DIBALIK PENYAMARAN SANG CEO

DIBALIK PENYAMARAN SANG CEO
Akhirnya


__ADS_3

"Em ... ak-aku ... minta maaf." Saras akhirnya menyadari kesalahannya.


Hyung menatap dalam Saras. Selisih usia lima tahun itu ternyata tidak membuat Hyung lebih menjaga jarak. Di matanya, Saras adalah wanita biasa. Hyung tidak membeda-bedakan berdasarkan usianya.


"Sekarang bagaimana?" Hyung bertanya lagi.


"Ba-bagaimana maksudnya, Pak?" Saras pun tak mengerti.


Hyung memerhatikan kedua bola mata Saras yang bergerak ke kiri dan ke kanan. Seolah menyiratkan rasa grogi yang begitu besar. Hyung pun seolah tidak ingin mundur dari pertarungan. Ia terus maju sampai Saras mau menerima kesepakatan.


"Aku ingin kau membayar semua perlakuanmu selama ini. Jika tidak, aku akan membocorkan rahasiamu ke seluruh karyawan perusahaan. Apa kau keberatan?" tanya Hyung kepada Saras.


Tentu saja apa yang ditanyakan Hyung membuat Saras keberatan. Tidak perlu ditanyakan lagi. Hyung kembali mengancam Saras dengan apa yang pernah dilakukannya. Saras pun tak terima.


"Pak, kau keterlaluan!" Saras pun berontak dengan permintaan Hyung.

__ADS_1


Hyung mengerutkan bibirnya. Ia juga menaikkan satu alisnya. Wajah Hyung sangat tidak enak dipandang. Membuat Saras kesal dan jengkel kepadanya. Tapi Saras juga tahu jika tidak bisa mencegah itu semua. Karena kini Hyung atau Vi itu adalah bosnya.


"Jika kau menganggapku seperti itu, maka tidak masalah bagiku. Tapi jangan pernah menyesal ke depannya. Karena bukan hanya Ana yang akan membullymu, tapi juga semua karyawan perusahaan."


Hyung berkata lagi. Ia tersenyum menyeringai kepada Saras. Ia pun pergi meninggalkan Saras yang terdiam di tempatnya. Hyung benar-benar menjengkelkan.


Ternyata dia tidak berubah juga.


Saras pun kesal. Ia ingin sekali memberi Hyung pelajaran. Pada akhirnya...


Hyung berhenti seketika. Ia tidak meneruskan langkah kakinya. Hyung tersenyum lalu berbalik ke arah Saras yang terdiam di tempatnya.


"Benar, kah? Bagaimana jika aku mempunyai semua rekaman ucapanmu yang menggodaku? Minta kumandikan, minta aku melakukan hal itu? Kira-kira siapa yang akan lebih malu?" tanya Hyung dengan penuh kemenangan.


Aarrgghh!!!

__ADS_1


Saras pun kesal sejadi-jadinya. Pria di depannya itu benar-benar keterlaluan padanya. Saras pun tidak bisa melawan. Ia tersudut, terpojok, dan tidak menemukan jalan keluar. Hyung pun meninggalkannya begitu saja. Ia segera masuk ke dalam mobilnya.


"Ayo! Mau pulang atau tidak?!" tanya Hyung lagi.


Saat itu juga Saras hanya bisa menggerutu di dalam hatinya. Ia pun berjalan menuju mobil dengan perasaan kesal. Saras terjebak. Ia tidak dapat menghindar.


Sesampainya di rumah...


Hyung mengantarkan Saras kembali ke rumah kontrakan. Tapi ia tidak hanya mengantarkan. Melainkan menunggu Saras mandi dan berdandan. Hyung meminta Saras untuk masuk bekerja. Ia tidak ingin Saras libur begitu saja. Pria tampan itu sudah merasa Saras adalah miliknya. Sehingga Saras pun harus menurut padanya. Tidak bisa tidak. Sedang Saras tidak bisa berbuat apa-apa.


Dia benar-benar menyebalkan. Tega-teganya memperlakukanku seperti ini!


Setengah jam berlalu dari tiba di rumah membuat Saras segera mandi dan berganti pakaian. Dan kini ia baru saja selesai berdandan. Ia akan berangkat ke kantor sekarang. Sedang Hyung menunggunya di depan. Hyung menunggu di kursi tamu sambil membaca pesan masuk di ponselnya. Tak lama Saras pun keluar dari kamar. Ia sudah mengenakan seragam kantornya.


"Pak, aku sudah selesai." Saras memberi tahu.

__ADS_1


Hyung pun menoleh ke arah Saras. "Kita berangkat sekarang!" Tanpa ba-bi-bu, Hyung pun mengajak Saras keluar. Perjalanan cinta mereka akan segera dimulai.


__ADS_2