
Ruangan itu kini begitu hening ,begitu sunyi hanya terdengar desah nafas nya sendiri. untuk pergi keluar Rudy malas bertemu Bimo dan E'en mereka gak pernah kehabisan ide untuk membuat orang lain tersudut dan sakit hati.
Rudy merasa benar-benar lelah, Rudy duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur. alangkah kaget nya Rudy, mata nya terbuka lebar melon bangkok tepat di depan mata nya. seketika hasrat bangkit tapi kemudian langsung redup seketika, seakan Mati setelah menyadari kalau ujung gundukan itu di tutup perban.
Sedang Ola sudah gak tahan terus berpura-pura, apa lagi dengan keadan badan nya setengah telanjang. malu rasa nya tapi Ola juga gak tau harus berbuat apa, Karena salah nya sendiri sudah sadar tapi tetap pura-pura masih belum Sadar.
Setelah mendengar keluhanan Rudy tentang Dokter E'en dan Suami nya , Ola semakin kasian pada Rudy. keinginan untuk pergi dari Rudy lenyap seperti udara yang menguap, Ola coba membuka mata nya sedikit, untuk sekedar mengintip apa yang Rudy lakukan, tapi ketika mata nya mulai terbuka, hati langsung terenyuh saat lihat wajah murung Rudy.
" Mas " panggil Ola nyaris tidak terdengar, Rudy menoleh seketika karena mendengar panggilan itu " Maaf kan Mas Sayang" ucap Rudy bangkit dengan tatapan sumringah Karena Ola sudah Sadar , Ola melihat Wajah Rudy.
Rudy yang di hantui rasa bersalah langsung menunduk untuk memeluk Ola " Maaf kan Saya " ucap Rudy sekali lagi di telinga Ola seakan tampa lelah untuk me Minta maaf, " Mas _ssshh " Ola mendesis karena tampa sengaja ujung siku Rudy menyenggol luka nya yang sudah di perban Ola merasakan nyeri.
" Oh maaf, maaf. gak sengaja " Rudy langsung menegak kan kembali badan nya , Ola tersenyum Samar mengerti mungkin Rudy terlalu senang melihat diri nya sadar hingga tampa segan meluap kan kegembiraan nya.
" Gimana sayang apa sudah kuat buat pulang? "tanya Rudy lembut dan sangat berhati-hati. teringat keluhan Rudy, Ola gak berfikir lain lagi langsung mengangguk ngerti kalau Rudy sudah tidak nyaman berlama-lama berada di tempat praktek Dokter E'en.
" Sebentar" ucap Rudy lalu melangkah meninggal kan Ola, Rudy mencari baju Ola dan menemukan baju itu sudah di tempat sampah, wajah Rudy berubah muram sambil memandang baju Ola yang kini berada di tangan nya "sudah robek" gumam nya, lalu meletakan kembali ketempat sampah baju Ola Di penuhi noda darah.
" Kenapa Mas" tanya Ola Karena Rudy membelakangi nya, " gak pa pa sayang " jawab Rudy menoleh sesaat lalu berbalik kembali ke tempat Ola.
Sementara di luar Dokter E'en dan Bimo suami nya sedang membicarakan perubahan Rudy, kedua nya terus membandingkan Rudy dulu dengan Rudy yang sekarang. Dokter juga cerita tentang kejadian yang menimpa Istri Rudy.
__ADS_1
Samar Dokter E'en mendengar suara Rudy bicara di dalam ruang periksa.
" Mas kayak nya Istri si Rudy udah siuman,. Aku kedalam dulu ya Mas " pamit Dokter E,en pada Bimo, " Yaudah sana lihat gimana perkembangan nya" Jawab Bimo membiar kan sang istri menunaikan tanggung jawab nya sebagai Dokter.
Dokter E'en segera bangkit dan berlalu meninggal kan Bimo sendiri.
" Oh sudah siuman ya? " ucap Dokter E'en di depan pintu yang hanya di tutup dengan tirai, Dokter E'en lalu masuk, Ola dan Rudy sama-sama melihat kearah pintu masuk, " Ya, kami akan pulang sekarang !" jawab Rudy dengan wajah datar ketika Dokter E'en sampai di samping tempat tidur Ola.
Dokter E'en terdiam menatap Ola dan Rudy secara bergantian Suasana jadi canggung, Dokter E'en tau kalau Rudy menyimpan marah untuk nya dan suami.
" Ya sudah kalau kamu mau bawa Istri mu pulang ,tunggu sebentar Aku ambilin baju ganti untuk istri mu " ucap Dokter E'en berbalik dan pergi meninggal kan Rudy dan Ola " gak guna di tahan" gumam Dokter E'en sampai depan pintu.
" huff... Rudy membuang nafas Kasar setelah kepergian Dokter E'en, Ola memegang tangan Rudy mengerti dengan perasaan Rudy saat ini.
" Cuma teman satu sekolah Dulu " jawab Rudy singkat lalu mengitari tempat tidur untuk mengangkat Ola dari sebelah kiri.
" Pakai kan ini " Dokter Ola kembali masuk sambil membawa pakaian ganti untuk Ola, Rudy menerima pakaian itu tampa melihat Dokter E'en.
Dokter E'en tau Rudy malas melihat nya, Tapi Dokter E'en tidak langsung pergi menunggu Rudy memakaikan pakaian untuk Ola, " Sini Aku bantu " ucap Dokter E'en langsung maju membantu Rudy karena terlihat Rudy sangat kesusahan saat memakai kan baju Ola.
"Terimakasih Dok " ucap Ola setelah Dokter E'en selesai mengancing baju yang Ia pakai, "ya gak pa pa sudah tugas saya " ucap Dokter E'en dengan senyum.
__ADS_1
" Mas, kebalik ini " ucap Ola ketika tangan Rudy sudah berada di bawah punggung nya dan siap mengangkat, Rudy melihat wajah Ola.
" Apa nya yang kebalik " Tanya Rudy, Ola menarik sudut bibir, " ngangkat nya masa sebelah kiri sebelah kanan lah " jawab Ola, Rudy tidak menjawab tapi langsung putar balik.
Melihat tingkah kedua nya Dokter E'en tersenyum, " Ya dah saya buat resep dulu " ucap Dokter E'en lalu melangkah keluar.
Rudy mengangkat Ola dari sebelah kanan tapi baru saja terangkat sedikit Ola langsung mengaduh meringis sakit.
Seperti perkiraan Rudy kalau sebelah kanan pasti Ola akan kesakitan karena luka di gunung itu akan beradu dengan dada Rudy, gak sampe hati lihat Ola meringis Rudy meletakan Ola kembali lalu memutar lagi.
Ola tertawa lucu tingkah Rudy mengingat kan nya dengan Film anak-anak teletubis , " Apa yang lucu " Tanya Rudy berdiri menatap Ola.
" Mas lucu tau gak " jawab Ola masih tertawa.
" Apa nya yang lucu" tanya Rudy lagi setelah memperhatikan Diri nya dari atas sampe bawah.
Ola menghentikan tawa nya, " Mas lari-lari muter tadi mirip teletubis Film kartun anak-anak " jawab Ola
Rudy nyengir sambil menggaruk tengkuk nya, yang mana film anak-anak teletubis pun Rudy gak pernah tau.
Teringat pembicaraan Rudy dan Dokter E'en tadi Ola menarik tisert yang di pake Rudy dan Rudy melihat langsung menatap netra hitam kecoklatan milik Ola.
__ADS_1
" Mas nanti berobat ya? " ucap Ola ketika pandangan mata mereka sedang mengunci satu Sama lain Rudy menarik nafas dalam baru sadar dengan keadaan.