
"Selama satu tahun ini hanya ada beberapa orang saja, Tuan. Selebihnya mereka lebih suka lembur sampai malam," kata Saki lagi.
Ayah Hyung mengangguk. "Catat semua karyawan yang sering lembur. Dan berikan penghargaan kepada mereka di akhir tahun," perintah ayah Hyung ke Saki.
"Baik, Tuan." Saki pun menyanggupi.
"Ini Tuan dokumennya." Sang pengawal ayah berbadan tegap itu kemudian memberikan dokumen yang diinginkan tuannya.
"Terima kasih." Ayah Hyung pun segera mengambilnya. "Hyung, ini adalah slide penting dari kantor cabang yang akan dipimpinmu. Kau bisa melihatnya lebih lengkap di program kantor. Saki nanti akan membantumu. Kau harus banyak belajar selama masa liburmu. Jangan sampai setelah memimpin kantor cabang, kau malah dikadali oleh para karyawanmu. Kau harus mempunyai wibawa yang tinggi untuk memimpin perusahaan." Sang ayah berkata serius kepada anaknya.
Hyung mengerti.
__ADS_1
"Dan Tuan Saki." Ayah Hyung beralih ke Saki. "Tolong ajari anakku menguasai program perusahaan sampai dia benar-benar bisa dan mandiri. Jangan ditinggal jika tidak ada urusan yang penting," tutur ayah Hyung lagi.
"Baik, Tuan." Saki pun menyanggupi. Pada akhirnya pekerjaan Hyung dimulai hari ini.
Beberapa jam kemudian...
Hyung resah dan gelisah manakala melihat jam di dinding kamar sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Namun, Hyung tidak bisa pulang ke kontrakan karena sang ayah berada di apartemennya. Pengawal ayahnya dan juga Saki tidur di sofa depan. Hyung tidak mungkin pergi meninggalkan apartemen malam ini. Ia pun mengkhawatirkan keadaan Saras di kontrakan.
"Dia sudah pulang belum, ya?"
Esok harinya...
__ADS_1
Pagi hari yang cerah telah datang. Awan putih pun terlihat berarak di angkasa. Saat ini pukul tujuh pagi waktu sekitarnya. Hyung pun ingin keluar sebentar dari apartemennya. Tapi saat itu juga sang ayah memanggilnya. Yang mana membuat Hyung tidak bisa keluar apartemen. Ia harus menanggapi ayahnya bicara.
Hyung merahasiakan penyamarannya dari sang ayah ataupun Saki. Ia ingin hanya dirinya saja yang tahu penyamaran ini. Hyung tidak ingin sang ayah sampai tahu apa yang dilakukannya. Karena hal itu akan membuat Hyung kena marah. Bagaimana mungkin seorang CEO muda menjual dirinya untuk disewakan sebagai pacar bayaran? Itu tidaklah mungkin dilakukannya.
Kini Hyung duduk kembali di depan meja laptopnya. Ia kembali mempelajari program perusahaan yang menangani semua proses arus keuangan. Ia harus dapat menguasi semua program agar tidak dikadali karyawannya. Yang mana hal itu membuat Hyung tidak bisa pulang ke kontrakan. Hyung pun mulai merindukan Saras yang ada di sana.
Aku harap kau baik-baik saja, Saras. Maaf aku harus meninggalkanmu beberapa hari ini.
Hyung pun mengirim pesan ke Saras. Ia tidak berani meneleponnya langsung karena takut ketahuan sang ayah. Karena bagaimanapun Hyung harus menyembunyikannya.
Sabtu, pukul tujuh malam waktu sekitarnya...
__ADS_1
Sudah beberapa hari ini Hyung tidak pulang ke rumah kontrakan. Sudah beberapa hari ini ia juga tidak melihat Saras. Dan sudah beberapa hari ini ia mulai merindukan sosok wanita yang telah dua minggu tinggal bersamanya.
Hyung merindukan Saras. Ia merindukan semua yang ada di diri Saras. Bagaimana sikap Saras yang menggodanya, memancingnya, dan juga cemberut padanya. Hyung merindukan itu semua. Tapi sayang, ia belum bisa pulang ke sana.