DIBALIK PENYAMARAN SANG CEO

DIBALIK PENYAMARAN SANG CEO
Menjemput


__ADS_3

...Hyung...



...... ...


Hyung pun khawatir. Ia merasa cemas sendiri. Ia khawatir jika Saras hanya berdua bersama El di kontrakan Elen. Hyung tidak sanggup membayangkan apa yang keduanya lakukan. Hatinya membara bak arang api yang siap menghanguskan apa saja. Hyung tidak mampu berpikir lebih jauh tentang mereka. Ia tidak sanggup menahan api cemburunya. Hyung telah jatuh cinta ke karyawan perusahaan ayahnya.


Sesampainya di rumah kontrakan Elen...


Elen adalah teman dekat Saras. Mereka dulu kuliah di kampus yang sama. Hanya saja berbeda fakultas saja. Katakanlah Elen dan Saras adalah teman lama yang sudah seperti keluarga. Karena hanya Elen lah yang ada di saat Saras membutuhkan tempat bercerita. Saras seorang gadis desa yang mencoba peruntungannya di ibu kota. Dan Elen lah yang menemaninya.


Meskipun berbeda tempat tinggal dan kerja, keduanya saling menyempatkan diri untuk bersapa lewat telepon atau main langsung ke kontrakan. Dan teman Saras hanya Elen seorang. Saras tidak pernah menerima siapapun selain Elen. Sehingga Elen dikenal di lingkungan kontrakan Saras. Tapi karena penyebutan namanya unik, orang-orang sering lupa dengannya.

__ADS_1


Kini Hyung baru saja tiba di depan rumah kontrakan Elen yang bentuknya sama seperti rumah kontrakan Saras. Bangunan berbentuk U terbalik dengan dua lantai. Hyung pun keluar dari mobilnya lalu menuju ke nomor rumah Elen. Dengan jantung yang berdebar, dengan hati yang cemas. Hyung khawatir Elen tidak ada sehingga Saras hanya bersama El saja. Karena bagaimanapun El adalah pacar sewaan Elen. Sehingga El pasti tinggal bersama Elen.


Aku harap tidak melihat hal yang tidak-tidak.


Lantas Hyung meneruskan langkah kakinya menuju nomor rumah Elen. Dan ternyata pintu rumahnya terbuka. Hyung pun segera menampakkan dirinya di depan pintu. Tapi saat itu juga ia melihat hal yang tidak diinginkannya. Saras ternyata benar berada di sana. Yang mana El duduk di sampingnya. Saras dan El duduk bersampingan di depan meja makan lesehan. Hyung pun menelan ludahnya.


"Saras ... kau???"


Hyung bertanya-tanya dengan apa yang dilakukan Saras bersama El. Pikirannya sudah ke mana-mana. Sementara Saras dan El sendiri terkejut melihat kedatangan Hyung. El pun beranjak berdiri untuk mendekatinya.


"Kalian ... hanya berdua di sini?" Hyung pun mencoba menanyakannya.


"Heh, apa apa ribut-ribut, hah?!"

__ADS_1


Tapi tiba-tiba Hyung melihat Elen keluar dari kamarnya dengan beberapa koyo di kedua pelipisnya. Sontak Hyung tidak jadi marah. Ternyata Saras tidak hanya bersama El di sana.


"Pak, kau kemari?" Saras pun ikut berdiri. Ia tak menyangka jika Hyung akan ke sini.


"Pak?" Elen pun melihat ke Saras dan pria yang berdiri di depan pintu rumah kontrakannya bergantian. "Eh, Vi?" Elen segera menyadari jika itu adalah Vi.


Pagi ini akhirnya Hyung menemukan Saras di rumah kontrakan Elen. Hyung pun meminta Saras untuk ikut dengannya. Saras pun mencoba menolaknya dengan alasan ingin menemani Elen yang sedang sakit. Tapi Hyung beralasan jika ada pekerjaan penting yang harus segera diselesaikan. Yang mana membuat Elen meminta sendiri agar Saras segera pulang untuk menyelesaikannya. Alhasil Saras pun pulang bersama Hyung pagi ini.


Di perjalanan pulang...


Hening. Tidak ada suara yang terdengar selain musik jazz di dalam mobil Hyung. Hyung pun menoleh ke arah Saras berulang kali. Tapi Saras tetap diam saja. Ia tidak bergeming. Ia seperti tidak ingin bicara pada Hyung pagi ini.


...... ...

__ADS_1


...Saras...



__ADS_2