DIBALIK PENYAMARAN SANG CEO

DIBALIK PENYAMARAN SANG CEO
Bertanya Sendiri


__ADS_3

Dia sengaja melakukan ini padaku?


Hyung kesal. Sangat kesal. Ternyata Saras melakukan cara licik padanya. Hyung tidak lagi bisa masuk ke dalam rumah. Dan kini ia pun terkunci di luar.


Saras, awas saja besok pagi di kantor!


Gemuruh di dalam hati Hyung semakin tak terbendung. Membuat Hyung bertambah kesal dan kesal saja. Hingga akhirnya ia menelepon Saki. Ia meminta Saki mengantarkan kunci cadangan malam ini. Karena kunci mobilnya berada di rumah Saras. Sedang Saras mengintipnya dari balik tirai jendela. Saras melihat Hyung yang pergi.


Astaga. Astaga. Hampir saja. Hampir saja aku kehilangannya.


Ia pun mengusap kepala dengan dahi yang penuh keringat. Saras takut. Ia khawatir sekali. Saras terkejut dengan sikap Hyung yang sangat agresif. Tapi semua telah berlalu berkat kecekatannya dalam membaca situasi. Dan kini Hyung telah pergi. Saras bisa sendiri.


Satu jam kemudian...

__ADS_1


"Ambilkan aku segelas anggur!" pinta Hyung, sesaat setelah sampai di apartemennya.


"Baik, Tuan."


Saki pun menurut. Ia lekas mengambilkan anggur untuk Hyung. Tapi saat diberikan kepada Hyung, saat itu juga Hyung meneguk habis anggurnya. Saki pun terkejut.


Astaga, Tuan Muda???


Ia bertanya-tanya mengapa Hyung sampai begini. Saki menelan ludahnya karena tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Baru pertama kali Saki melihat Hyung seperti ini.


Sementara Hyung sendiri terlihat mengepalkan kedua tangannya. Ia begitu geram dengan sikap Saras malam ini. Tak menyangka jika Saras menolaknya lagi dan lagi. Hyung pun masuk ke dalam kamarnya. Menutup pintunya dengan kuat. Sontak Saki pun tersentak. Jantungnya berdegup hebat. Ia kaget melihat Hyung yang sangat berbeda dari biasanya. Tuan Mudanya itu membuat Saki terperanjat.


Apa sebenarnya yang terjadi pada tuan muda? Apakah ada masalah di kantornya?

__ADS_1


Saki pun bertanya-tanya sendiri.


Beberapa menit kemudian...


Hening. Itulah keadaan di kamar Hyung saat ini. Ia menatap langit-langit kamar sambil membayangkan apa yang telah terjadi. Ia pun mencoba memejamkan mata agar bisa tertidur secepatnya. Tapi nyatanya, tidak bisa juga. Bayang-bayang Saras selalu teringat di alam pikirannya.


Apakah aku jatuh cinta?


Dan itulah satu kalimat yang Hyung pertanyakan pada dirinya. Ia tak mengerti mengapa terobsesi dengan karyawannya sendiri. Ia juga tak mengerti mengapa sampai segila ini. Hyung hanya ingin Saras merasakan apa yang ia rasakan. Betapa kecewanya ia saat dicampakkan. Hyung menaruh rasa tapi dikecewakan. Dan ia ingin Saras menerima pembalasan. Ia ingin Saras tahu bagaimana perasaan yang sebenarnya.


Baru kali ini Hyung merasakan gemuruh di hatinya yang siap meledak-ledak. Baru kali ini juga ia dilanda penasaran akan seorang wanita yang belum lama dikenalnya. Hyung ingin menghindari hal ini. Ia ingin melupakannya. Tapi hatinya itu seolah tidak terima. Ia ingin memiliki Saras seutuhnya. Tapi nyatanya Saras tidak mudah untuk ditaklukannya. Yang ada Hyung malah kembali dikelabuinya.


Betapa lemahnya dirimu, Hyung.

__ADS_1


Dan kini Hyung hanya bisa menarik napas dalam-dalam lalu mencoba tenang. Ia biarkan malam yang dingin menyelimuti hatinya yang sepi. Hyung ingin mencoba melupakan apa yang terjadi. Ia ingin merelaksasikan pikiran sejenak. Ia butuh jeda dari kegundahan hatinya sendiri. Berkenaan dengan seorang wanita yang menarik perhatiannya. Saras Esa Putri. Ia pun terlelap dalam mimpi.


__ADS_2