
Rudy mendekat kan wajah nya, " Cup, Rupanya Kamu udah sadar dari tadi ya? " ucap Rudy setelah memberi Ola ciuman singkat.
Ola menunduk malu Rudy memang cerdas dan pintar tentu gak semudah itu untuk di bohongi , tapi Ola merasa menang karena sudah dapat mengecoh Rudy.
" Yaudah ayok " Ucap Rudy sudah siap dengan kekuatannya untuk mengangkat Ola, "Mas boleh Ola jalan aja " pinta Ola memegang tangan Rudy, menghentikan pergerakan Rudy dan Rudy kembali menatap wajah cantik di hadapan nya.
" Kenapa!, kamu takut Mas akan menyakiti Mu lagi " tanya Rudy memajukan wajah nya, karena Ola menolak untuk di angkat.
" Gak Mas bukan gitu Ola malu dengan Dokter E'en dan suami nya " jawab Ola menjelas kan, dengan dada berdebar. Ola menahan nafas karena wajah Rudy terlalu dekat tepat di hadapan nya, dan hanya berjarak beberapa senti' sapuan nafas Rudy begitu hangat menerpa wajah Ola.
Rudy menarik sudut bibir, Ola semakin menggemas kan. Rudy juga mengerti dengan maksud Ola yang tidak ingin terlihat manja, malu-malu Ola justru membuat Rudy semakin tergila-gila dan melupakan kejadian dan juga tempat.
Rudy memegang tengkuk Ola, sebelum sempat Ola menolak dan bertanya Rudy sudah membungkam Ola dengan ci**** hangat, Ola terkejut sempat menolak Dada Rudy tapi apalah arti tenaga nya di banding kekuatan Rudy.
Kemudian Ola tidak menola lagi ci**** itu terasa sangat menuntut dan menggetar kan kalbu.
Ola merasakan ada gele**r aneh di seluruh tubuh nya, Ola heran gele**r itu semakin terasa indah keseluruh tubuh nya, Rudy menguasai ruang mul** Ola sesapan sayang bagai menerbang kan jiwa Ola terbang bersama bintang bintang Ola benar benar terlena dan hampir kehabisan nafas.
Ola memalingkan wajah nya karena sudah tidak ada lagi pasokan oksigen.
" Hhhhhhhaahh.. " desah Ola , Rudy hanya menatap Dan tersenyum sambil kuat-kuat menahan sesuatu yang bangkit tegak sempurna.
" hmm... hhmm" Dokter E'en mendahem masuk dengan selembar kertas kecil di tangan.
__ADS_1
Ola terkejut melihat ke arah pintu, jantung nya bedegup kencang seperti hampir lepas, wajah Ola langsung merah merona malu karena menyangka Dokter E'en pasti sudah melihat adegan mereka tadi.
Dokter E'en semakin melangkah maju, Ola gak tau musti ngapain, jarak Dokter E'en semakin dekat, Ola menunduk dengan perasaan malu sambil mengatur detak jantung nya yang tidak beraturan.
" Ini Rud " Dokter E'en memberikan Kertas yang berisi nama-nama obat untuk Ola, Rudy berbalik menerima lembar kertas dari tangan Dokter E'en.
Gak sengaja mata Dokter E'en melihat sesuatu yang menonjol di balik celana Rudy. " Hah Rudy " batin Dokter E'en serta bulu kuduk nya meremang seketika, Dokter E'en juga sempat membandingkan ukuran milik suami nya dan Rudy. seketika ada yang berkedut dan bulu kuduk nya meremang semakin hebat.
Rudy langsung berbalik membelakangi Dokter E'en setelah sadar kemana arah pandang Dokter E'en.
" Ya sudah Saya keluar dulu " ucap Dokter E'en malu karena fikiran nya sudah trafeling ke ujung dunia.
" Ya Dok makasih banyak " jawab Ola masih nunduk malu bangat melihat Dokter E'en, " Hufffff" Rudy kembali menarik nafas dalam lalu menghembus kan secara kasar.
" Kenapa Mas? " Tanya Ola setelah mendengar nafas kasar Rudy, " Gak sayang sempat nya si E'en melihat kesini " tunjuk Rudy pada sesuatu di balik celana nya.
Rudy tersenyum tau Ola sedang membayangkan Apa " tunggu sayang dia akan buat kamu melayang" bisik Rudy nakal di telinga Ola sambil mengigit cuping telinga, membuat Ola semakin beku.
Suasana hening kembali, Ola merasa desir aneh sedang Rudy menatap nya dengan penuh hasrat.
" Yaudah kita pulang ya? " ajak Rudy takut gak sanggup menahan diri lagi kalau terus gemas liat Ola, " Ya ayok "jawab Ola menjulur kan kaki ke bawah untuk turun.
Rudy membiar kan Ola jalan sendiri Rudy mengikuti langkah Ola dari belakang, sampai di luar Rudy masih melihat Bimo yang lagi duduk berdampingan dengan E'en.
__ADS_1
" Hay Brother gimana udah sembuh Istri Mu " tanya Bimo basa basi ketika lihat Rudy muncul " Ya sudah " jawab Rudy datar.
" Kamu gak mau kenalin Istri Kamu " tanya Bimo bangkit terpana melihat Ola dalam hati Bimo mengakui kalau Ola benar-benar cantik. Rudy merasa dada nya berdegup panas saat Bimo dengan sengaja menatap Ola sedemikian rupa.
" Oh ya sayang kenalin, mereka berdua teman Mas sekolah Dulu " ucap Rudy dingin gak suka karena Bimo menatap intens Ola.
Dokter E'en bangkit lalu berdiri di samping suami nya, " Saya E'en Dyah Pitaloka" Dokter E'en mengulur kan tangan dengan kaku , Dokter E'en sengaja karena sempat melihat tatapan gak suka Rudy pada Bimo suami nya.
" Dan Saya Bimo Baskoro, suami Dokter E'en" ucap Bomo juga Sama mengulur kan tangan.
Ola hampir tertawa gak ngerti kenapa sepasang suami istri di depan nya seperti anak sekolah yang baru masuk sekolah saling berebut memperkenal kan Diri.
setelah Ola menyalami kedua nya, Rudy minta nomor rekening Dokter E'en untuk mentranfer sejumblah Uang sebagai tagihan pembayaran atas layanan seorang Dokter pada pasien.
" Gak usah lah Rud , Gak pa pa Kok " jawab Dokter E'en gak enak hati karena berfikir Rudy bukan orang kaya " Ya gak bisa gitu lah E'en " jawab Rudy tetap minta nomor rekening Dokter E'en.
Dokter E'en menolak berulang kali, " Udah Yank kasi aja mungkin Rudy mau kasi yang banyak " ucap Bimo bermaksud mencandai Rudy.
Tidak ada kata dari Rudy menyambut omongan Bimo, Dokter E'en juga pasrah lalu menyebut kan nomor rekening nya.
Setelah mencatat di ponsel Rudy langsung mentranfer sejumblah uang ke rekening Dokter E'en, tidak berselang Lama ponsel Dokter E'en di atas meja bergetar.
Mata Dokter E'en terbelalak melihat nominal yang di kirim Rudy, " Ya sudah Kami permisi " ucap Rudy menggandeng tangan Ola.
__ADS_1
Rudy sengaja melakukan nya, sengaja mengirim dengan jumblah melebihi agar E'en dan Bimo tau kalau diri nya Sekarang bukan kutu buku yang wajib mereka buli seperti dulu.
Rudy Bukan mau menyombongkan Diri, tapi sengaja agar E'en dan Bimo bisa lebih berfikiran realistis agar tidak Sembarang memfonis atau mengukur hidup orang.