DIBALIK PENYAMARAN SANG CEO

DIBALIK PENYAMARAN SANG CEO
Terpaksa


__ADS_3

"Selama ini kau selalu berbohong padaku. Dan bodohnya, aku juga memercayaimu. Jadi tidak bisakah kau merasakan apa yang kurasakan? Rasa kecewa yang begitu besar? Kau adalah wanita pertama yang pernah dekat denganku, Saras. Dan aku bisa menjaminnya. Lalu bagaimana denganmu? Apakah kau bisa menjamin masih utuh?"


Hyung menanyakan Saras dengan berbagai macam pertanyaan. Sontak Saras bertanya-tanya dengan maksud pertanyaaan itu. Ia tidak mengerti mengapa Hyung sampai mengambil hati semua perkataannya. Padahal ia hanya sebatas bercanda saja. Walaupun di dalam hatinya ada setitik perasaan cinta. Tapi kembali lagi Saras tidak mau terluka.


"Apakah setelah ini kau akan melepasakanku?" Saras pun bertanya pada Hyung.


"Kau ingin dilepaskan? Kau tidak ingin terikat selamanya denganku?" Hyung pun mulai bicara menggunakan hatinya.


Saras menelan ludahnya. Ia berpikir keras agar dapat menghindari hal ini. Tapi Hyung terus mendesaknya. Seolah tidak akan melepaskan jika tidak dipenuhi.


"Aku masih perawan, Pak. Aku memang pernah berciuman. Tapi itu sekali. Karena aku segera tersadar jika itu tidak baik bagiku. Maka dari itu aku menghindarinya." Saras jujur kepada Hyung.

__ADS_1


Hyung terus menatap Saras. "Jangan banyak bicara. Aku sudah tidak percaya lagi dengan semua perkataanmu. Sekarang pakai lingeri ini, maka utangmu kuanggap lunas!" Hyung pun meminta.


Saras terdesak. Semakin terdesak. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana jika memakai lingeri itu di depan Vi, mantan pacar sewaannya yang ternyata adalah bosnya sendiri. Saras takut terjadi sesuatu padanya. Terlebih hari sudah larut dan sepi begini. Saras takut hal itu terjadi. Tapi Hyung terus memaksanya. Saras seperti tidak mempunyai jalan keluar untuk dirinya.


"Cepat ambil," kata Hyung lagi.


Saras pun gemetar mengambil bag berisi lingeri dari tangan Hyung itu. Pada akhirnya ia pergi menuju ke kamarnya. Berniat memenuhi apa yang Hyung inginkan. Sedang Hyung tertawa sendiri di dalam hati.


Hyung pun duduk di sofa TV. Menunggu Saras keluar dari kamarnya. Ia akan menantikan Saras memakai lingeri itu. Hyung pun mengambil kunci pintu rumah Saras. Ia menyembunyikannya agar Saras tidak dapat lari. Ia akan memiliki Saras malam ini, bagaimanapun caranya. Hyung sudah terlanjur dibohongi, ia ingin menuntut ganti rugi.


Puluhan menit kemudian...

__ADS_1


Sepuluh, dua puluh menit berlalu, Saras tidak juga keluar dari kamarnya. Hyung pun merasa curiga kenapa wanita itu masih berada di kamar. Hyung pun beranjak berdiri lalu mengetuk pintu kamar Saras. Namun, tidak ada jawaban sama sekali.


"Saras, kau sudah selesai? Saras!"


Hyung mengetuk pintu berulang kali. Tapi nyatanya tidak ada suara yang menyahut dari dalam. Hyung pun mencoba keluar rumah lalu menuju jendela Saras. Ia ingin melihat Saras sedang apa di dalam. Tapi karena jendelanya tinggi, tidak kelihatan. Hyung pun dibuat penasaran.


Jangan bilang dia tidur. Awas saja! Aku sudah menunggu lama!


Dan pada akhirnya Hyung kembali ke dalam rumah untuk mengambil kursi. Ia ingin mengintip Saras dari cela ventilasi. Malam-malam begini ia bak maling yang ingin mencuri. Hingga akhirnya pun sesuatu terjadi. Hyung naik ke kursi untuk melihat Saras dari luar jendela kamar. Tapi saat itu juga pintu rumah tertutup dari dalam. Hyung pun terkejut seketika.


"Saras?!!"

__ADS_1


Hyung segera turun dari kursi lalu menuju pintu untuk membukanya. Tapi ternyata pintu itu sudah terkunci dari dalam. Hyung pun tidak bisa masuk kembali.


__ADS_2