DIBALIK PENYAMARAN SANG CEO

DIBALIK PENYAMARAN SANG CEO
Dimulai


__ADS_3

Esok harinya...


Puluhan dasi berbaris rapi di dalam laci meja rias Hyung pagi ini. Lemari besar berisi pakaian kerja nan formal juga sudah tersedia dan terisi penuh di sana. Hyung Kimra akan mulai mempimpin cabang hari ini. Di mana ia bisa berbuat sesuka hati. Sang ayah telah memercayakan semua kepadanya.


Hyung tersenyum menyeringai di depan kaca besar yang ada di kamarnya. Raut wajah licik dan arogan itu mulai terlukis di wajahnya. Ia pun seperti tak sabar menantikan semua tunduk di bawah perintahnya. Hyung akan menunjukkan sisi lain dari dirinya. Sebagai seorang atasan dan sebagai pemimpin yang disegani bawahan.


Ia kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu keluar apartemen ini. Tampak Saki yang membukakan pintu untuknya. Hyung akan ke kantor literasi besar milik ayahnya. Dan Hyung akan bermain-main dengan seorang wanita di sana. Seorang wanita yang telah membuat hatinya kecewa. Ialah Saras Esa Putri.


Kita lihat bagaimana reaksimu, Saras.


Dan akhirnya lift menuju lantai dasar gedung membawanya. Hyung akan memulai pekerjaannya. Tentu dengan sifat yang sangat bertolak belakang dengan kepura-puraannya. Hyung akan lebih berterus terang tentang bagaimana dirinya. Mobil hitam mewah pun mengantarkannya ke sana.


Sesampainya di kantor literasi besar...


"Selamat datang, Tuan Hyung."

__ADS_1


Hyung tiba bersama Saki di ruang khusus yang sudah ditata sedemikian rapi dan wanginya. Ruangan besar ber-AC sejuk dengan perabotan mewah tampak memanjakan mata bagi siapapun yang melihatnya. Berbagai piagam juga terdapat di sana. Beraneka buah-buahan telah tersedia di atas meja. Inilah ruangan kerja yang akan ditempati Hyung Kimra, anak pemilik perusahaan literasi besar. Dan ia bebas melakukan apa saja.


"Jadi Anda manajer di perusahaan ini?" tanya Hyung kepada manajer kantor ayahnya.


"Benar, Tuan. Saya sudah lama bekerja di sini. Saya adalah angkatan pertama sejak tuan besar memulai usahanya," terang manajer kantor.


Hyung mengerutkan bibirnya. "Kita lihat bagaimana hasil kerjamu selama ini. Minta mereka menyambut ke datanganku di ruang rapat yang besar," pinta Hyung kepada manajer kantor.


"Baik, Tuan. Saya akan mempersiapkannya. Permisi." Manajer kantor pun lekas pergi dari ruangan. Sedang Hyung melihat sekeliling ruangan yang akan ditempatinya.


"Benar, Tuan Muda. Tuan Besar merintis usahanya dari nol di negeri ini. Dan kini saingannya sudah banyak." Saki menerangkan.


Hyung mengangguk. "Aku harap bisa membuat gebrakan untuk ke depannya. Karena aku yakin pasti bisa mengelola perusahaan ini dengan baik. Bukankah begitu, Saki?" Hyung bertanya pada Saki dengan tatapan tajam.


"Te-tentu, Tuan. Tuan Muda pasti bisa mengelola perusahaan dengan baik."

__ADS_1


Saki pun tampak gemetar melihat tatapan tajam Hyung yang seperti silet. Ia akhirnya melihat sisi lain dari anak bosnya itu. Yang mana membuat Saki langsung tertunduk dan tidak berani menatapnya lagi.


Aku baru tahu jika tuan muda semenyeramkan ini. Semoga saja tidak ada karyawan yang mengundurkan diri nanti.


Saki pun merasa cemas sendiri.


Kini Hyung telah melihat-lihat bagaimana rupa dari ruangan ayahnya. Dan ia menyukai ruangan ini. Harus Hyung akui jika tatanannya begitu bagus untuk ruangan bos. Terlihat lapang, bersih dan juga wangi. Hyung mulai merasa betah di ruangan ini.


"Tuan." Manajer kantor mengetuk pintu ruangan.


"Masuk!" Hyung pun mempersilakan.


"Tuan, saya sudah meminta semua karyawan datang ke ruangan rapat. Mereka juga sudah menunggu kehadiran Tuan di sana." Manajer kantor mengabarkan.


"Terima kasih." Dan kini tibalah saatnya bagi Hyung untuk menunjukkan diri.

__ADS_1


__ADS_2