naik pesawat.
Setelah pesawat tidak lagi berguncang, Ola menarik nafas dalam secara perlahan membuka Mata, Ola menoleh kesamping dan yang pertama di lihat nya senyum manis Rudy.
" Masih deg degkan sayang?" Tanya Rudy tertawa kecil lalu membuka pengaman, " Ia Mas Aku masih takut " jawab Ola apa ada nya.
Rudy tersenyum mendengar jawaban Ola, percaya kalau Ola memang sama sekali belum pernah naik pesawat.
Rudy sengaja ngajak Ola bicara agar bisa lebih tenang dan gak perlu merasa takut lagi, kedua nya terus bertukar cerita hingga pesawat tiba di bandara tujuan.
Mendengar Aba-aba pesawat akan leading Rudy kembali memasangkan pengaman Ola, " gak terasa ya, Mas, " ucap Ola tidak lagi ketakutan.
" Ya sayang cuaca sangat bagus jadi lancar perjalanan kita " jawab Rudy duduk bersandar, " Kalau cuaca buruk gimana itu Mas? " Tanya Ola jadi kepingin tau apa yang di alami pesawat ketika sedang terbang tinggi.
" Sama seperti kita naik mobil, kalau ketemu lubang pasti mobil akan berguncang, beda kalau guncangan kita buat berdua itu lain lagi sayang " jawab Rudy bercanda sambil tertawa lepas, sedang Ola hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Rudy.
__ADS_1
Pesawat mendarat dengan mulus tampa satu hambatan, Ola bisa bernafas lebih lega ketika pesawat sudah benar benar sampai di darat. Mereka turun dan langsung naik mobil jemputan yang sudah di sediakan orang kepercayaan Rudy.