
Masih terlalu pagi, udara pagi begitu sejuk Rudy sengaja menurun kan kaca agar udara segar masuk, dan sebelum sampai di JONY CPR, Rudy Meminta supir untuk memgantar nya ke pabrik garment yang baru resmi di buka empat bulan lalu.
Sampai di pabrik Rudy memanggil semua staf dan karyawan inti yang sudah datang untuk memperkenal kan Ola sebagai Istri, sempat Ola membisikan keberatan nya, tapi Rudy meyakin kan Ola besok atau lusa mereka pasti akan menikah jadi gak ada salah nya kalau perkenalan itu di lakukan sekarang.
Ola hanya bisa diam walau sebenar nya hati nya menolak, jelas jelas mereka belum terikat pernikahan tapi kenapa Rudy memperkenal kan nya sebagai seorang istri.
hanya bisa pasrah, karena memang sekarang tidak ada yang bisa di lakukan Ola selain diam mengikuti alur cerita yang di buat Rudy.
Ola menguat kan hati menghadapi dan menerima kenyataan yang Ada, memasang senyum palsu dengan hati teriris saat menanggapi salam dan ucapan doa selamat.
Hati nya terasa getir setiap kali mendengar ucapan ucapan doa dari karyawan Rudy, " selesai memperkenal kan Ola, Rudy lanjut mengajak nya menemui Klein dari luar negri yang akan di adakan di gedung besar JONY CPR.
Sehabis di perkenal kan, Ola tidak punya selera untuk bicara, sampai kembali naik kedalam mobil pun Ola masih setia bisu, " Kenapa diam terus " Tanya Rudy berbisik saat mereka di dalam mobil menuju gedung besar JONY CPR.
" Gak pa pa Mas " jawab Ola malas lalu memandang keluar bagaimana pun hati nya masih jengkel soal perkenalan tadi.
Rudy tau penyebab Ola diam, tidak ada kata rayuan atau klarifikasi agar Ola tidak berdiam diri. Rudy memilih membiar kan, sebab tampa sepengetahuan Ola Ia sudah mempersiap kan semua dengan matang.
Dari kejauhan Ola sudah dapat melihat nama JONY CORPORATIONS begitu terpampang megah nya di pucuk salah satu gedung tertinggi, " Pasti ini gedung nya" ucap Ola dalam hati tampa mengalih kan pandangan ke arah lain.
Tiba di depan gedung JONY CPR, Ola turun duluan lalu menengadah, pandangan memandang kagum gedung JONY CPR, yang terlihat sangat tinggi menjulang, " pantas Mas Rudy bisa kasi uang banyak untuk Om Johan " desah Ola dalam hati kala teringat begitu mudah nya Rudy memberikan Card Gold yang tidak sedikit jumblah uang di dalam nya.
" Ayo sayang kita masuk " ajak Rudy merangkul pinggang, hingga menghalau ingatan Ola tentang Johan.
__ADS_1
" Ahh iya Mas " jawab Ola ambigu, lalu mereka menaiki tangga dan kemudian masuk Ke loby, Banyak karyawan yang sudah berdatangan terutama perempuan, mereka paling heboh saat tau rapat besar akan di adakan karena ingin melihat langsung president direktur JONY CPR yang terkenal tampan dan masih single.
" Selamat pagi Pak " sapa salah satu karyawan Rudy, " pagi " jawab Rudy, sambil menatap karena baru kali ini melihat karyawan itu " Apa kabar bapak " Tanya nya ramah dengan mengulur tangan, Ola sedikit bergeser dari samping Rudy, karena Rudy harus menyambut dengan baik uluran tangan karyawan tersebut.
Rudy mengingat ingat kapan pernah melihat wajah yang kini sedang menatap Ola dengan tatapan kagum. seketika dada dan hati Rudy panas terbakar cemburu karena tidak ingat siapa karyawan laki-laki yang kini sedang berjabat tangan dengan nya.
" Seperti yang kamu lihat Saya dan Istri baik " jawab Rudy dengan raut tidak suka lalu melepas jabat tangan mereka kemudian dengan sengaja menggengam jemari Ola.
" Oh ini Ibu Pak? " tanya karyawan itu lagi dengan sopan setelah lihat Rudy menggengam tangan Ola.
" Ya ini istri saya " Jawab Rudy dengan tegas seolah menyampai kan kalau Ola milik nya tidak boleh siapapun sembarangan menatap wanita nya, Rudy semakin mempererat genggaman nya, Ola yang merasa risih mencoba menarik tangan nya untuk melepas genggaman Rudy karena ingin menyalami karyawan itu karena tidak mau di bilang sombong.
Seketika Ola terkejut takut karena Rudy sedikit menyentak tangan nya sambil menatap nya tajam, Ola menunduk karena pandangan mata Rudy menakut kan seperti ingin mencabik diri nya.
" Sesuai jadwal yang sudah di tentukan kemarin Pak, Bapak akan bertemu mereka pukul sepuluh Nanti " jawab nya, tampa mereka sadari karyawan yang pertama tadi sudah menghilang pergi tampa permisi dan mereka tidak sadar kapan Ia berlalu.
" Wan kamu kenal dengan karyawan yang tadi? " Tanya Rudy, mata nya mencari cari karyawan itu tapi sayang nya sudah tidak nampak.
" Yang mana Pak? " Tanya Darmawan balik karena gak tau siapa yang Rudy maksud.
" Tadi ada di sini waktu kamu datang " jawab Rudy masih mencari cari karyawan tadi.
" Ohh itu Dandy Pak karyawan baru, baru saja satu bulan kerja di sini, kemarin Itu lamaran nya kan sudah saya kirim ke bapak melalui email" jawab Darmawan panjang lebar.
__ADS_1
" Maksud kamu Dandy Prayuda Bimantara yang lulusan Oxford itu ya " ucap Rudy sudah mengingat email lamaran yang sempat Ia baca sebulan lalu.
" Iya Pak " jawab Darmawan tau bagaimana Rudy dalam menyaring karyawan yang bekerja di JONY CPR.
" Baik lah masih terlalu pagi, Saya keruangan saya untuk istirahat dulu " ucap Rudy.
" Ya PAK silah kan " jawab Darmawan sambil menunduk hormat, biar pun Rudy masih muda dari nya tetap harus hormat karena Rudy atasan nya.
Dengan menggunakan lif kusus Rudy naik ke lantai dua puluh empat di mana ruangan nya berada, Ola dapat bernafas dengan lega karena di dalam lif Rudy melepas genggaman mereka.
Ola mengusap usap telapak tangan nya yang basah berkeringat karena terlalu Lama di genggam Rudy, " Anak baru itu harus segera saya pecat " ucap Rudy membuat Ola langsung menatap nya.
" Kenapa Mas apa salah Dia " Tanya Ola gak ngerti apa masalah karyawan tersebut hingga Rudy bisa langsung memecat nya.
" Ya karena Dia sudah berani menatap wanita saya " jawab Rudy melepas nafas kasar lalu bersandar di dinding lif.
" Maksud Mas hanya karena Dia liat Aku Mas mau langsung pecat aja gitu " Tanya Ola lagi setelah melongo sesaat.
" Ya Dia udah lancang pandangi wanita Ku " jawab Rudy membuat Ola tertunduk lemas.
" Gimana ini sekarang cari kerja susah, kalau tau begini Aku gak Ikut tentu gak akan ada yang di pecat " batin Ola merasa bersalah dan menyesal sudah ikut bersama Rudy.
" tidak karyawan itu gak boleh di pecat" batin Ola lagi lalu berbalik ingin membujuk Rudy.
__ADS_1