DIARY LUKISAN MILIK OLA

DIARY LUKISAN MILIK OLA
BAB 47 Doa Doa Nya


__ADS_3

Suseno sudah sampai di kota xxxxx, untuk menghadiri acara pernikahan Rudy, walau Rudy hanya sebatas anak asuh yang di titip kan oleh kedua majikan tapi Suseno menyayangi Rudy seperti menjaga darah daging nya sendiri.


tiba di hotel Suseno mencoba menghubungi Rudy, dua Kali memanggil tapi tetap tidak di angkat, Lebih dua bulan tidak bertemu rasa rindu begitu saja menyeruak di dalam relung dada tua nya, panggilan ketiga Suseno segera mengahiri maklum mungkin Rudy sedang sibuk.


Ingin bertemu walau hanya sekedar melihat, tidak mungkin memeluk seperti dulu Rudy bukan lagi anak kecil yang minta gendong dan di peluk saat hati nya sedang rapuh karena kehilangan kedua orang tua.


Saat Rudy memintanya datang dan mengatakan akan menikah, rasa bahagia begitu saja menyeruak hingga Suseno menitikan Air mata.


Masih dapat di ingat nya dengan jelas, kala Rudy kecil selalu menangis apa bila teringat dengan almarhum kedua orang tua nya, dan Rudy juga akan minta di antar ke makam gak perduli tengah malam atau hujan petir, aneh nya lagi tangis yang seakan tidak bisa berheti akan langsung diam saat sudah sampai di makam kedua orang tua nya.


" Tuan dan Nyonya berbahagia lah kalian di sana, anak kalian sudah besar, Den Rudy akan menikah, sebentar lagi akan ada Rudy kecil yang akan menyirami kalian dengan doa- doa nya " ucap Suseno sambil menengadah melihat langit langit kamar Hotel tempat nya menginap.


" Tok..tok..tok, Permisi " seseorang mengetuk pintu kamar Yang di tempati Suseno, " Ya.. sebentar " jawab Suseno yang baru saja berating, dengan malas malasan terpaksa bangun untuk melihat siapa yang datang.


" Kenapa Pak Seno gak bilang-bilang kalau ponakan Ku mau nikah" Sulastri langsung masuk Dan ngomel begitu Suseno membuka pintu.


" Dasar ular " batin Suseno melirik jijik pada Sulastri, tapi Suseno membiarkan Sulastri masuk, " ngapain Kamu kesini " tanya Suseno kembali menutup pintu.


Sulastri menghentikan langkah setelah dengar ucapan tidak senang dari Suseno karena kedatangan nya, Sulastri mendecih " Cih manusia tidak tau diri " batin sulastri lalu berbalik menghadap Suseno.


" Hahaha, apa kau lupa bapak tua, kau tidak perlu banyak tanya karena Aku tau kau itu cuma supir yang di beri kepercayaan " jawab Sulastri dengan sinis mengingat kan Suseno agar tidak perlu merasa puas.


Suseno termangu diam dengan dada panas, ternyata Sulastri tau jelas siapa dirinya, setengah mati Suseno menahan emosi nya.tapi jauh di dasar hati Suseno tidak membantah apa yang dikatakan Sulastri memang benar, tidak ada alasan untuk melarang Dia datang.

__ADS_1


ponsel di saku Suseno berdering, " Pasti Rudy" batin Suseno langsung mengambil ponsel dari dalam saku celana nya.


" Pak, Bapak sudah sampai ya? " Tanya Rudy dari seberang ketika sudah di terima Suseno.


" Iya Den Bapak sudah sampai " jawab Suseno tidak sengaja mata nya melihat Sulastri yang kebetulan juga sedang menatap nya dengan sinis.


Rudy ternganga saat mendengar Suseno yang menyebut nya dengan sebutan Aden, Rudy yang memang berotak cerdas langsung bisa tanggap, Pasti ada sesuatu Makanya Suseno kembali menyebut nya dengan panggilan Aden.


Sesaat Rudy tercenung tidak menutup kemungkinan kalau kabar pernikahan nya dengan Ola pasti bocor pada Sulastri, Rudy juga sangat yakin kalau sekarang Sulastri berada di dekat Suseno.


" Pak menjauh lah sedikit, saya tau perempuan Ular itu ada kan? " Tanya Rudy sengaja Rudy minta Suseno menjauh dari Sulastri


" Hhhmmm" Jawab Suseno tersenyum bangga dengan kelebihan yang di miliki Rudy


" Ya sudah Pak, orang suruhan saya sedang kesana Bapak gak perlu jawab apa-apa keluar dari kamar itu langsung turun ke lobi " perintah Rudy mengerti akan keadaan Suseno sekarang pasti tidak bisa menjawab karena ada nya Sulastri.


" Baik Den " jawab Suseno langsung mematikan sambungan telepon.


Suseno melirik Sulastri sesaat lalu dengan santai jalan menuju pintu, " Heyyy aki-aki tua mau kemana kamu " Tanya Sulastri dengan kasar.


Suseno berhenti sambil mikir alasan apa yang tepat agar Sulastri tidak curiga atas kepergian nya.


" Saya harus pindah kamar nyonya tidak mungkin Saya satu kamar dengan Nyonya " jawab Suseno sinis sambil menekan kata Nyonya.

__ADS_1


" Hahaha...bagus lah pesuruh kalau kau sudah mengerti derajat mu yang rendahan itu" Ucap Sulastri dengan bangga.


Suseno hanya tersenyum Samar, lalu pergi tidak ada guna nya meladeni Orang seperti Sulastri yang memang tidak tahu diri.


Setelah kepergian Suseno, Sulastri mencampak kan dirinya di atas kasur, " Huhhh enak nya jadi orang kaya, beruntung Aku dulu sempat menikah dengan Jordan " ucap Sulastri sambil berguling guling.


Suseno langsung di sambut orang suruhan Rudy, " Mari Pak " ucap salah satu dengan ramah, Suseno hanya mengangguk mengikuti langkah orang suruhan Rudy.


Tidak memakan waktu Lama mobil yang di tumpangi Suseno sudah sampai di depan gedung, Suseno turun mata nya takjub melihat dekorasi di luar gedung yang serba mewah.


Ada kebanggan tersendiri yang tersirat dalam sanu bari nya " terimakasih Tuhan, tidak sia-sia perjuangan Ku " batin Suseno mengucap syukur atas keberhasilan Rudy.


Walau hanya sebatas seorang supir yang mendapat kepercayaan dari tuan nya, tapi Suseno merasa bangga atas dirinya Karena sudah berhasil mendidik Rudy hingga Rudy mencapai keberhasilan.


" Bapak kenapa gak masuk !?" Tanya Rudy menuruni beberapa anak tangga, Mata tua Suseno langsung memerah sedih dan bahagia menyelimuti relung hatinya.


Rudy menyalami serta mencium punggung tangan Suseno, " Berbahagia lah nak " ucap Suseno dengan suara bergetar menahan haru sambil menepuk halus punggung Rudy.


" Bapak kenapa ? " Tanya Rudy melihat mata Suseno yang mulai berkaca kaca, " Bapak terharu ternyata anak Bapak sudah benar benar dewasa " ucap Suseno dengan bangga di sertai bahagia.


Rudy memeluk Suseno, kenangan masa kecil begitu saja singgah kembali di ingatan nya, " terimakasih Pak, kalau gak ada bapak Mungkin saya tidak seperti sekarang ini " ucap Rudy dalam pelukan Suseno.


" Maaf Pak Rudy, Ijab akan di laksanakan " ucap salah satu anak buah Rudy, " Ya saya segera kesana " jawab Rudy masih memeluk Suseno dengan erat.

__ADS_1


" Yuk Pak kita masuk " ajak Rudy lalu melerai pelukan mereka, Suseno menghapus air mata yang jatuh di pipi, Rudy merangkul bahu Suseno untuk masuk kedalam tidak lupa Rudy memperkenal kan Suseno sebagai Ayah angkatnya pada semua orang


__ADS_2