DIBALIK PENYAMARAN SANG CEO

DIBALIK PENYAMARAN SANG CEO
Pesan Tak Terduga


__ADS_3

"Baik. Aku siapkan tiket keberangkatan."


Dan akhirnya Hyung mendengar sendiri jika sang ayah akan berangkat lagi. Sontak ia pun senang bukan kepalang.


"Ayah mau ke kantor cabang baru?" tanya Hyung kepada ayahnya, saat duduk santai di sofa TV selepas makan malam.


"Ya. Ayah akan berada lama di sana," jawab ayahnya.


Saki dan sang pengawal tampak tidak berada di sana. Hanya Hyung dan ayahnya saja di apartemen ini. Sepertinya mereka sengaja membiarkan sang bos dan putranya bersama. Sehingga sedari pagi Hyung hanya bersama ayahnya saja. Sedang Saki mengajari Hyung lewat video call.


"Di sana ayah menyewa gedung atau--"


"Gedung sendiri. Tapi karyawannya belum banyak. Tidak seperti di kantor cabang lama." Sang ayah pun menghidupkan cerutunya.


Hyung mengerti. Ia mengangguk-angguk.

__ADS_1


"Jika butuh apa-apa, katakan saja kepada Saki. Ayah sudah memercayakan padanya untuk semua keperluanmu di sini. Atau kalau sungkan, bisa pakai uang tabunganmu dahulu lalu klaim ke ayah." Sang ayah menerangkan.


"Baik, Yah." Hyung mengerti.


Tak lama sang ayah pun mendapat telepon dari seseorang. "Halo?" Ia segera mengangkatnya.


Entah mengapa Hyung ingin sekali ayahnya cepat-cepat pergi. Ia juga tak mengerti mengapa hal ini bisa terjadi. Padahal Hyung sangat jarang sekali bisa bertemu dengan ayahnya. Tapi kali ini hatinya mulai risih jika sang ayah berlama-lama. Dan akhirnya Hyung pun merasakan getaran di ponselnya. Yang mana ponsel itu ia letakkan di saku celananya.


"Oh, ya. Baiklah. Aku segera ke sana." Ayah Hyung pun mengakhiri sambungan teleponnya.


"Ayah, ada apa?" tanya Hyung segera.


Saat mendengarnya, saat itu juga Hyung merasa mempunyai kesempatan untuk bertemu Saras. "Tidak, Yah. Aku ingin belajar saja." Hyung pun beralasan kepada ayahnya.


Sang ayah mengangguk. "Baiklah." Ia kemudian menelepon Saki dan juga pengawalnya. "Tolong antarkan aku menemui tuan Lim."

__ADS_1


Dan akhirnya Hyung mempunyai kesempatan untuk bertemu Saras. Ia bisa pulang ke rumah kontrakan segera.


Setengah jam kemudian...


"Hati-hati, Yah."


Hyung mengantarkan sang ayah sampai ke depan apartemennya. Hyung pun tersenyum melihat kepergian ayahnya. Ia merasa senang karena mempunyai kesempatan untuk pulang ke rumah kontrakan Saras.


Ini saat yang bagus bagiku.


Hyung pun segera menutup pintu apartemennya. Ia mengambil ponsel dari saku celananya. Hyung ingin menghubungi Saras dan menanyakan Saras mau dibawakan apa. Tapi saat melihat pesan masuk di ponselnya, saat itu juga Hyung terbelalak seketika. Ternyata Saras mengembalikannya ke situs ilegal. Hyung pun tak percaya dengan apa yang dibacanya.


Dia ... mengembalikanku?!!


Hyung pun terdiam di dekat pintu. Hatinya tiba-tiba bergemuruh karena tak terima dengan tindakan Saras. Hyung pun merasakan sakit saat membaca pesan masuk itu. Ia merasa dikecewakan. Dan akhirnya Hyung bergegas untuk menemui Saras. Ia ingin menanyakan maksud Saras melakukan hal ini padanya. Hyung tidak bisa terima.

__ADS_1


Ibu kota, pukul 8.20 malam...


Hyung turun dari taksi tak jauh dari depan rumah kontrakan Saras. Ia meminta sang supir menunggu lalu lekas ke rumah Saras. Langkah kakinya begitu cepat seakan ingin menghakimi seseorang. Ia pun akhirnya sampai di depan pintu kontrakan Saras. Hyung segera mengetuk pintunya. Dan tak lama Saras pun membukakan pintunya.


__ADS_2