
Setalah lima menit tertidur lagi Rudy kembali terbangun karena suara dering ponsel, Darmawan menghubungi nya untuk memgingat kan jadwal pertemuan dengan Klein dari luar negri.
" Apa Wan " Tanya Rudy sambil melurus kan kaki yang Terasa pegal.
" Maaf Pak Saya mau menyampai kan kalau Klein kita sedang dalam perjalanan kemari " jawab Darmawan.
" Ya OK lima belas menit saya turun, Tolong kamu sambut mereka dulu sementara saya belum turun " ucap Rudy lagi lalu mematikan sambungan secara sepihak.
Rudy meletakan ponsel di atas meja, lalu bangkit memungut pakaian yang kini berserakan di lantai, saat melihat ke sofa pinggang ramping Ola terekpos' kelakian nya bangkit seketika.
" Bob kamu jangan macam macam kita mau kerja " ucap Rudy menunduk melihat pada si bob yang kini tegak berdiri sempurna, sejenak Rudy tercenung sambil meraba tubuh nya yang polos masih dapat merasa kan kemanisan tadi.
Senyum bahagia terukir di wajah nya dan pandangan nya kembali kepada Ola yang saat ini masih tertidur dengan pulas, tubuh ramping yang putih Rudy harus menelan Saliva dan membuang jauh jauh fikiran kotor.
Rudy menutupi tubuh Ola dengan kemeja milik nya, tampa sengaja pandangan nya menyapu noda darah yang sangat jelas terlihat di atas sofa yang berwaran putih.
Sesaat pergulatan panas tadi kembali teringat Rudy tersenyum karena kini Ola sudah menjadi milik nya seutuh nya.
Tidur Ola tergugah karena merasa seperti ada yang sedang menyelimuti nya " Jam berapa Mas " Tanya Ola dengan suara khas bangun tidur, Ola mengeliat manja hingga kemeja penutup tersibak membuat seluruh tubuh nya kembali terlihat jelas.
" Jam sepuluh " jawab Rudy membuang pandangan kesamping sambil berusaha menahan si Bob agar tidak berdiri lagi.
Ola tersentak karena teringat jadwal Rudy " Mas kan harus bertemu Klein " Ucap Ola duduk dengan mata membulat karena pandangan nya langsung tertuju pada perut berotot dan sibob yang seolah sedang tersenyum sembunyi.
__ADS_1
Rudy diam tidak menjawab karena pusat perhatian nya jatuh pada kedua melons Bangkok yang kini sangat menantang juga banyak tanda kepemilikan hasil karya nya.
wajah Rudy memerah menahan hasrat nya yang kembali bangkit, " Yudah Mas siap siap ya " ucap Rudy menutup si bob dengan tangan, sekuat tenaga Rudy harus kembali menahan agar si bob tetap layu.
Tampa ucapan apa pun lagi Rudy segera pergi meninggal kan Ola, rasa malu menyeruak begitu saja ketika tau mata Ola menatap si Bob.
" hufff...Aku harus menahan nya " lirih Rudy terus masuk kamar mandi lalu mengguyur seluruh tubuh agar panas yang di rasa mereda.
Setelah kepergian Rudy, Ola kembali meraih kemeja untuk menutup sebagian tubuh nya, " uhhh sakit " rintih Ola Karena merasakan nyeri saat Bergerak.
Setelah rasa sakit berkurang Ola mencoba turun dari sofa, sambil menahan perih dan ngilu ahir nya Ola berhasil berdiri " Ahh ini gara gara Mas Rudy " batin Ola sambil melihat kesana kemari.
Rudy keluar dari kamar mandi mendapati Ola yang sedang berdiri seperti orang bingung, " Mau kemana sayang " Tanya Rudy
Wangi dari sabun mandi yang di pakai Rudy menembus pemciuman Ola, " Mau mandi lah" jawab Ola lalu melangkah, Rudy juga melangkah ingin masuk ke kamar setelah mendengar jawaban Ola.
" Sakit Mas " Jawab Ola tampa malu lagi memegang areal sensitif nya.
" Yang mana sayang, mana yang sakit " tanya Rudy berjongkok di samping Ola.
" Anu Ku Mas sakit sekali " jawab Ola apa ada nya, Rudy terdiam lalu paham setelah lihat tangan Ola mengelus elus plum. Rudy teringat artikel yang pernah Ia baca tentang sakit setelah buka perawan.
Rudy menarik nafas sedalam dalam nya, perasaan menyesal dan takut begitu saja hadir di fikiran nya, " bagaimana kalau koyak beneran " batin Rudy karena pernah melihat beberapa gambar organ intim yang terkoyak akaibat pemerkosaan.
__ADS_1
" Yaudah Mas gendong ya sayang mungkin setelah kena air sakit nya akan berkurang " ucap Rudy karena merasa bersalah Rudy juga gak ngerti harus kasih solusi apa untuk Ola.
Ola mengangguk, Rudy mengangkat Ola tapi kemudian Rudy mendesis saat Ola mengalung kan tangan di bahu nya, " Kenapa Mas " Tanya Ola setelah dengar desisan keluar dari bibir Rudy.
" Gak gak papa Sayang cuma luka kecil" jawab Rudy terus membawa Ola ke kamar mandi, sambil terus mengucap kan kata maaf Rudy tidak mempersoal kan bekas cakaran Ola lumayan membuat nya merasa kan perih.
Rudy menduduk kan Ola di atas closet, lalu jongkok di hadapan Ola " Boleh Mas lihat sayang " pinta Rudy ingin memastikan kalau milik Ola tidak koyak seperti di dalam gambar yang pernah Ia lihat.
" Apaan sih Mas " jawab Ola menepuk tangan Rudy yang hampir menyentuh milik nya lalu Ola membuang muka karena malu. " Kenapa Malu ya, Mas udah lihat bahkan udah masuk kok" jawab Rudy tersenyum mengerti kalau Ola malu pada nya.
" Ihh gak usah di liat liat ahh " jawab Ola semakin sebel, kenapa Rudy malah menggoda nya.
" Yaudah Aku mau mandi, Mas keluar ya biar Aku mandi " ucap Ola mengusir Rudy karena ada rasa takut kalau Rudy akan kembali minta lihat milik nya.
" Yaudah Mas keluar kalau perlu apa apa panggil saja " ucap Rudy kecewa karena Ola tidak mengijin kan untuk melihat plum yang kata nya sakit.
Ola bergegas mandi sambil menahan rasa perih dan ngilu, Sementara Rudy di luar memberitahukan Darmawan kalau Ia akan terlambat turun, Rudy juga menghubungi salah satu orang kepercayaan nya untuk mencari kan beberapa gaun lengkap dengan obat oles tidak lupa juga Rudy minta di datang kan seorang Mua untuk merias Ola.
Ola keluar dari kamar mandi dengan langkah terseok seok sebab plum itu bengkak dan masih terasa perih juga ngilu.
" Kok gitu jalan nya sayang " tanya Rudy lalu bangkit dari duduk untuk membantu Ola, " ihh gak merasa bersalah Ini gara gara Mas tau gak!" jawab Ola ketus kesal Rudy malah protes masalah jalan nya.
" Hehehe iya deh Mas minta maaf, tapi' kamu suka kan sampe mendesah dan teriak gitu " ucap Rudy sedikit tidak terima di salah kan karena jelas Ola sangat menikmati, wajah Ola berubah merah dan semakin malu.
__ADS_1
" Ihh Mas udah ah gak usah bahas Itu " jawab Ola tertunduk malu menatap Rudy.
Sedang mereka asik bercanda salah satu orang suruhan Rudy datang dengan paket lengkap pesanan Rudy beserta seorang Mua perias..