
Dan pada akhirnya Hyung menerima pembelian atas dirinya. Ia pun segera membalas pesan dari pihak situs ilegal itu. Ia bersedia menjadi pacar sewaan. Hyung pun segera mempersiapkan dirinya.
Esok harinya, pagi-pagi buta...
Pukul empat pagi Hyung sudah terbangun dan mempersiapkan dirinya. Ia bingung memilih pakaian mana yang akan dipakai untuk menemui pembelinya. Hyung harus menyamar dengan baik agar tidak terbongkar. Tapi ia juga tidak tahu bagaimana selera wanita di negeri ini.
Dan pada akhirnya pilihannya jatuh kepada pakaian klasik. Hyung mengenakan kemeja putih dengan rompi. Ia juga mempersiapkan seikat bunga untuk dipersembahkan. Hyung ingin kesan pertama begitu mendebarkan.
"Ini saja. Sepertinya aku sudah tampan."
Ia pun mengusap rambutnya dari depan ke belakang. Hyung siap menemui penyewa jasanya. Tak lama dering telepon pun terdengar olehnya.
"Halo?" Hyung segera menjawabnya.
"Saudara Vi?" tanya seseorang dari seberang.
__ADS_1
"Ya, saya sendiri. Ini dari mana?" tanya Hyung yang menyamar sebagai Vi.
"Saya dari situs dream web. Saya akan menjemput Anda pada pukul setengah enam. Apakah Anda keberatan?" tanya seseorang itu.
Hyung berpikir cepat. Ia melihat jam saat ini sudah menunjukkan pukul lima pagi. Ia akhirnya menjawab, "Baik, saya siap. Saya tunggu di depan apartemen Luxury Diamond," kata Hyung kepada seseorang itu.
"Baik. Sampai nanti."
Seseorang itu pun mengiyakannya. Telepon akhirnya terputus dan Hyung segera bersiap-siap untuk menemui penyewa jasanya. Hyung akan bertemu dengan penyewa jasanya hari ini juga.
Pukul enam pagi waktu ibu kota dan sekitarnya...
"Sesampainya di sana segera minta pihak penyewa untuk menandatangani kontrak perjanjian ini. Saya akan menunggu di sini. Paling lama setengah jam. Jika terlewat, saya akan segera pergi," tutur seseorang berbadan kekar kepada Hyung.
"Baik."
__ADS_1
Hyung mengangguk. Ia kemudian segera mengeluarkan koper yang dibawanya. Hyung turun dari mobil. Ia menuju ke nomor rumah penyewanya. Hingga akhirnya ia sampai di depan pintu. Hyung pun segera mengetuknya.
Entah kenapa jantungku berdebar. Apakah benar dia karyawan perusahaan ayahku? Apakah dia secantik di foto?
Hyung pun bertanya-tanya sendiri di dalam hatinya. Ia mempersiapkan diri menunggu pintu dibukakan. Di tangannya sudah ada seikat bunga yang dibawa. Tak lama pintu rumah yang dituju terbuka dari dalam. Hyung pun segera menebarkan senyuman.
"Selamat pagi, dengan Nona Saras?" tanyanya kepada seorang wanita yang membukakan pintu.
"Em, siapa ya?" Wanita itu balik bertanya kepada Hyung.
Hyung tersenyum dengan satu tangan yang disembunyikan ke belakang. "Ini untukmu." Ia memberikan seikat bunga kepada wanita itu. "Aku Vi, pacarmu," katanya yang membuat wanita itu terlihat lemas. Tak lama wanita itu pun terjatuh di depan pintu.
"Nona! Nona!!!"
Sontak saja Hyung kaget melihat wanita itu jatuh. Ia pun berteriak-teriak memanggil wanita itu. Tapi wanita bernama Saras itu tidak menjawabnya. Seseorang dari kamar pun keluar dan melihat mereka. Ia kemudian mengambil sapu untuk memukul Hyung. Tapi Hyung segera menjelaskan siapa dirinya.
__ADS_1
"Nona, aku pacar sewaan Saras! Tolong jangan pukul aku!"
Hyung meminta kepada wanita itu. Wanita itu pun berhenti memukul Hyung. Kesalahpahaman akhirnya terjadi di pagi ini.