DIARY LUKISAN MILIK OLA

DIARY LUKISAN MILIK OLA
BAB 37 Terlalu Pendek


__ADS_3

Setelah kepala Art pergi, Rudy juga makan,kehangatan kedua nya mengalir begitu saja Rudy merasakan kasih sayang tulus dari Ola begitu sebalik nya.


Di tengah suap suapan manis kedua nya, Rudy mengingat kan pada Ola, kalau waktu keberangkatan mereka tinggal dua Jam lagi.


Memang sebenar nya gak harus terburu buru karena Rudy akan bawa Ola dengan jet pribadi, Bukan dengan pesawat penumpang biasa yang harus mengejar waktu.


Bukan juga mau buru buruin Ola, tapi Rudy perlu menemui Suseno di rumah utama dan Rudy tidak ingin meninggal kan Ola.


Rudy perlu menanyakan perihal menik dan sulastri, Karena tadi sempat menerima telpon dari salah satu Art nya soal Menik dan Sulastri yang mulai bertingkah.


Mengingat luka Ola Rudy berfikir kalau urusan cepat selesai mereka akan cepat berangkat dan dapat beristirahat setelah sampai tujuan.


" Mas boleh kan Ola mandi dulu setelah Ini" Tanya Ola Karena gak mungkin pergi dengan badan bau, apa lagi seharian ini waktu yang mereka lalui terlalu menguras tenaga dan fikiran serta emosi.


Rudy mengangguk sambil meraba pipi Ola dengan perasaan berdebar, mereka saling tatap, mata mereka saling mengunci satu Sama lain. Rudy bersyukur, karena Ola masih mau bertahan di sisi nya setelah apa yang terjadi.


Suap suapan seketika berhenti Karena kedua nya larut dengan perasaan masing masing.


Begitu juga Ola bersyukur karena sekarang Rudy lah tumpuan hidup nya, terlepas dari rasa sakit dan luka yang di buat Rudy. Tapi Rudy juga lah yang telah melepas kan nya dari cengkraman Johan, tak terasa mata Ola mulai berkaca kaca.


Teringat beberapa Jam kebelakang wajah Rudy langsung murung dan memutus kontak mata dengan Ola, masih terbayang di pelupuk mata saat Ola ngamuk ingin lompat, ingat itu membuat dada Rudy kembali panas dan jantung Rudy berdetak lebih kencang.


Rudy memejam kan mata, mengatur detak jantung nya agar normal kembali, bagaimanapun masih Ada rasa bersalah walau Ola sudah memaaf kan atas kejadian itu.

__ADS_1


Sungguh tidak terbayang kan kalau Ola benar benar lompat dari dalam mobil, Rudy bergidik ngeri lalu meraup muka menghalau bayangan ngeri.


Sama sekali tidak menyangka kalau Ola yang begitu polos bisa senekat itu saat marah, "Mas kenapa " Tanya Ola setelah mengusap mata tampa sepengetahuan Rudy. Ola dapat melihat jelas perubahan mimik wajah Rudy.


Rudy kembali menatap Ola " beberapa Jam lalu kamu hampir bikin jantung saya berhenti berdetak " ucap Rudy dengan pandangan sayu serta membelai sayang suray kepala wanita yang kini mengisi setiap sudut relung hati nya.


Ola tersenyum lalu menunduk " salah nya Mas lah udah bikin Aku luka " jawab Ola sambil mencebik kemudian kembali menyendok nasi kedalam mulut.


" Udah gak usah di bahas, Mas makan sendiri ya?, Ola ambilin ya? " ucap Ola malas membahas masalah tadi, sengaja buat pengalihan karena malu juga mengingat kenapa bisa sok soan nekat mau lompat, Ola mengambil kan makanan untuk Rudy.


Rudy tersenyum mengerti kalau Ola menghindar tidak mau membahas masalah tadi, bukan karena masih marah tapi karena sudah tau apa penyebab nya.


Selesai mengambil kan nasi, lalu Ola menyerah kan nya pada Rudy, " terimakasih Sayang " ucap Rudy tersenyum dengan perasaan haru dan bahagia.


" Sama Sama Mas " jawab Ola tersenyum juga, Sambil makan Rudy sebentar-bentar melihat penunjuk waktu yang melingkar di tangan nya.


Selesai makan tampa bicara Ola segera turun dari ranjang dan menyambar handuk yang sudah Ia letakan dari tadi di pinggir ranjang. Langkah nya terburu buru menuju kamar mandi untuk membersihakan diri.


Ola bergegas mandi, tidak ingin mengganggu aktifitas perjalanan Rudy Karena menunggu diri nya terlalu Lama.


Tapi setelah selesai mandi Ola tercengang dengan handuk di tangan, handuk yang kini di pegang nya ternyata handuk untuk mengeringkan rambut, kalau di pakai melilit tubuh nya hanya menutup dada sampai batas pinggul.


Ola yang tadi nya sempat ingin buru-buru langsung lemas bersandar ke dinding, Ola merutuki kebodohan nya.

__ADS_1


" Ya ampun bodoh nya Aku, kenapa bisa gak liat liat sih " batin Ola lalu mengedar kan pandangan keseluruh dinding kamar mandi dengan harapan menemukan kimono atau handuk yang lebih besar.


Tidak mungkin bagi nya keluar dalam keadaan setengah telanjang, dengan perasaan kacau balaw Ola kembali bersandar rapat di dinding kamar mandi.


Sementara Rudy sudah sejak tadi selesai makan, sesekali Rudy menoleh kearah pintu kamar mandi dengan perasaan gelisah, Karena Ola gak kunjung keluar dari kamar mandi setelah sekian Lama.


Sudah sekian lama Ola belum juga keluar, Rudy mengingat luka Ola, maklum mungkin Ola Lama karena harus menjaga luka nya agar tidak terkena air, Rudy mengerti kalau cewek pasti serba Lama mandi, Lama dandan.


Rudy tidak ingin membuat Ola jadi serba salah dan tidak nyaman, Rudy sengaja menelpon bawahan nya agar menunda beberapa Jam keberangkatan.


perut kenyang juga faktor kurang istirahat tentu membuat Rudy di serang kantuk.Rudy memilih menunggu sambil berbaring memainkan ponsel, Lama kelamaan rasa kantuk itu semakin tidak dapat di tahan dan ahir nya Rudy tertidur.


Ola bingung, resah melihat diri nya dari pantulan cermin, balutan handuk yang terlalu pendek membuat nya terus terusan ngomel untuk diri sendiri. bayangan kejadian beberapa Jam lalu, kembali terbayang hingga membuat nya bergidik.


Ola membuka sedikit handuk di bagian dada untuk melihat ujung bukit kembar milik nya, perasaan ngilu begitu terasa saat melihat perban penutup luka.


Berulang kali Ola membuang nafas kasar,sudah terlalu Lama berdiri kaki nya juga mulai kesemutan, " aduh gimana ini " batin Ola lalu kembali mengikat handuk di tubuh nya.


Lama kelamaan Ola mulai kedinginan, " apa Aku minta bantuan Mas Rudy aja " monolok Ola dengan perasaan kesal tapi kemudian Ola melangkah ke pintu untuk minta tolong Rudy mengambil kan handuk lain.


Tapi sampai di depan pintu langkah Ola kembali terhenti, ragu minta tolong Rudy, tapi Ola juga tidak ingin Rudy kecewa karena diri nya terlalu Lama.


Setelah memgumpul kan banyak keberanian Ola membuka pintu sedikit untuk mengintip keluar, dalam hati berharap Rudy sudah keluar jadi tidak perlu memanggil dan minta pertolongan.

__ADS_1


Setelah mengintip wajah Ola berubah suram, ternyata Rudy masih ada di kamar, Ola kembali menutup pintu, dengan Susah payah menelan ludah yang tersangkut di tenggorokan.


Di situasi yang tidak menguntungkan ini Ola ingin sekali teriak, agar ada orang lain datang menolong.


__ADS_2