DIARY LUKISAN MILIK OLA

DIARY LUKISAN MILIK OLA
BAB 44 PENGALAMAN PERTAMA


__ADS_3

Berhadapan dengan Rudy bukan hal baru bagi Ola , tapi kali ini berbeda karena akan meminta sedikit pengertian Rudy agar tidak memecat sembarangan karyawan seperti Dandy.


" Kenapa liatin saya kayak gitu!?" Tanya Rudy menatap sudah dapat menebak apa yang Ada di fikiran Ola dan tau apa yang akan di sampai kan Ola.


Ola tertunduk sedih, hati nya mulai ragu untuk menyampai kan keberatan nya soal pemecatan karyawan yang bernama Dandy, Ola pun yakin Rudy sudah tau apa yang ingin Ia sampai kan " Kenapa hhmm" Tanya Rudy meraih dagu Ola hingga Ola mengangkat wajah nya.


Tampa jarak jantung yang berada dalam dada Ola semakin berdetak lebih kencang, pandangan kedau nya saling mengunci, mata Rudy dengan lekat memandang apa yang Ada di wajah Ola.


Seulas senyum tercetak di bibir Rudy di mata nya bibir Ola bak kuntum mawar yang sedang mekar, memang tidak merah seperti mawar tapi bibir itu cukup mengoda dengan sedikit terbuka karena Ola sedang menengadah.


Rudy menunduk untuk meluxxx bibir seksi yang kini selalu menjadi candu nya hisxxxn manis menghanyut kan kedua nya, Ola mrngikuti dengan harapan Rudy akan lunak nanti nya Ola mulai melambung hingga detik berikut teringat soal pemecatan, Ola membuang muka kesamping untuk menyudahi ciuman yang mulai menuntut lebih.


Ola tertunduk sambil memain kan kancing jas Rudy, fikiran nya terus tentang pemecatan Dandy, bagai mana pun Ola merasa bersalah karena dirinya Dandy harus nganggur.


Rudy yang masih terbawa emosi hasrat mencium kepala Ola berkali-kali, walau tau sakit Ia tetap masih punya hasrat tinggi kalau berhadapan dengan Ola.


Tringgg.


Suara pintu lif terbuka, Ola buru buru mundur dari dekapan Rudy, " Kenapa hahh" Tanya Rudy meraih pinggang Ola agar tidak menjauh dari nya.

__ADS_1


" Malu Mas di lihat Orang" jawab Ola melepas tangan Rudy sambil lihat sana sini, " Liat gak ada Orang Sayang " jawab Rudy kembali meraih pinggang Ola.


" Mas gak jadi pecat anak Itu kalau itu yang kamu ingin kan " ucap Rudy langsung membopong Ola tampa aba aba.


" Mass.. ugh.. " teriak kecil Ola lalu mengalung kan kedua tangan nya di leher Rudy.


Rudy terus membopong Ola, tidak perduli permintaan Ola yang minta di turun kan, kesal gak di turuti ahir nya Ola diam memilih membenam kan wajah nya di dada Rudy sambil menghirup aroma masculine pafum Rudy.


" Kamu kenapa gak suka kalau Mas pecat karyawan baru itu ?" Tanya Rudy dengan suara lembut saat mereka sudah masuk di dalam ruangan President direktur RUDY ANDRIAN, " Iya Mas jangan di pecat ya kasian " jawab Ola menengadah menatap dagu kokoh Rudy.


Rudy tersenyum di depan Ola walau hati nya masih marah dengan Dandy, Lama Rudy tidak menjawab Ola kembali tertunduk, " Baik lah Mas gak akan pecat karyawan baru itu " ucap Rudy membuat Ola langsung senang mengecup pipi Rudy berkali kali sebagai tanda terimakasi.


" Iyaaa.. " jawab Ola tertawa di barengi rasa malu sambil menutup muka, Rudy gemes dengan tingkah Ola, tampa sungkan langsung naik di atas tubuh Ola, candaan mesra berlangsung begitu saja, suara tawa mereka berdua menghiasi ruangan di lantai dua puluh empat yang sudah Lama kosong.


ciuman yang awal nya karena gemas kini berubah panas, kedua nya tenggelam dalam rasa yang mereka ciptakan sendiri, Ola tidak mampu lagi menolak karena rasa yang di tawar kan Rudy begitu teramat indah.


" Sayang Boleh kah Mas memiliki Mu " mohon Rudy dengan suara berat, setelah di rasa tidak kuat lagi menahan hasrat. Ola menatap sendu mata elang Rudy, setelah mendapat keyakinan hati, tampa ragu Ola mengangguk pasrah hutang budi yang begitu banyak serta waktu Rudy yang sudah cukup banyak terbuang waktu menjaga nya di rumah sakit tiada kata menolak apa lagi Rudy sudah berjanji akan menikahi tak ada kata penolakan karena besok atau lusa Rudy pasti akan menembus Nya.


Dengan perlahan Rudy mencoba menyatukan mereka walau beberapa kali gagal Rudy masih terus mencoba, suara jeritan Ola lepas memenuhi ruangan saat posisi sangat menguntukan bagi Rudy, cakaran di bahu Rudy menandakan telah hilang nya keperawanan seorang Ola Fitri Amelia.

__ADS_1


Butiran bening keluar dari sudut mata nya, Ola bahagia karena dapat menyerah kan milik berharga nya pada laki-laki yang sudah bertanggung jawab akan hidup nya Ola juga sangat Ia cintai, rasa perih sudah berganti dengan rasa yang tidak dapat di urai kan dengan kata-kata.


keringat membanjiri tubuh kedua nya perih semakin memudar berganti rasa nixxx, ******* dan rintihan penuh kenixxxxxn terus bersahut sahutan di antara kedua nya, Ola merasa kupu kupu.


Rudy terus melesak dalam sambil memeluk erat Ola, picuan sampai pada titik di mana laxxr itu harus tersemxxr, Rudy menjerit tertahan karena menahan rasa sakit dan nikxxx secara bersamaan.


" Terimakasih Sayang, Maaf kan Mas sayang " ucap Rudy lalu terguling kesamping Ola setelah mencium penuh kasih kening Ola, kedua nya terlentang lemas bagaimana pun ini pengalaman pertama bagi kedua nya.


Setelah mengatur pernafasan Ola balik miring melihat kesamping " Masih Sakit Mas?" Tanya Ola karena lihat Rudy menutup mata rapat, " Ya sakit bangat " jawab Rudy dengan mata terpejam jujur apa ada nya.


" Selesai ini berobat ya Mas " ucap Ola lagi, " Hhmm " jawab Rudy lalu berbalik kesamping, Rudy menarik Ola dan membawa Ola dalam dekapan nya, " Kita tidur ya" ucap Rudy lalu mencium kening Ola. pacuan nikmat membuat mereka ke lelahan hingga tertidur pulas tampa sadar kalau mereka tidur tampa sehelai benang yang menempel di tubuh.


Sementara di lantai tiga, Dandy termenung di ruangan nya, kekesalan nya pada Rudy berangsur hilang karena terganti bayangan senyum Ola, sikap Rudy yang tampa segan menunjukan kecemburuan Membuat Dandy terbakar dan berniat harus mendapat kan Ola.


Tidak di pungkiri Ia tertarik pada pandangan pertama pada Ola, sebagai laki laki tentu lumrah jika sangat tertarik dan menyukai kecantikan alami yang dimiliki perempuan seperti Ola.


" Huhhh..kenapa Aku terlambat " desah Dandy menyesali pertemuan terlambat dengan Ola. " Akkhhh " teriak Dandy meninju udara mengusir bayang Ola.


Di lantai dua puluh empat, setelah satu Jam tertidur Ola terbangun karena kedinginan seluruh tubuh nya terasa remuk, pergerakan Ola membangun kan Rudy juga suhu dingin dari AC membuat kedua nya menggigil karena tidur dalam keadaan polos.

__ADS_1


__ADS_2