DIARY LUKISAN MILIK OLA

DIARY LUKISAN MILIK OLA
BAB 40 MENGGIGIL


__ADS_3

Rudy segera masuk walk in closet untuk berpakaian, Rudy memilih sepasang piyama tangan panjang gak mungkin pake celana pendek seperti biasa.


Rudy tau Ola takut kalau Dirinya akan berbuat hilaf, sebelum berpakaian Rudy menatap tubuh polos nya di cermin besar, " Aduh Bob kamu harus tenang dan sabar Ya, kamu kan sakit jadi jangan macem macem dulu " ucap Rudy pada Si Bob pusaka nya yang kini lemas tampa reaksi.


Setelah selesai berpakaian Rudy keluar dari walk in closet, masih mendapati Ola dengan posisi duduk seperti semula.


" Jangan ngelamun Sayang " Ucap Rudy menghampiri Ola, " Ehh Mas, kok udah pakai baju " Tanya Ola Karena gak tau kapan Rudy masuk walk in closet.


" Maka nya jangan ngelamun " ucap Rudy lalu naik ke atas tempat tidur, karena udah gak tahan tubuh nya mulai terasa menggigil, Ola menarik nafas berat, dada nya berdegup kencang saat Rudy dengan sengaja naik dari hadapan nya.


Rudy duduk menatap punggung Ola, " Sini sayang kita tidur " ucap Rudy, menepuk bantal di sebelah nya, Ola menoleh dengan dada berdebar tubuh nya juga gemetar dan terasa panas dingin tapi bukan karena demam melain kan takut.


Memang bukan sekali tidur bareng Rudy, tapi entah kenapa Ola merasa takut kalau malam ini Rudy akan khilaf meniduri nya.


" Udah tidur, Gak usah fikir macem macem, Saya tidak akan memperkosa kamu " kata Rudy. membuat Ola diam seribu basa karena fikiran nya kembali terbaca oleh Rudy.


Ola tertunduk malu karena Rudy terus terusan bisa membaca fikiran nya, saat mata nya melirik ke arah kaki Rudy, Ola melihat guling di bawah kaki timbul ide untuk meletakan guling di tengah sebagai pembatas.


" Mas guling nya tarok di tengah ya? " pinta Ola, " Ya sayang " jawab Rudy kemudian telentang menghembus nafas kasar, maklum mungkin Ola masih trauma dengan kejadian Sore tadi.


Rudy mulai mencoba memejam kan mata karena sudah gak tahan dengan dingin, saat Ola meletakan guling di bawah selimut suhu tubuh yang mulai tinggi membuat Rudy berbalik dan meringkuk menahan dingin.


Rudy membiar kan apa yang di lakukan Ola asal yang penting Ola tidak meninggal kan nya, setelah meletakan guling sebagai pembatas Ola berbaring membelakangi Rudy.


Dada nya terus berdegup kencang, fikiran nya kembali ke masa bertemu Rudy pertama kali, Ola gak menyangka kalau mereka bisa sedekat ini sekarang dan Rudy selalu menjadi penyelamat hidup nya. Ola merasa banyak hutang budi pada Rudy.

__ADS_1


Hingga pukul dua dini hari Ola masih belum bisa memejam kan mata, Ola juga dapat merasakan pergerakan Rudy yang gelisah.


Lama kelamaan spring bad bergetar karena Rudy yang tengah menggigil hebat, " Mas kenapa Mas " tanya Ola khawatir setelah berbalik menghadap ke Rudy.


" Dingin sayang " ucap Rudy sambil menggigil, wajah Rudy terlihat kemerahan, Ola bangun dan duduk kemudian meraba kening dan leher Rudy.


" Ya Tuhan " ucap Ola seketika menarik tangan nya, Suhu tubuh Rudy begitu panas nya, Ola gak tau harus berbuat apa.


Ola tercenung sambil menatap wajah Rudy, kembali ingat saat diri nya di serang demam tinggi waktu kecil dulu, Tante Mery membuka semua pakaian nya dan kemudian Tante Mery memeluk nya dengan erat.


Kata tante Mery cara itu ampuh untuk menurun kan panas dan memang benar suhu tubub Ola kembali normal, ke esokan hari nya Ola benar-benar sembuh.


Tapi Ini pada Rudy apa mungkin Ola harus melakukan hal seperti yang di lakukan Tante Mery terhadap nya, Rudy bukan anak kecil Rudy pria dewasa yang bisa saja mungkin membalas nya dengan kehangatan lain.


Membayang kan Itu Ola bergidik ngeri, kejadian sore tadi melintas begitu saja dan membuat Ola semakin takut.


" Ihh bandel sakit di panggil Dokter kok gak boleh " dumel Ola, lihat Rudy memejam kan mata rapat dan terus menggigil Ola merasa gak perlu lagi minta ijin untuk memanggil Dokter.


Perlahan Ola turun dari ranjang untuk turun ke bawah menemui kepala Art, " Mau kemana " Tanya Rudy tidak membiar kan Ola pergi.


" Ckk, baru jugak satu langkah Dia udah sadar" batin Ola lalu berbalik menghadap Rudy.


" Mau panggil Dokter Mas " ucap Ola dengan suara lembut agar Rudy tidak melarang nya pergi panggil Dokter.


" Gak usah sini naik " titah Rudy menatap Ola dengan mata memicing.

__ADS_1


Ola terpaksa naik lagi keatas ranjang, dengan jantung yang masih terus berdebar Ola berbaring sengaja memunggungi Rudy.


Rudy yang takut Ola meninggal kan nya langsung membuang guling ke lantai, tampa permisi Rudy menarik Ola kedalam pelukan nya.


" Isss" gumam Ola nyaris tidak terdengar, " tidur lah biar kan Mas memeluk mu Sayang" bisik Rudy nafas panas nya tepat mengenai daun telinga dan Ola merasa dada nya desir.


Ola tidak berani bergerak saat Rudy dengan sengaja memeluk nya dari belakang, tidak butuh waktu Lama Rudy benar benar tertidur pulas setelah memeluk Ola.


tarikan nafas Rudy yang tenang dapat di dengar Ola, " Hhmm ternyata Mas Rudy sudah tidur " batin Ola berbalik karena pegal.


Ola berbalik menghadap Rudy, terlihat wajah Rudy sangat damai saat tidur. perlahan tangan nya meraba rahang kokoh Rudy " Mas kamu begitu tampan " desah Ola dalam hati.


Ola terus menatap wajah Rudy, Lama kelamaan Ola juga tertidur dengan tangan masih memegang sebelah pipi Rudy.


Kedua nya bertemu di alam mimpi, pukul empat dini hari Rudy terbangun karena tenggorokan nya kering, Rudy menatap Ola Karena posisi kepala Ola berada di lengan nya.


" Kamu cantik sayang, Mas sangat mencintai Mu " ucap Rudy tulus mengalir begitu saja lalu mencium kening Ola.


Tenggorokan nya terasa sangat kering, Rudy perlu minum, Perlahan Rudy menggeser kepala Ola ke bantal lalu menarik lengan nya.


Rudy turun untuk ambil segelas air, " Untung gak jadi pergi " batin Rudy mengingat telah membatal kan keberangkatan.


Setelah minum Rudy mengambil lap top lalu kembali naik ke atas ranjang, Rudy duduk memangku lap top, untuk memeriksa imail pekerjaan.


Ternyata ada pesan singkat yang di Karim oleh Rita, " Pak mohon ijin saya harus bawa anak saya " begitu lah isi pesan singkat dari Rita.

__ADS_1


Rudy menarik nafas panjang, berfikir bagaimana cara Rita bertemu klien kalau bawa anak yang masih bayi, Rudy tidak mau di cap jelek, langsung menghubungi Orang kepercayaan nya untuk memulang kan Rita.


__ADS_2