DIBALIK PENYAMARAN SANG CEO

DIBALIK PENYAMARAN SANG CEO
Balas Dendam


__ADS_3

"Ap-apa?!" Saras pun terkejut mendengar Hyung berkata seperti itu.


Hyung kembali duduk di kursinya, tidak menghiraukan Saras. Saras pun tidak tahu harus bagaimana. Ia merasa sudah terlalu banyak bicara.


"Saras." Hyung menegur Saras kembali.


"Ya, Pak?" Saras pun segera tersadar dari situasi ini.


"Tolong bantu aku merekap semua data karyawan lama beserta divisinya. Aku minta data yang selengkap-lengkapnya. Tolong berikan padaku secepatnya."


Dan pada akhirnya pekerjaan tambahan itu Saras dapatkan lagi dari Hyung. "Tapi, Pak. Anda belum--"


"Kau akan mengetahuinya nanti. Sekarang lekas selesaikan pekerjaan yang kuberi." Hyung pun bersikap dingin kembali. Menempatkan posisi sebagai bos di perusahaan ini.

__ADS_1


Saras mengerti. "Baik, Pak. Permisi."


Saras pun segera keluar dari ruangan Hyung. Sedang Hyung memerhatikan Saras yang keluar dari ruangannya. Saat itu juga Hyung berkata di dalam hatinya.


Aku ingin punya lima anak, Saras. Tiga lelaki dan dua perempuan. Mampukah kau memberikannya? Kau sudah terlanjur membuatku gila dengan semua ucapan manismu. Jadi jangan salahkan aku jika menuntut sesuatu padamu. Ya, anggap saja pembayaran atas kebohonganmu selama ini. Karena kini aku tidak akan berpura-pura lagi. Aku akan menunjukkan siapa diriku di hadapanmu. Aku lelaki.


Hyung tersenyum penuh maksud. Ia kemudian melihat layar CCTV yang mengarah ke meja Saras. Hyung pun melihat Saras duduk kembali. Ia merasa senang karena telah berhasil mengerjai Saras hari ini. Hyung ingin membuat efek jera kepada Saras. Tentunya dengan meminta Saras melakukan sesuatu untuknya. Hyung tidak lagi peduli Saras mau atau tidak melakukannya. Karena malam ini ia akan mendapatkannya.


Pukul tujuh malam waktu ibu kota dan sekitarnya...


Kau datang lagi.


Hyung pun mengintip Saras dari balik kelopak matanya. Saras pun terlihat memerhatikan Hyung dari sana. Tapi tak lama kemudian ia meletakkan map yang dibawanya ke atas meja. Saras telah menyelesaikan pekerjaan yang diberikan Hyung hari ini. Ia pun beranjak pergi. Tapi saat itu juga...

__ADS_1


"Mau ke mana?"


Hyung memanggil Saras. Sontak Saras pun tak jadi keluar ruangan. Ia kembali berbalik ke arah Hyung. Melihat Hyung yang beranjak bangun.


"Pak?" Saras menegurnya.


"Sudah selesai?" tanya Hyung kepada Saras.


"Sudah, Pak." Saras pun mengangguk.


Hyung beranjak berdiri, melangkahkan kaki untuk menuju ke meja kerjanya kembali. "Jangan pulang dulu. Aku akan mengeceknya sekarang."


Dan begitulah yang ia katakan kepada Saras. Ternyata Saras tidak boleh pulang dulu sebelum ia mengizinkannya. Hyung ingin membalas dendam atas sikap Saras terdahulu. Saras pun menelan ludahnya. Ia tahu jika tidak bisa melawan perintah bosnya. Dan pada akhirnya Saras mengangguk lalu pamit keluar ruangan. Hyung pun tersenyum menyeringai melihatnya.

__ADS_1


Kau kesal? Aku lebih kesal padamu, Saras. Kita baru saja memulai permainan ini. Sebentar lagi kau akan masuk ke dalam perangkapku. Lihat saja nanti.


Hyung tersenyum penuh kemenangan. Kekuasaannya sebagai bos perusahaan bisa digunakan untuk mengerjai Saras. Hyung pun bersuka hati. Ia merasa berhasil mengerjai Saras malam ini.


__ADS_2